ANTI FORMULA BISNIS 5 MILYAR, ANTI FORMULA JOKO SUSILO…

2009 June 29
by mbelGedez™

.

Akhir-akhir ini iklan Formula Bisnis 5 Milyar, juga Formula Bisnis Joko Susilo makin gencar memasang iklan untuk menjebak pengguna internet baru. Mereka secara agresif melakukan tipu dayanya dengan berbagai macam cara. Sepanjang pemantauan sayah,  ada yang menggunakan kedok Bisnis Property. Namun ujung-ujungnya adalah penjualan secara berantai E-Book, untuk membuat E-Book abal-abal lagi kepada pengguna internet yang laen…

Bahkan bila situs Joko Susilo dibuka, di dalemnya ada testimoni dari seseorang yang mengaku-ngaku sebagai seorang ustadz ato ulama yang turut juga  melakukan penipuan terencana, seolah-olah berhasil dalam melakukan bisnis tai kucing inih. Apa iya ituh bener-bener seorang ustadz ???  Besar kemungkinan Joko Susilo menggunakan banyak nama, dan membuat situs-situs bangsat ituh. Soale, apa sulitnya mbikin KTP di daerah ???

headerjokomaling

Salah seorang korban penipuannya yang penasaran  pernah mencari-cari alamat yang ditunjukkan Joko Susilo di Puri Anjasmoro Semarang, ternyata ndak ketemu. Bahkan nomer rumah yang di sebutkan dalam web nya, sama sekali ndak ada. Artinya, Joko Susilo inih penipu yang menggunakan media internet, dan sangad pantes untuk dikeprukin rame-rame kayak maling ayam ituh. Gimana ndak coba, dia telah mendidik orang yang berhasil ditipunya, untuk menjadi penipu, kemudia penipu didikannya akan  menipu calon korban yang laen. Begituh seterusnya….

Contoh penjualan E-Book berantai macem Joko Susilo adalah Berkebun Emas dan Beli Rumah Tanpa Uang

.

5-milyar.

Sementara Formula Bisnis 5 Milyar nampaknya lebih ke konsep piramida. Sangad mirip dengan arisan berantai. Situh pernah nemu foto kopian di atas mesin ATM, yang mengajak situh untuk saling mentransfer duid ???  Ituh dia konsep piramida/ arisan berantai. Dalam penipuannya, Formula Bisnis 5 Milyar inih menggunakan PONZY SCHEME. Ponzy adalah seorang turunan Italy di Amerika, yang pertama kali melakukan tipu-tipu inih sekian puluh taon lalu. Sayah pernah mbahas PONZY inih taon 2007 lalu yang berkaitan dengan MLM. Silakan [ KLIK DI SINIH ].

.

ponzy-pyramide Situh bisa liat pada gambar samping yang sayah comot dari mbak Wiki, gambaran kedalaman perekrutan dengan skema Ponzy, bahkan bila dibandingkan dengan pertumbuhan manusia di Bumi sekalipun…!!!

Yang diuntungkan dalam permainan piramida inih hanyalah peserta awal. Sedangkan peserta yang join di belakangan hari cuman bisa gigit jari. Kebetulan, dalam situs mereka ada gambar yang lebih gamblang, silakan perhatikan,…

.

bisnis-5-milyar

.

Dalam gambar diatas jelas terlihat kedalaman yang harus diraih oleh seorang peserta tipu menipu inih. Dengan besaran uang 50 rebu yang harus ditransfer ke masing-masing penipu yang ketipu, maka untuk mendapatkan 5 Milyar dibutuhkan korban penipan sebanyak 100.000 orang..!!!

Kurang ajarnya lagi, permainan piramida inih menggunakan istilah-istilah keren macem  Internet Marketing, Viral Marketing, dan macem-macem lagi laennya, dengan harapan memukau pengguna internet baru…


Sayah pikir, ndak perlu berpanjang lebar. Ayo join di “cause” Facebook :

http://apps.facebook.com/causes/308328/64165597?m=cc366e79

CINTA TERLARANG….

2009 June 22
by mbelGedez™



.
mupengdotcom

advetorial

DUA PERUSAHAAN DALAM SATU ATAP (10)

2009 June 22
by mbelGedez™

( Bused dah…. Selang tiga bulan, You Know…!??  Kalo situh lupa  dengan dobosan yang lalu, Klik DI SINIH )


( BAGIYAN 10 )

Well…

Seperti sayah duga, kantor yang sayah tempati inih memang menyimpan trouble maker. Mereka Adalah 2 orang emak-emak yang udah ndak isa dibilang STNK lagi. Usianya diatas 40 semua. Seorang bernama Widya dan seorang lagi bernama Waty. Waty inih seorang janda yang harus bertarung di ganasnya metropolitan Jakarta untuk tetep bertahan hidup. Namun pekerjaan teteplah pekerjaan. Ndak ada hubungannya dengan kondisi yang disandangnya.

Terbukti saat sayah coba kumpulin dalam rapat mendadak sehari setelah serah terima jabatan, mereka datang terlambat. Sayah tau. Mereka sengaja datang terlambat dalam rapat, seolah ingin menunjukkan diri bahwa mereka telah establish di cabang inih daripada sayah. Mirip anjing yang ngencingin tempat  tertentu untuk menunjukkan bahwa, “inih teritori sayah.”

Meski sayah pemimpin baru di kantor inih, sayah ndak gegabah. Sebelom rapat sayah udah minta track record penjualan masing-masing orang marketing selama setahun belakangan inih dari orang-orang admin. Hasilnya sungguh mencengangkan. Dua orang emak-emak ituh nyaris ndak melakukan penjualan sama sekali selama enam bulan terakhir inih. Sungguh sayah heran, mengapa orang-orang kayak ginih masih juga dipiara oleh pemimpin yang lama ???

Belom sempat kedua emak-emak ituh naruh pantat di korsi,  sayah udah memborbadir dengan pertanyaan yang sayah tau pasti menusuk hati.

“Apakah anda tidak menerima pemberitahuan mengenai rapat inih…???”

“Anu, pak. Kami tadi dari klien”.

Sayah tau inih jawaban ngasal dan sangat bohong. Jawaban yang sangat mudah untuk dipatahkan, sekaligus menceburkan mereka ke dalam kubangan malu yang akan membekas di hati mereka. Sayah mencoba menjebaknya,

“Tentu klienmu sangat penting dan pasti nggak lama lagi mereka akan melakukan pembayaran…”

“Nngg…. Belom pak. Tadi kami baru datang untuk perkenalan…”

Belom sempat mereka memberi penjelasan ngalor ngidul, udah sayah hujani pertanyaan lagi,

“Berapa rencana penjualan yang ibu berdua akan  lakukan dalam prospekting  tadi…? Ibu sapa, namanya ?”

“Saya Widya pak. Nngg,… Rencana sih Seratus jutaan pak”,

“Kalo ibu satunya,…”

“Saya Waty, pak….”

“Ya, bu Waty, berapa rencana penjualannya ?”

“Rencana sekitar lima puluh jutaan, pak…”

“Baeklah. Bu Widya dan Bu Waty sayah  beri waktu hingga tiga bulan kedepan untuk merealisasikan rencana penjualannya. Bila dalam tiga bulan kedepan anda berdua ndak mampu melakukannya, silakan resign…..”

Sayah ngucapin barisan  kata-kata ituh dengan ringan. Nyaris tanpa intonasi yang berarti. Sayah tau, apa  yang sayah ucapkan membuat mereka sangat terkejut. Mereka pasti ndak nyangka sayah akan berkata-kata dengan santai, ringan tanpa beban. Mereka pasti ndak nyaman duduk di korsi rapat ituh. Pantat mereka pasti serasa menduduki seribu paku. Muka mereka yang menor dengan dandanan unuk melawan kerut usia, mendadak terlihat pucat bagai mayat. Anak-anak marketing yang laen terdiam seribu bahasa.

Rapat berjalan lancar meski suasana agak tegang karena anak-anak marketing sayah telanjangi satu persatu, dan sayah hujam hingga ke tulang sungsum. Sayah bacain catatan penjualan yang telah mereka lakukan, juga besarnya komisi yang di dapet. Sayah katakan,  kalo emang serius ingin bekerja bersama sayah, maka harus bekerja keras. Melipat gandakan seluruh kemampuan untuk mencapai hasil yang maksimal. Namun bila keberatan dengan irama kerja sayah, sayah persilakan untuk mengundurkan diri sajah.

*****

Siang inih rasanya panas juga otak sayah setelah mempelajari kinerja kantor selama setaon lalu yang sungguh sangat memprihatinkan. Penjualan sangat rendah. Sementara cost kantor cukup tinggi karena banyaknya pengeluaran yang semestinya bisa di tahan. Ternyata naek pangkat inih berbanding lurus dengan kesulitan yang sayah hadapi. Sayah mesti cari akal untuk bisa meningkatkan kinerja kantor yang lemah inih.

Sayah hela 505 sayah menuju ke Blok M Mall untuk makan siang.. Ponsel  sayah berbunyi. Sekilas sayah liat sayah ndak kenal nomer yang memanggil. Agak enggan sebenernya sayah mengangkat.

“Ya, Haloo…?”

“Halo bapak Mbel selamat siang….”

Terdengar suara yang dimerdu-mrduin manja dari seberang sanah.

“Ya, halo… Siapa gerangan di sanah…?”

“Bapak, nama saya Zamrina. Saya dari bank XYZ, pak. Kami sedang promo untuk member baru kartu kredit XYZ. Prosesnya sangat mudah dengan bunga sangat kecil. Bisa saya fax pak, aplikasinya ?”

Weh, maen tembak ajah ni orang. Ndak pake nanya-nanya apakah teleponnya ngganggu apa ndak. Tapi tiba-tiba sayah nemu ide cemerlang,

“Sayah sedang dijalan. Kamu bawa aja aplikasinya ke kantor sayah besok”

“Saya telemarketing, bapak. Nggak bisa keluar-keluar”

“Pulang kantor kan juga bisa. Saya biasa pulang malem. Kalo kamu nggak bisa juga, ya udah ndak usah nawarin sayah”

Sayah yakin dia bakalan datang karena memang persaingan mendapatkan klien sebanyak-banyaknya itu penting, kalo mereka ndak ingin kekurangan uang. Dalam benak sayah, andai Zamrina inih jadi dateng ke kantor sayah, maka sayah bisa mencoba merekrutnya sebagai  tenaga merketing.

*****

Sungguh aneh rasanya  makan sendirian di sebuah bistro. Suasananya cukup rame karena memang jam makan siang. Tapi karena dateng sendirian, rasanya aneh juga. Sayah pilih makanan yang cepat penyajiannya, nasi goreng teri medan dan jus jeruk. Sambil mengunyah makanan dimulut, mata sayah jelalatan memperhatikan sekitar. Nampaknya sebagian besar pengunjung eksekutif muda.  Menurut feeling, ndak ada yang bisa sayah rekrut sebagai tenaga marketing.

Segera sayah santap makanan di piring dan meninggalkan lokasi untuk menuju ke bioskop. Ntah pikiran apa yang membawa sayah melangkahkan kaki ke sana. Pastinya pikiran sayah adalah bisa berkenalan dengan seseorang dan menawarinya bekerja sama sebagai marketing di kantor sayah.  Sayah beli tiket tanda masuk untuk film entah berjudul apa, yang siap diputer pada saat itu juga. Bergegas masuk dan duduk di korsi sesuai nomer yang sayah inginkan. Tidur…

*****

Sudah pukul 15.30 saat film selesai diputer. Badan serasa fresh dan pikiran udah tenang. Perlahan sayah udah mulai bisa berpikir jernih. Salah satu  ide yang mengalir adalah percepatan untuk mendapatkan tenaga marketing yang baru. Ya, ya bener. Saat sayah mimpin rapat mendadak sayah telah melakukan warning kepada dua orang trouble maker. Akan lebih sip lagi kalo sayah juga merekrut tenaga marketing baru. Maka mereka akan tersadar bahwa sayah ndak isa dipermaenkan macem pimpinan yang lama.

Sayah harus  menaiki tangga untuk menuju ruang kerja sayah. Sepanjang selasar yang sayah lewati bangku-bangku anak marketing sudah kosong. Ndak ada satupun yang masih tinggal di kantor untuk membuat janji temu besok hari ato sekedar ngapainlah. Rada aneh juga dengan irama kerja kantor yang beginih.  Mestinya kalo menyadari belom maju, income masih kecil, lebih bergiat diri.

Ruang kerja sayah cukup luas. Dengan jendela geser yang lebar dan memanjang ke bawah, berkaca gelap satu arah. Sangat nyaman duduk sambil minum kopi memandangi kendaraan yang terjebak kemacetan. Belum genap setengah jam sayah berada di ruang kerja, terdengar langkah kaki. Dari bunyi hak sepatu yang beradu dengan lantai, nampaknya itu langkah kaki seorang perempuan. Ndak lama terdengar ketukan pintu sambil membukanya sekalian, dan menongolkan kepala di antara sela pintu dan kusen,

“Sore, paaak…. Waty ingin ketemu bapak boleh ? ”

“Ooh, bu Waty.. Silakan-silakan bu Waty. Ada yang bisa saya bantu bu ? Silakan duduk bu… “

Saya mencoba tetep ramah sambil berdiri dan mempersilakannya duduk. Tapi rasanya sekonyong-konyong bu Waty udah berjarak sangat dekat dengan sayah dan menyodorkan tangan kanannya menggamit tangan kiri sayah. Rada kaget juga sayah dan ndak sempat menghindar.

“Bapak, maafin Waty ya pak, meeting tadi Waty membuat bapak kesal”

Bu Waty ini nyerocos terus sambil tangan kanannya meremas-remas telapak tangan kiri sayah, dan mengguncang-guncangkannya. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya terasa manja, seperti seorang kekasih yang merajuk pada pasangannya. Belom sempat sayah menjawab apa yang di omongkannya, dari mulutnya sudah keluar kata-kata lagi,

“Bener deh, Waty janji kalo meeting nggak telat lagi. Maapin Waty ya pak…???”

Dengan masih terus mengguncang-guncang tangan kiri sayah, dan badan sedikit berjinjit melonjak-lonjak naik turun dengan tatapan mata merajuk. Sesegera mugkin sayah menjawab dan menjaga jarak. Gawat juga inih emak-emak STNK kalo beginih.

“Oke,..oke… Sayah ngerti… Silakan sambil duduk dulu”

Tapi rupanya bu Waty inih agak bersikeras ndak mau duduk. Sepersekian detik sayah ngerasa, ada yang ndak beres dengan gaya bu Waty yang beginih. Maka untuk lebih mempertegas posisi siapa sebagai apa, sayah justru agak mendorong dia sedikit mengarahkannya ke korsi. Maka kamipun melakukan sedikit obrolan yang terasa hambar, dan sayah katakan bahwa sayah akan pulang sebentar lagi.

Mengertilah sayah sekarang kenapa inih kantor susah sekali maju. Nampaknya gaya bu Waty inih ndak isa di konter dengan baek oleh pemimpin lama. Mungkin pemimpin lama  menjadi lemah karena lobby yang seperti angin surga inih. Ato, bisa jadi lebih daripada angin surga. Siapa tau ???

Bu Waty pun segera mengangkat pantatnya dari korsi, dan berlalu menuruni tangga dengan bunyi cetak-cetok sepatunya.

*****

Ponsel sayah berdering. Rupanya dari Zamrina yang menelepon lewat ponselnya. Pantesan sayah ndak mengenal nomernya.

“Bapak, ini Zamrina udah di seputaran Blok M. Bapak masih di kantor ?”

“Masih Zam, eh, Rin… Gimana ?”

“Sesuai anjuran bapak, saya menuju kantor bapak ini sekarang. Sebentar lagi saya sampai, pak…”

“Woo,.. Oke…Oke… Di Jalan Barito yah. Ada plangnya gede tertulis nama perusahaan sayah”

Ndak berapa lama Zamrina sampai juga. Sebelumnya sayah udah berpesan kepada OB sayah supaya jangan keburu pulang karena sayah masih ada tamu. Saat sosok Zamrina mengetuk pintu ruang kerja, sayah agak terkesiap dengan penampilannya.

Body nya ndak terlalu tinggi, air mukanya Rames*, kantung mata ngejendol, senyumnya bikin lelaki dengan kadar hormon berlebih pasti clegukan menelan ludah. Bentuk bodinya  agak aneh untuk rata-rata perempuan Indonesia. Rasa-rasanya, Bra nya ukuran 34 B, tapi bokongnya trepezh*. Jadi kalo diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ibarat mobil hatchback dengan bumper monyong ke depan.

Zamrina pun mulai menjelaskan tentang keistimewaan kartu kredit tersebut. Sementara sayah malah sibuk memperhatikan isi disebalik blouse yang dikenakannya. Hmmm… Pas sebenernya dengan selera sayah.  Maka  harus dicari akal untuk lebih bisa lebih lama menahannya, agar bisa berlama-lama dengannya.

Nampaknya Zamrina mengerti kalo sayah ndak konsen dengan apa yang dijelaskannya. Lebih parahnya lagi, nampaknya dia sengaja “menonjolkan” keunggulannya dengan semakin menundukkan badan dalam menjelaskan produk kartu kredit tersebut, sehingga nampak jelaslah belahan dadanya…

Well…

Nampaknya diantara kami sedang saling menakar, sejauh mana tingkat ketertarikan diantara kami. Maka perbincangan diantara kami nggak terasa berlangsung cukup lama, hingga pukul 21.00….


( Bersambung…. )

POLIGAMI HALAL….

2009 June 19
by mbelGedez™


.

( Post inih untuk mencoba memberi gambaran pandangan sayah tentang poligami. Mungkin ndak menjawab secara keseluruhan, namun sayah berharap paling ndak,  situh punya pandangan juga soal beginih… )

.

Baeklah, mari kita mulai khotbah Jumat inih,…

Dari literatur yang pernah sayah baca, sebenernya manusia di bumi inih udah semenjak lama berpoligami. Mungkin poligami udah ada, semenjak manusia mampu mengabadikan dalam bentuk tulisan. Dulu jaman sayah masih sekolah, sayah pernah mbaca bahwa dalam nasrani sekalipun, ada poligami.

Pastur, Paus memang ndak berpoligami. Wong  kawin nikah aja ndak. ya kan ???   Mereka kan menjalankan tradisi dua milenium dengan alesan, Yesus aja ndak nikah. Maka, sebagai pelayanNya mereka ya ndak boleh nikah juga. Meski kalo kita ngintip Da Vinci Code, Maria Magdalena adalah bininya Yesus. Hingga sebelom munculnya renaisance di eropa, nasrani juga masih berpoligami.

Kemudian dalam masa kebesaran Hindu raja-rajanya juga punya banyak bini sekaligus segambreng selir…

Namun, untuk sementara khotbah sayah inih dari sudut pandang Islam aja deh. Ntar ada yang blingsatan lagi soale…

Bangsa arab jadul sebelom munculnya Islam, juga berpoligami. Gemar beristri banyak. Sebanyak yang dia mau deh, pokoknya. Sekedar gambaran masa lalu, Nabi Ibrahim  punya bini Sarah dan Hajar. Nabi Ya’qub bininya  Rahel, dan Lea, dan bahkan menggauli dua babu kesayangannya ( budak )   Zilfa dan Bilhayupi Kemudian,  dalam perjanjian lama Yahudi juga ada disebutkan, nabi Daud konon kabarnya punya bini sampai  300 biji….

Namun semenjak munculnya Islam, maka poligami inih diatur. Mangsude, boleh beristri lebih dari satu, tapi cukup 4 sajapisang-joged He he he….

Islam kemudian memberi arahan agar  penggemar pelaku poligami harus adil dan mampu menyejahterakan keseluruhan anak bininya. Perlu digarisbawahi, bahwa dalam Islam, POLIGAMI BUKANLAH WAJIB.  Poligami memang dibolehkan, sunnah, namun dengan syarat-syarat yang sangad berat. Sifatnya mubah ( QS An-Nisa : 3 ).

Nah, apesnya,  syarat berat inilah yang suka disepelekan oleh  lelaki Islam. Mentang-mentang duidnya banyak, penisnya gede, dia merasa perlu memproklamirkan kepemilikannya dengan mengakuisisi banyak wanita. Sepintas memang gampang, bersifat adil kepada anak bininya. Namun, sikap ADIL adalah sangad sulit. Sebanyak apapun harta yang dimiliki, sebanyak apapun sperma untuk dimuncratkan, adalah SANGAD SULIT BERSIKAP ADIL BAGI DIRI MANUSIA.

Nah, kalo udah cukup jelas masalahnya kenapa soal poligami inih selalu memancing keributan di Indon ???

Setelah sayah telusuri, sayah mengambil kesimpulan bahwa ada ketidak tegasan campur tangan negara dalam soal beginian.

Mangsudnya beginih….

Orang Islam yang memang ( nekad ) melakukan sunnah inih malah dihujat, tetapi yang berzina malah aman-aman saja. Bayangin aja, saat si juragan besar dakwah asal mBandung  kawin lagi, dengan serta merta para jamaahnya yang emak-emak melakukan gerakan boikot SAY NO TO AA   di facebook. Tapi - kalo ndak salah inget - di saat yang bersamaan ada boss besar di gedung DPR yang ngesex sama penyanyi ndang ndut, aman-aman aja tuh. Emak-emak ituh malah pada cekikian liat video mesum mereka di internet….ngakak

Nah, mestinya negara kudu jelas ngaturnya. Kalo emang dinikah secara resmi, ya ndak usah ribut. Tapi, yang model penyanyi ndang-ndut ituh yang kudu ditindak lanjuti. Untuk soal beginian, Malesia lebih sip. Temen sayah jaman nguli di pabrik dikawin lelaki malesia sebagai  ban serep bini ke dua. Saat mau dikawinin, si lelaki wajib pasang iklan kolom di koran Malesia, yang isinya pemberitahuan kalo dia mau nambah bini  lagi. Barang siapa keberatan, silakan komplen….

Di Indon memang aneh. Yang nikah resmi tetep dihujat sampe ke tulang sungsum, yang berzina ria malah di diemin.  Alih-alih mbikin aturan baru kelanjutan PP 10 era   bu Tien ORBA, kalo PNS, ABERI, PULISI ndak boleh berbini lebih dari satu. Malah di era presiden indomie inih konon kabarnya juga akan diperluas ke kalangan swasta…whattttt angry idiot nonono

Sayah pernah ngobrol dengan temen sayah yang lulusan Pakistan ( gelarnya LC ) soal poligami inih.  Yaitu, kenapa dalem Islam sendiri ada pro kontra masalah poligami. Katanya, inih ndak lepas dari pendapat seorang ( mantan ) ulama ( maap, lupa namanya ) di al azhar Mesir yang mengharamkan poligami. Nah, dasar berpikir si ulama inilah yang dipake kalangan yang kontra dalam Islam sendiri, maupun kalangan diluar Islam.

Lebih kurangnya beginih; Lelaki pada dasarnya sangad sulit bersikap adil pada bini-bininya. Kemudian, suka berperilaku buruk kepada bini tua nya. Kemudian lagi, karena buruknya hubungan antara si lelaki dan bini dan bahkan  pertengkaran antara bini-bininya, seringkali membawa efek buruk pada anak-anaknya….

Nah, sialnya, alesan ke tiga itulah yang sering ditonjolkan oleh  neolib orang-orang liberalis dengan  kedok pelanggaran HAM, pelecehan, dan slogan-slogan laennya…

Padahal kalo tak pikir-pikir, bukankah peuyeumpuan model penyanyi ndang ndut ituh yang melecehkan dirinya sendiri…???

Ah, sudahlah…topicclosed

.
.
.
.

.Apakah semalem situh sudah menggauli babu situh, Ki Sanak…???lol

SOEKARNO…??? BULLSHIT LAH…!!!

2009 June 8
by mbelGedez™

.
Dobosan inih berdasar dari ngobrol ngalor ngidul lewat ponsel dengan temen lama jaman ngangsu kawruh dulu. Obrolan yang awalnya sekedar say hello, menjadi diskusir ( diskusi debat kusir ) panjang, sampai sejam. Intinya, soal kans Mega menjadi presiden, dan seluruh anak pinak mendiang Soekarno yang mendadak sok pinter bicara tentang ekonomi republik inih…

Setelah selesai teleponan, sayah coba mbongkar koleksi buku jadul yang sayah simpen. Bukan untuk mengasah ilmu ekonomi sayah yang ndak nambah pinter, tapi tentang keterkaitan Soekarno dengan  sosialisme, komunisme.

Dengan mbaca cepat sayah nyoba me refresh ingetan lama tentang apa ituh Karl Marx, juga teori si Engel. Semua berkelebat dalam otak sayah bagaikan kilatan petir. Sayah cuman coba menuliskan secara mudahnya sajah. Kita ndak sedang kuliah, kan ???

Ndak isa dipungkiri, Soekarno adalah sebuah fenomena. Sayah akui dia orator ulung. Bisa jadi pada saat ituh ndak banyak orang yang berpendidikan tinggi macem dia.  Bisa ngomong lancar untuk soal- soal hal diluar disiplin ilmunya, dan juga sebongkah keberanian.

Namun, apa yang menjadi dasar berpijaknya Soekarno, yaitu sosialisme, melenceng jauh saat kekuasaan berada dalam genggamannya. Yaitu sibuk berorasi sanah sinih melawan negara tetangga, melawan inggeris, melawan amerika, sehingga justru melupakan pembangunan yang semestinya dia lakukan.

Korupsi dan koruptor pada zamannya pun, ndak ketulungan banyaknya. Inget, sejak jaman Soekarno negri kita udah punya utang yang segambreng banyaknya. Dengan lepasnya Indonesia dari tangan Belanda, otomatis Indonesia “mewarisi” utang yang dibuat oleh Belanda. Konon kabarnya sangad besar, ratusan milyar dollar. Sayangnya soal inih sayah belom bisa mengkonfirmasi, kemana sayah mesti dapet referensi.

Saat Soekarno berkuwasa, dia sibuk berburu perempuan. Mengadakan pesta ndak nggenah, mengundang yang masih kinyis-kinyis, flirting,  dan kemudian mengawininya. Herannya, ndak tau napa peuyeumpuan zaman ituh seolah malah ngarep[dot]com untuk dikawini….

Karena sibuk dengan urusan laennya yang ndak nyangkut dengan pertumbuhan dan perkembangan negara, maka ditangannya lah inflasi di Indonesia tembus 600 % !!! Mamih sayah bilang, duid  Rp 1000  digunting hanya menjadi Rp 1 sajah. Devaluasi yang luwar biyasa. Orang ngantre beras panjangnya 1 km. Orang pakai karung goni untuk nutupin kemaluannya. Saking mahalnya segala sesuatunya…

Beruntung dulu mamih sayah kenal baek dengan sodagar emas seorang cina keturunan. Maka selamatlah ituh duid mamih sayah yang ndak seberapa, dituker dengan emas….

Terus terang ajah, sayah ndak ada bangga-bangganya Indonesia pernah punya presiden kayak Soekarno. Apalagi Soekarno pernah mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup. Memasang gelar tambahan Yang Mulia segala. Dimata sayah setali tiga uang dengan si Mega. Ngakunya pro kepada rakyat, tapi mobilnya mewah-mewah. Katanya anti korupsi, ndak taunya dia ndak mau keluar dari rumah dinasnya di Teuku Umar. Presiden macem apaan tuh ???

Maap-maap ajah,  sayah cuman menghormati Soekarno sebagai proklamator. Selaen ituh, no more. Tai kucing dengan orasinya yang membakar kuping pendengarnya. Buat sayah, semuanya ndak lebih dari omong kosong. Ajaran marhaen yang dia bangga-banggakan ituh bulshit lah. Apalagi kemudian menjelang nyungsep nya, dia  mengeluarkan jurus baru Nekolim, neo nekolim.

Bah !!!

Macem-macem ajah tipuannya. Taukah situh kalo sebenernya dia membual dengan menipu kita soal petani yang bernama Marhaen ???  Ndak ada tuh, petani yang bernama Marhaen yang katanya berasal dari Jawa Barat. Biar situh cari sampe ambein, ndak bakalan ada nama Marhaen dalam kehidupan sehari-hari rakyat Jawa Barat. Marhaen ituh ndak lebih mimpi siang hari bolong nya Soekarno akan buku-buku sosialis yang abis di bacanya MARx,  HAEgel, dan ENgel….

Ditangan anaknya, Mega, Indonesia juga morat-marit. Orang berbuat apa saja untuk memperkaya diri sendiri. Ada mentri agama yang sedemikian goblog nya, sampe rela menggali tanah yang katanya bersemayam harta warisan Soekarno.  Ada juga mentri yang menjual BUMN atas restunya si Mega pula. Ndak karuan lah, pokoknya. Lha namanya juga emak-emak. Maka kalo duid abis, ya njual kalung. Duid negara kosong, ya njual BUMN…

Di zamannya Mega orang jakarta bebas membeli lampu Trail Blazer sehingga serasa warga VIP yang bisa nyelonong dan motong jalan seenaknya di jalan tol sekalipun, dengan lampu kerlap-kerlip dan sirine yang meraung-raung….

D’ooh…

RS. OMNI DAN UU ITE PASAL (KARET) 27 AYAT (3)….

2009 June 2
by mbelGedez™

.

rs-omni

Taon lalu, pada tanggal 30 bulan 8, ada seorang Prita Mulyasari yang menulis surat pengaduan di detik.com ( udah sayah skrinsut ) tentang pengalaman paitnya di RS. OMNI.  Isi pengaduan ituh  sayah copy paste di bawah inih….

Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

Nah, surat pengaduan ituh juga beredar ke milis dan forum di internet.  Yang terjadi kemudian, bukannya pihak RS. OMNI menyelesaikan masalah inih dengan elegan, tapi malah memberangusnya dengan tuntutan hukum pencemaran nama baek.

Penerapan UU ITE pasal 27  ayat (3)  oleh pengadilan terkesan dipaksakan dan terburu-buru. Apa iya, yang dilakukan Prita Mulyasari merupakan tindakan pencemaran nama baek…???

Nampaknya, pihak pengadilan mengabulkan tuntutan RS. OMNI dan mengganjar Prita dengan pasal karet tentang pencemaran nama baek, PENJARA 6 BULAN….!!!

Nah, menurut kolega sayah   Nukman Luthfie yang pakar On Line Virtual, tindakan RS. OMNI justru memancing perlawanan dari para netter dan blogger. Karena di era keterbukaan ginih, perusahaan yang TIDAK PROSUMER justru akan dijauhi konsumennya. Alih-alih akan menggunakan produk RS. OMNI, konsumen justru  ketakutan berobat ke sana karena ndak ingin mengalami seperti apa yang dialami Prita Mulyasari.

Mungkin dulu akan lebih murah biayanya jika RS. OMNI melakukan pendekatan horisontal, dengan mengunjungi Prita, ato memberi pengobatan gratis untuknya, dan mengakui telah terjadi kekeliruan.  Namun dengan menggunakan kekuatan kekuasaan, hasilnya justru terjadi perlawanan. Betapa mahal harga yang harus di bayar RS. OMNI karena tindakan tuntutan hukum yang diambilnya.

Lhadalah,…!!!           :shock:

Orang mengadu tentang pengalaman buruk yang terjadi, tapi malah kena ganjar hukuman penjara. Inih jelas sekali “penyalahgunaan” UU ITE tersebut membuktikan apa yang selama inih dikuatirkan oleh sejumlah kalangan yang  meragukannya….. [ KLIK DI SINIH ]

Lantas, apa sayah juga bakalan di penjara karena mempertanyakan hal beginih….???                  getok


Well….

Inih bener-bener negri yang aneh….

:roll:


Ayo dukung gerakan untuk membebaskan Prita dengan join Cause di Facebook, dan atau memasang banner di Blog

bebaskan-prita

MERTUAKU SAYANG, MERTUAKU MALANG…

2009 June 2
by mbelGedez™

.

( Inih salah satu surel yang sayah terima beberapa waktu lalu, dan sayah  angkat kepermukaan, setelah bahasa sayah modip sesuai dengan tabiat Blog Jelek dan Sesat inih, dan di setujui oleh yang bersangkutan. Maap kalo ada yang tersungging peranakaannya…. )

Ini soal mertoku, mbah…

Saya lagi pusing tujuh keliling. Udah hampir dua bulan ini mertua saya yang perempuan ada di rumah saya mbah. Hari-hari pertama sih asik-asik saja dikunjungi mertua. Anak-anak juga senang ada neneknya di rumah saya. Namun setelah melewati berhari-hari, berminggu-minggu, kok rasanya saya mulai gerah mbah…

Mertua saya berasal dari planet seberang mbah. Kalo beliau lagi ngomong volume suaranya keras sekali. Mirip orang berteriak-teriak. Padahal yang diajak omong cuma berjarak sejengkal saja. Apalagi kalo udah bicara dengan bini saya menggunakan bahasa dusun, ala maaaak….

Serasa berada di planet antah berantah…!!!

Sebagai orang Jawa dengan didikan berbicara suara pelan, saya merasa risih juga. Terlebih dengan tetangga sebelah, mbah. Tau sendirilah, saya tinggal di komplek perumahan yang dindingnya sambung menyambung menjadi satu berjajar pulau-pulau. Semut berbaris pun tetangga bisa denger….

Apa ndak isa ngomong dengan suara kecil saja, yak ?  Ato mungkin karena di kampungnya jarak antar  rumah berjauhan, sehingga mereka terbiasa berbicara keras antar tetangga, gituh ?

Repotnya lagi mbah, dia suka ikut ngatur-ngatur segalanya. Soal cucian kek, soal anak-anak, soal tata  letak barang-barang di rumah, juga soal babu kesayangan saya, mbah….

Bayangin coba, beberapa dokumen, kunci pintu, kunci kendaraan, kacamata, biasa saya taruh di atas televisi. Eh, dia singkirin….  Katanya ndak rapih. Malu kalo ada tamu kok banyak barang berserakan.  Eh, dianya ndiri njemur baju dasternya dibarisin diatas pager depan rumah,  memanjang dari ujung ke ujung…!!!   Persis di kampung-kampung ituh mbah….

D’ooh, betapa saya malu banged  sama tetangga….

Terus babu pun di atur-atur sama beliau, mbah. Kalo nyuci baju mesti beginih begituh, kalo nyuci piring gelas mesti begeneh begonoh. Kalo masak ikan asin jangan sampe gosong, kalo ngerebus jengkol jangan kematengen, kalo mbakar pete harus sama kulitnye, Kalo melayani juragan laki mesti nganuh

Maka mendadak babu cantik kesayangan saya ituh mukanya jadi masem mulu. Jadi pendiem dan cemberut bawaannya. Sayah kan kuatir juga kalo keilangan babu kesayangan saya, mbah….   Tau sendiri kan, di Jakarta inih betapa sulitnya nyari babu yang bisa dipercaya ngurus rumah dan anak-anak sementara saya dan bini sibuk kerja…

Yang  bikin saya senewen  mbah, kalo sore sampe pukul sepuluh malem sibuk nonton TV tanpa bisa diganggu gugat. Ituh yang namanya sinetron semua judul dia apal. Semua pemaennya yang aktingnya kayak tai ituh, dia tau namanya, berperan sebagai apa, sebagai si jahat ato si baek. Pokoke apal luwar kepala deh.

Nah, yang bikin  blingsatan tuh, setelah semua sinetron kont*l ituh dia tonton, dia lalu tidur. Tapi mbah, dia bangunnya jam tiga pagi !!!  Bener mbah, jam tiga pagi !!! (  Rupanya mertua saya  kalo siang kerjaannya tidur, dan baru bangun sore hari ). Nah, kalo udah bangun jam tiga pagi,  pokoknya adaaaaa aja yang dilakukannya. Ntah di dapur klutak klutik sambil deham dehem batuk-batuk kecil. Ato ntah ngapain.  Lha padahal jam segitu penis saya kan sedang konak-kanaknya. Ereksi sekenceng-kencengnya butuh ngesex.

Saya jadi kheki mbah. Mana itu ranjang berderit-derit kalo saya pakai buat ngeseks. Ada mertua yang udah melek pula. Lha apa saya mesti bercinta di lantai, mbah ???

Keadaan ini udah hampir dua bulan berlangsung, mbah. Terus terang saya udah ilang akal, gimana caranya ngomong. Saya yakin mertua saya pasti tersinggung berat kalo saya omongin soal ini. Bisa-bisa saya dibilang menantu ndak tau diri. Gimana caranya ya mbah ?

TOYOTA LAND CRUISER, HARD TOP 1982….

2009 May 30
by mbelGedez™

.

Siyapa yang ndak tau Hard Top…???

Ituh mobil buatan TOYOTA bertenaga badak dengan tampilan klasik yang ndak pernah lekang oleh zaman. Bahkan saking disukainya tampilan klasiknya, saat inih TOYOTA ngeluarin Land Cruiser baru dengan tampilan mirip “pendahaulunya”.

Hard Top yang kita kenal ituh sekarang masuk kategori “mobil hobby”. Artinya, memiliki Hard Top adalah sebuah kebanggaan. Memeliharanya sedemikian rupa agar tetep dalem kondisi prima. Karena merupakan mobil hobby, maka harganya di pasaran pun gelap. Artinya, ndak ada patokan khusus. Situh suka, bayar. Situh ndak suka, ya ndak usah dibeli.

Baru-baru inih kolega sayah mengambil alih Hard Top diesel aseli, piaraan seorang rekan “pehobi” Hard Top laennya dengan harga “cuman” 135 juta sajah. Mahal ???  Relatip. Namanya juga suka.

Hard Top buatan 1982 inih Versi bengsin, 4000 cc, 4×4, sangat bertenaga. Torsinya sangat gede di puteran awal. Ndak heran kalo PH di Jakarta menggunakannya untuk derek genset yang segede gaban ituh.

Nah, ngomongin Hard Top inih, kebetulan sayah miara satu, dan jarang banget ditunggangi. Terakhir ditunggangi 2 bulan lalu. Selama inih cuman di panasin ajah mesinnya dua hari sekali.

Hard Top inih udah sangat lengkap, dan kondisinya sangat prima. Engine kering. Ndak ada oli netes atau rembes dari packing. Sudah pakai power steering, dan ber AC. Semua Tie Rod, Long Tie Rod, Ball Joint baru. Artinya, lingkar kemudi ndak ada spelleng. Ban udah 31′ dengan Alloy Rim. Interior kulit coklat, dengan jok depan reclining, dan dasboard Wood Garnish.

Saat inih mau sayah jual, 45 juta sajah. Mestinya seh sayah jual 50 juta. Namun berhubung plat nomernya DK ( BAli- Denpasar ), sayah anggep yang 5 juta adalah ongkos ngurus mutasi dari Samsat Denpasar. Jangan kuatir, surat atas nama sendiri, dan mbayar pajak lagi bulan Agustus nanti.

DIJUAL

.

f

Ituh warna abu-abu seperti standar nya…

.

r

Inih tampang sangarnya dari belakang…

.

dashboard

.

engine


UP DATE :

Terjuwal tgl 1 Juni 2008, pukul 14.30…….

MOTOROLLA Q9 MBELGEDEZ….

2009 May 27
by mbelGedez™

.
motorollaInih maenan jenis laen lagi…
Dibeli barengan NEXIAN G900. Cuman sayah baru posting hari inih. Soale sayah kan perlu waktu buat oprek-oprek. Buat situh yang butuh maenan alternatip ber QWERTY, menurut sayah MOTOROLLA Q 9 inih bisa mendukung aktifitas sehari-hari. Sebenernya produk inih udah ada sejak setaon lalu. Tentunya banyak yang udah ngebahas di sanah-sinih.

Setelah sekian lama gradak-gruduk nyari barang, sayah merasa cocok sama MOTOROLLA Q 9 yang tipis inih. Pertama adalah masalah OS yang dipakenya. Yaitu Windows Mobile 6. Dengan OS Windows membuat ponsel inih makin akrab ngobrol sama kompie kita. Beberapa aplikasi sama dengan kompie. Untuk membuatnya ngobrol dengan kompie ( synchronized ) sangad mudah. Wong dari sononya dibekali USB cable…

Q 9 inih selain mengakomodasi EDGE, juga udah dilengkapi koneksi internet HSDPA. Menurut sayah, ituh standar minimal saat inih ponsel GSM. Dengan HSDPA, browsing menjadi lebih kenceng. Seolah ponsel saat disuruh mikir juga cepat. Saat browsing maupun stand bye, simbol H ( HSDPA ) , E ( EDGE ), dan G ( GPRS ) akan tampil di bagian atas display. Kalo saat inih ponsel masih ngandelin GPRS, mendingan kelaut ajah. Smartphone GPRS kan ndak beda sama NEXIAN G900 kemaren. Ya ndak ???

facebookAplikasinya lengkap. Begitu kita mbeli, dia udah ketanem Yahoo Go, Windows Live, Messenger, dan Opera Browser, meskipun Internet Explore bawaannya juga ada. Tapi saat IE  sayah coba kok rasanya berat sekali. Padahal sayah berada dalam lindungan HSDPA. Jauh lebih kenceng Opera.  Kalo menu Opera pengen lebih sexy, tinggal download versi 4.2 nya. Udah lengkap dengan sub menu Facebook.

full-feedNdak tau napa, kalo mbuka Facebook di ponsel, sayah kok lebih suka mbuka dalam keadaan full. Soale kalo mbuka dalam full display, sayah bisa ngeliat semuanya seperti pada layar kompie. Semua aktifitas macem up load foto dari temen-temen bisa keliatan semua. Contohnya saat pacar sayah yang di Surabaya up load foto, sayah bisa liat senyumnya yang sekseh ituh…

e-mailYang mbikin sayah gemes adalah notifikasi E-Mail. Inih ponsel udah ngerti juga. Kita cuman memerlukan beberapa settingan ringan. Maka inih ponsel udah siap diajak kerja maupun maen-maen. Seberapa banyak situh punya E-Mail, dia akan ngasih tau kita dengan bisikan lembut pada speaker nya manakala ada E-Mail masuk. O,ya. bahkan kalo kita mau, Q9 inih udah mengadopsi Blackberry Connect®. Artinya, kalo situh punya kebiasaan kirim terima E-Mail dalam skala besar, situh tinggal ndaptar di provider untuk mendapetkan aplikasi Blackberry Connect®. Kemudian berlangganan secara khusus. Di Telkomsel kalo ndak salah 189.ooo/ bulan.

buka-blogWell, sayah ndak ndobos banyak-banyak lah. Wong inih ponsel murahan soale.  Untuk kepinteran semacem ituh, harganya cuman 3 jeti.  Tapi sekedar untuk fesbukan, friendsteran, imel-imelan, Telpon-telponan, SMSan, potrat-potret narsis, mbuka Blog, ndengerin MP3 yang ngeces, sayah pikir udah cukup. O,ya. Kalo mau chatting bisa pake Messenger. Namun kalo ndak puas, bisa juga download  eBuddy. Yang paling mbikin kheki adalah aplikasi Document To Go. Inih aplikasi bisa mbaca format pdf dengan lancar jaya….

Kalopun mencari kekurangannya, ya ada saja. Misalnya kameranya cuman 2 Mega pixel. Sekarang segituh dianggep kurang, kan ???   Tapi sayah kan kemana-mana nenteng LUMIX DMC -FX33. Jadi ya ndak masalah. Untuk display, cuman 65.000 warna. Mungkin masih dianggep kurang oleh penggila display 1 juta warna. Meskipun menurut sayah 1 juta warna pada display layar ponsel ndak penting-penting amat.

Saat inih sayah belom menemukan kekurangan laennya, kecuali masih kagok dengan menu-menunya. Beberpa kali SMS masuk mestinya dibaca, tapi malah ke delete. Beruntung meskipun ke delete, SMS ituh ndak langsung ilang. Tapi semacem masuk ke keranjang sampah ( trash ). Jadi masih bisa kita pungut lagi  :lol:

3.5 JAM DI GRAPARI TELKOMSEL….

2009 May 20
by mbelGedez™

.

Slasa siang kemaren Jakarta panas banget.  Jam 11.00 sayah  ninggalin Tempat Ngitung Duid Receh menuju Gerai Telkomsel di Gatsu*. Sayah perhatikan orang mbawa motor pada kesetanan. Mungkin karena gerah ituh, jadinya pengen buru-buru nyampe.

antrean-259Satu jam kemudian sayah baru nyampe lokalisasi. Ngambil nomer antrian dari mesin dengan memasukkan nomer ponsel 0811 889 sekian sekian sekian. Nomer antrian pun keluar, 259.  Sayah perhatiin monitor antrian di tempat kastemer serpis ngejogrok menunjukkan angka 200.

Bajirut…!!!

Sayah mesti ngantri 59 orang lagi !??

Sayah berdoa dalam hati dalam boso Jowo, “Mugi-mugi mboten sedantenipun wonten tiange….”

Korsi penuh dengan manusia yang duduk melamun, membaca majalah ato koran, mencetin ponsel, bertelepon ria, bahkan yang duduk dengan wajah tengadah dan mulut terbuka pun ada. Ngorok !!!

Bakalan lama neh ngantrinya. Beruntung di salah satu pojokan ada iPhone yang boleh diraba-raba sepuasnya. Ya iyalah. Mosok dipencetin. Wong iPhone memang nyaris ndak bertombol. Semua dioperasikan dalam layar sentuh. Dengan sedikit sentuhan mesra ajah udah mampu untuk memerintahkan gadget inih bekerja. Bentuknya ajah yang kayak maenan Dakon ( congklak ).

Sayah  meraba satu iPhone. Langsung mencoba memanggil nomer cantik sayah. Ternyata bisa nyambung. Segera sayah matikan.  Saat sayah coba nelpon adik sayah di Jogja yang pengguna Halo, ternyata nyambung juga. Diangkat dari seberang sanah.

“Sopo iki ???”

“Aku Feb. Nganggo iPhone. Suarane apik ra nang kono ???”

“Weh, uapik tenan mas. Kok koe  gemagus nganggo iPhone barang ???  Wis sugih po ???”

“Ora, Su…!!!  Iki nang gerai Telkomsel. Njajal gratis. Iso nggo nelpon, jee…. Hla lumayan to,…”

“Weh, elok tenan…”

“Wis sido tuku Mercy, Feb…???   Wis oleh po durung ???”

“Uwis mas, sidane aku tuku cibo*, murah banget”

“Uapik kuwi. Mendingan numpak Mercy lawas nganggo henpon satus ewuan, malah ketok nggantheng. Tinimbangane henpone iPhone tapi numpak e kijang….”

“He eh…”

Pembicaraan ndak nggenah sanah-mari dan ndak kerasa sayah nelpon sampe setengah jam lebih. Gratis. Wuiiih, jarang-jarang Telkomsel ngasih gratisan. Yang ada pelanggan diperas abis sampe kering dengan taripnya yang terkenal mahal ituh…

Antrian masih ndak beringsut. Baru dapet 5 orang. Astopilulooo…. masih 50 orang lagi. Padahal inih udah setengah satu lewat. Perut udah keroncongan minta di isi. Sayah tinggalin gerai dan mencari kantin. Ternyata di gadung semewah Menara Mulia inih ndak ada kantin. Brengsek banget.  Terpaksa jalan kaki menuju ke gedung sebelah, dimana dipinggiran jalan banyak betebaran warung makan.

Warung inih berdiri diatas got dengan cara menutupnya pakai papan. Dulu saat sayah kerja kayak pegawe kantoran ituh menamai warung pinggir jalan ituh sebagai Cafe Amigos. Sekedar melecehkan diri sendiri dan satir sampe ketulang sungsum. Gimana ndak, gedung tempat bekerja sangat  mewah, dandanan pegawenya pun keren-keren. Berdasi, blazer dan blous. Wajahnya cakep-cakep, wangi-wangi. Tapi tempat makan siang  yang manusiawi ajah ndak punya. Ironis.

Sayah makan sesegera mungkin. Soale makan di bawah tenda ginih gerah banget rasanya. Males sayah kalo makan sambil keringat bercucuran. Mbak-mbak sekseh yang di depan sayah ajah bedaknya berarakan kemana-mana karena keringetan.  Name Tag nya di balik. Mungkin dia ndak seneng kalo sayah tau namanya Pariyem dari perusahaan NGANU. Padahal apalah  peduli sayah terhadapnya.

Lima belas menit kemudian sayah udah mbalik ke gerai lagi. Fyuuuh,… Segernya AC dengan perut yang kenyang sungguh paduan yang mujarab untuk ngantuk. Kali inih sayah dapet tempat duduk yang lumayan nyaman untuk selonjor dan naruh kepala di dinding. Sungguh, inih tipikal Indon banged. Orang Indon paling ndak isa duduk dengan posisi bener. Maunya nyender sesantai mungkin, bahkan ditempat umum sekalipun.

Ndak lama kemudian sayah pun mulai menguap. Jiamput !!! Bahaya inih !!!  Sayah paling menghindari tertidur di tempat umum. Posisi duduk boleh lah leda-lede. Tapi kalo sampe tidur, ituh soal laen. Apalagi ngorok kayak orang yang tadi sempat sayah sampekan. Akhirnya sayah mulai iseng juga kayak pengantre yang laen. Mencet-mencet ponsel.

Nat nut-nat nut-nat nut. Siyal. Ponsel sayah ndak isa internetan. Jadi basi banget rasanya. Beruntung kolega sayah mantan petinggi ADAM AIR nelpon sayah sehingga sayah ada bahan untuk ngerumpi, cekikikan. Hampir sejam kami ngobrol ndak nggenah. Apa ajah di obrolin. Dari soal dunia penerbangan sampe soal perselingkuhan Antasari dan Rani Juliani. Dari soal permen sampe Steak  ABUBA yang enak.

Selesai kami teleponan, mulai lagi sepi menggelayuti. Semua pada sibuk dengan dunianya. Tanggelam dalam kesendirian. Mulai deh, sayah tolah toleh. Kanan - kiri - depan. Belakang ndak isa. Tembok soale.

*****

Di sebelah kanan sayah cewek ABG bercelana pendek kotak-kotak yang entah kenapa, saat inih seperti pandemi yang mewabah. Dimana-mana cewek bercelana pendek kotak-kotak. Clananya pendek banged. Saking pendeknya, malah mendekati ke selangkangannya. Dikit-dikit dia mencoba memelorotin agar bisa “sedikit” ke arah dengkulnya.

Sayah pikir-pikir goblog juga dia yah. Kalo udah diniatin setengah bugil gituh ngapain juga masih ditarik-tarik kebawah biar ndak terlalu bugil. Aneh. Padahal ituh cewe item.  Kecoklatan lah, tepatnya. Sama sekali ndak mulus. Pasaran banged lah. Apalagi mukanya. Fyuuuh…. Sama babu sayah ajah masih cantikan babu sayah.

Mungkin dia jadi salah tingkah karena sayah perhatiin pahanya yang dibuka lebar dan di gratisin ituh. Tangannya segera membuka tas berbentuk kotak, mirip tas lap top. Warna coklat dengan taburan hurup LV- LV gituh. Mungkin Louis Vuitton original from Mangga Dua.

Dikeluarkannya iPhone ber kondom merah dari tasnya, dan mulai raba kiri-raba kanan. Ditancepkannya headphone nya, dan mulailah dia berdendang bisik-bisik mengikuti alunan lagu entah apa. Kayaknya seh  lagu aliran EMO yang kampungan  ituh. Khas musik Indon macem ST 12, Radja, Peterpan, D’masiv dan konco-konconya. Jijik dan najis musiknya. Cuiih…

Sayah masih terus memperhatikan tingkahnya sambil terus memandangi dari wajahnya turun ke pahanya. Dari paha naek ke wajahnya. Terus begitu berulang-ulang. Sayah memang sengaja. Sayah sedang ngetest, seberapa nyalinya untuk jadi obyek.

Dugaan sayah ndak salah. Ndak lebih dari lima menit, dimatiinnya ituh player dan segera di masukkan ke tasnya lagi. Tapi kali inih sambil mengeluarkan Blackberry. Pencat pencet sambil senyam senyum. Mungkin status nya di komenin temen-temennya yang mengundang kelucuan. Pencat pencet lagih sanah sinih. Kali inih dia agak lama maenin ponsel Blackberry karena mesti ngetik hurup-hurup.  Mamanya ngomong ke dia karena mungkin bosan duduk diem.

“Mama heran deh, masak tagihan April sampe Nem juta ginih. emang pada nelpon kemana aja seh…???”

“Yaellaaa,… Palingan juga papa tu mah. Gue ndak mungkin make sebanyak ituh. Gopek juga udah mentok…”

“Terus sapa coba, kakak-kakak mu bilang juga ndak mungkin make banyak-banyak…”

Sialan. Anak seusia gituh make pulsa abis gopek ???  Itupun dengan santainya bilang “palingan udah mentok”. Seolah pemakean pulsa hingga lima ratus rebu adalah wajar-wajar sajah.  Okelah mereka kaya raya. Tapi kaya raya yang pelit. Liat ajah, mereka pake Halo Keluarga yang pulsanya lebih murah. Baru ditagih enam juta sekeluarga ajah udah blingsatan.

Cara “ndidik” anak seperti ituh kok rasanya juga  janggal di mata sayah. Anak seusia gituh nentengnya iPhone dan Blackberry sekaligus. Apa sepenting itu kah ???  Menurut otak sayah yang cerdas inih, kalo gopek untuk pemakean yang produktip, sayah masih bisa maklum. Tapi inih…???

Segera sayah muak sama ABG jelek , item, ndak sekseh, tapi kemaki macem ituh. Apalagi emaknya yang jilbaber dengan dandanan yang ndak nggenah bikin sayah mau muntah ajah. Semoga ajah semua uang halal. Amin.

*****

Sayah noleh ke sebelah kiri sayah. Cowok berdasi dengan Apple  Mac Book Air di pangkuannya. Sedari tadi asik  browsing sanah sinih. Numpang gratisan Wifi. Semua situs kesukaannya di buka. Sekilas sempat sayah liat detikcom dan fesbuk. Tapi gayanya yang kayak orang sibuk itu lhoo,….  Ndak kuku. Sayah akui, nyaris sepanjang Januari sampe April inih sayah juga melacurkan diri kepada fesbuk, setelah berhasil ndak goyang iman di 2008 lalu.

Sampe-sampe Denden pernah posting tentang sayah yang ON 25 jam sehari karena semua moda ceting sayah ON in, juga Social Networking. Meskipun sayah lebih sering silent sebagai pengamat.

Seperti tadi sayah merhatiin cewe ABG jelek, item, dan ndak sekseh ituh, sama cowok inih sayah juga berlaku demikian. Sayah perhatiin dari atas bawah, dari bawah ke atas. Ndak lama kemudian mulutnya mulai berdesis, “Yaaa….” seolah suatu penyesalan atas sesuatu yang terjadi dengan dunia maya nya, dan , “Adh…” yang mewakili kekecewaan atas dunia maya nya.

Reaksi yang wajar bila orang diperhatikan dengan seksama. Seolah ingin menunjukkan, “Iya, gue lagi sibuk neh…”

*****

stw-cuek-beibehMuak dengan gaya eksekutip di sebelah kiri sayah, mulai deh mata sayah jelalatan ke depan sayah. Duduk seorang emak-emak STW*. Berbaju sangat rapih tapi kayak orang mau ke pesta. Dandanannya menor abis. Bedaknya setebal lapisan aspal Jagorawi. Untuk melukis alisnya sayah yakin dia butuh waktu dua jam. Tas Croc made in Mangga Dua ditaruhnya di sebelah kiri dia duduk. Jarinya asik mencetin SONY PSP. Gamers dia.

Sebenernya ndak ada yang asik diliat dari emak-emak inih. Duduk tegak, tenang dengan mata tertuju ke PSP maenannya. Konsentrasi pada maenannya. Meski sayah lama merhatiin tanpa berkedip, dia tetep nunduk ajah. Sesuai dengan maenannya yang menuntut konsentrasi, dan tas yang ditaruh dibangku sebelahnya, adalah sign bahwa, “sayah ndak mau terganggu“.

Fungsi tas adalah “pager pembatas” teritorinya. Inih bagian gue, dan loe  duduk sebelah sanah jauh-jauh dari gue. Persis rumah-rumah di Pondok Indah  dengan pager tinggi berkawat duri mengelilinginya. Inih kawasan gue, teritori gue. Tipikal orang yang cuek dengan lingkungannya. Pokoke dirinya nyaman. Orang laen sebodo teuing

*****

stnk-nehBosen ngeliatin emak-emak STW, ada pemandangan baru. Kali inih nampaknya dari golongan STNK*. Kedatangannya pas banged dengan kebosanan sayah memperhatikan alis yang di batik sedemikian rupa.

Seorang peuyeumpuan berusia jelang 30 an. Berdandan sangat rapih khas Middle Up Jakarta.  Mengenakan Blous model  Full Pressed Body yang tentu sajah menonjolkan lekuk dadanya yang bidang membusung. Mengenakan rok yang juga press body, makin menegaskan bentuk bokongnya yang lumayan sekseh.

Rambutnya item sebahu dengan bentuk mengembang pertanda terawat rajin cream bath ke salon. Ndak lupa nyangklong tas segede gaban warna coklat. Saking gedenya tas, kayaknya bantal guling dan spring bed bisa masuk sekaligus. Lagi-lagi bercorak LV-LV gituh. Tentunya juga made in Mangga Dua.

Cewe STNK inih rupanya ngrasa juga sayah perhatiin dari jauh. Nampak dia reflek merapih-rapihkan pinggang rok nya, merapih-rapihkan blous nya yang dimasukin ke rok, dan berlanjut dengan mengibaskan rambutnya. Mungkin abis keramas karena mandi wajib. Mungkiiiiin…

Gayanya  dan refleknya memang menunjukkan kalo dia termasuk “sadar penampilan”. Tapi di satu sisi sayah mennerjemahkan sebagai cewek yang ndak tau diri sibuk dengan penampilan sehingga selalu ingin keliatan cantik dan sekseh, menutup-nutupin kenyataan, “biarlah apa adanya”.  Saking sibuknya mematut diri, bahkan di tempat umum pun masih sibuk merapihkan penampilan.

Ah, sayah mendingan suka dengan gaya kekasih sayah yang apa adanya. Yang ngaku kalo dirinya “ndut”. Yang ngaku kalo doyan makan. Yang ngaku doyan ngudap ice cream Hagen Daz seliter di depan komputer sambil maen Poker. Yang blak-blakan pasang status di fesbuknya, “kenyaaaaaang….” dan dilanjut  dengan status YM nya, “Alhamdu…???

Dua Ratus Lima Puluh Delapan….

Eh, udah nomer dua ratus lima puluh delapan. Sayah langsung berdiri. Soale sayah yakin pasti ndak ada orangnya. Berarti bentar lagi giliran sayah dipanggil, dua ratus lima puluh sembilan….

.

Tengkyu telah sudi membaca tulisan ndak nggenah inih, dan selamat liburan besok, Ki Sanak….

.

.

GATSU : GATot SUbroto.

CIBO : Mercy tipe C 180

AMIGOS : Agak MInggir GOt Sedikit

STW : Setengan TuWa

STNK : Setengah Tua Ning Kepenak

.

Gambar di ambil dengan LUMIX  DMC FX-33  tanpa blitz.
snowflake Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.