TEST DRIVE, TOYOTA PRIUS HYBRID….

2009 July 31
by mbelGedez™

.
( Mestinya Test drive inih kalo dilengkapi video akan lebih afdol. Bisa lebih gamblang dalam menyampaikan maksud. Tapi  meski tanpa video, Test Drive inih akan sayah sampekan sedetail mungkin, mengingat sayah diberi kesempatan oleh pihak TAM ( Toyota Astra Motor )  untuk mbawa  Prius Hybrid  inih selama seminggu. Disamping ituh, Hybrid pada mobil adalah teknologi baru di Indonesia. Maka, menurut TAM sayah adalah Blogger pertama di Indonesia yang mereview Prius Hybrid…. )

Well…
Saat sayah tulis review inih, pameran IIMS ( Indonesia International Motor Show ) yang berlangsung di Arena PRJ Kemayoran sedang berjalan. Namun karena proses Test Drive sayah anggep sudah memenuhi unsur keperluan posting, maka sayah publish.

Sayah mendapat TOYOTA Prius Hybrid inih pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 dengan cara mendatangi markas TAM langsung, di kawasan Sunter Jakarta Utara. Mobil dalam keadaan bersih dan prima. Interiornya masih bau wangi plastik, pertanda mobil masih tergolong baru. pisang-joged

Oya, saat nyoba sebentaran di ancol KEMAREN ITUH, mobilnya udah kotor banged. Mungkin emang udah kebanyakan orang yang njajal…

prius-samping

.

Setelah mikir bentar, akhirnya sayah putuskan untuk Test drive Keesokan harinya dengan destinasi Bandung. Sayah pilih ke Bandung soalnya track *halah* perjalanan dari Jakarta menuju Bandung lewat Tol kondisi jalannya sangad bervariasi. Naik turun dengan beberapa tanjakan panjang, juga tikungan panjang menanjak.

Rebo, 29 Juli 2009, JAKARTA – BANDUNG, Safety Driving….

Sayah mulai ngegas dari Tempat Sayah Ngitung Duid Receh di kawasan Tamini Square, Jakarta Timur, pukul 10.00 teng. Langsung menuju tol Hankam di Lingkar Selatan, menuju Tol Cikampek. Jam yang sayah pilih cukup tepat, mengingat belom banyak truk pengangkut barang komoditi memenuhi jalan tol, sehingga sayah bisa memacu Prius Hybrid inih dalam kecepatan yang sayah usahakan konstan di 80 km/ jam.

Sayah anggep 80 km/ jam adalah kecepatan ideal untuk mobil apapun di jalan bebas hambatan. Disamping ituh, sayah ingin tau “seberapa” hemat bengsin si Prius Hybrid inih, bila dikemudikan dalam kecepatan yang relatif konstan. Memang, pada kenyataannya pada display TFT berukuran 7 inch di dashboard selalu menginformasikan konsumsi pemakaian BBM selama perjalanan berlangsung. Informasi ituh mengatkan, konsumsi rata-rata selama sayah mengemudi bervariasi antara 4.5 – 7.5 lt/ 100 km.

Hah…???

Yang beneeeerr….

Oya. Untuk informasi tambahan, Prius yang sayah test adalah generasi ke dua. Sedangkan yang akan dipasarkan di Indonesia mulai Agustus  2009 nanti adalah generasi ke tiga.

Adapun perbedaan antara generasi ke dua dan ke tiga, hanya pada interior, dan display pada dashboard yang dirancang lebih futuristik, dan lebih memenuhi unsur safety. Karena cara pandang pengemudi saat melihat kondisi jalan di depan dan melirik display tidak terlalu jauh.

dashboard-prius-generasi-ke-dua

Disamping ituh, mesin bengsinnya ditingkatkan menjadi 1800 cc VVTi agar lebih bertenaga, dibanding generasi ke dua yang masih mengusung mesin 1600 cc. Untuk eksterior/ body, sama persis ndak ada beda. Menurut Mr. Akmal dari TAM, bentuk body tetap dipertahankan karena itulah aerodinamika yang terbaik untuk kondisi saat inih.

Performa mobil mulai menunjukkan kinerja Hybrid yang lebih barvariasi saat mulai memasuki kawasan Sadang-Purwakarta di km 90, dimana di sepanjang 20 km kedepan kondisi jalan tol mulai memasuki tanjakan panjang yang sangat menguras tenaga mesin. Nampak beberapa truk mengambil lajur paling kiri dengan asep hitam mengepul karena ngos-ngosan menghela beban muatan.

Prius tetep melaju tanpa masalah bersanding dengan Innova, Jazz, Avanza, dalam speed yang sayah tetep usahakan di 80 km/ jam. Tampak pada display, komputer menginformasikan bahwa mesin bengsin dan mesin baterai menyala secara bersamaan untuk mengikuti kemauan sayah dalam mempertahankan speed.

Sementara ituh bila jalanan agak menurun, dimana sayah mulai mengangkat pedal gas untuk mengurangi kecepatan, komputer mengatur secara otomatis agar tenaga kinetik tidak tebuang percuma, yaitu dengan mengubahnya menjadi “charging”, ato mengisi baterai dimana tadi saat di tanjakan tenaga baterai juga dikuras untuk menghela kendaraan. Semua terpampang dengan jelas pada display 7 inch tersebut.

Semua proses pergantian maupun perpaduan penggunaan tenaga mesin diatur oleh komputer yang tertanam di dalam mobil. Kita sebagai pengemudi cukup mengemudi sebagaimana biasa mengemudikan mobil matic konvensional. Komputer udah tau kapan harus menggunakan mesin bengsin, kapan harus dua-duanya nyala bersamaan, kapan nyala mesin baterainya saja, kapan nyala mesin bengsin sambil melakukan proses charging, dan kapan hanya melakukan proses charging.

Makanya ndak heran, dengan proses yang bervariasi ituh Prius mampu melakukan penghematan BBM secara signifikan. Lha gimana coba, saat mobil konvensional bermesin bengsin harus menguras tenaga membakar BBM di tanjakan, si Prius saat menanjak malah dibantu dengan tenaga mesin baterai. Artinya, pemakaian BBM ndak sebanyak mobil bengsin konvensional, karena mesin bengsinnya Prius ndak perlu ngoyo menguras tenaga. Ya ndak ???

Perjalanan ke Bandung berlangsung dengan aman dan sukses dalam tempo sekitar dua jam. Sepanjang perjalanan dan selama muter-muter di kota Bandung banyak mata memandang. Gimana ndak, wong Prius Hybrid  saat  inih cuman ada 6 unit di Indonesia tentu mbikin orang penasaran, khususnya dari para Automotive Anthusiast.

Maka sayah pun sampe berbusa-busa njelasin kepada tiap orang, setiap kali sayah parkir, tentang apa ituh Prius Hybrid, dan sayah mencoba meluruskan persepsi salah dari mereka, yang mengira bahwa mobil Hybrid ndak isa kencang, ato kuatir bingung kalo setrum baterainya abis saat di jalan, ato mereka mengira, mesin Hybrid adalah mesin  “berteknologi aneh”. whattttt

prius-nampang-di-depan-gedung-sate-bandung

.

So.  sayah ndak kaget bila sebelom kembali ke Jakarta pada malem harinya, sayah dapet oleh-oleh peuyeum. Mobilnya keren soale…. ngakak

BANDUNG – JAKARTA,  Reckless Driving….

Lewat tengah malem sayah baru mbalik ke Jakarta setelah menikmati peuyeum Bandung. Sayah memasuki pintu tol Pateur menuju Jakarta. Di gerbang nampak sepi kendaraan. Namun saat memasuki kawasan Cimahi, mulai banyak mobil yang melaju menuju Jakarta. Siyalnya, mereka semua nyetirnya kayak dikejar setan borokokok. idiot

Sayah berusaha menahan diri di 90 km/ jam. Bukan hanya soal  sok alim di jalan tol, tapi saat mbawa Prius inih adalah misi Test Drive. Tentu safety lebih diutamakan.  Disamping sayah menjaga image Toyota yang saat inih dibebankan dipundak sayah. Namun sopir-sopir siyalan ituh selalu memberi sayah High Beam, alias sayah di suruh minggir. Serba salah juga, mau minggir tapi di lajur kiri ada truk ato kendaraan laen.

Dengan terpaksa sayah meladeni mereka dengan speed diatas 100 km/ jam. Maka tiap kali pedal gas Prius sayah bejek dengan kasar, mesin bengsin dan mesin listriknya meraung mesra mengikuti kemauan sayah, hingga speedometer digital di dasboardnya yang sekseh mimalis menunjukkan angka 139 km/ jam. Ituh kecepatan tertinggi yang berani sayah lakukan karena sebenernya ilegal, meskipun nampaknya masih terasa ada sisa injakan lebih dalem lagi bila mau. nonono

Tol Cileunyi inih memiliki karakteristik unik sangad berbahaya. Yaitu perpaduan antara permukaan aspal yang Bumpy, jalan menurun, dan tikungan panjang. Maka ndak heran banyak bekas kecelakaan di kawasan Cimahi inih. Bekas pengereman yang mengkibatkan karet ban menggerus aspal ada di sanah-sinih karena mengemudi dalam kecepatan tinggi namun ndak siap dengan kondisi jalan maupun dengan kendaraan yang dikemudikannya.

Beruntung, Prius Hybrid sudah dilengkapi ABS (Anti-lock Brake System) untuk pengereman yang lebih pakem tanpa gejala ban “terkunci”. Disamping ituh juga mengadopsi EBD (Electronic Brake-force Distribution), yang mengatur tekanan rem bisa “merata” di keempat rodanya.

Salah satu penyebab kecelakaan dalam kecepatan tinggi di tikungan panjang adalah gejala oleng, yang gagal diantisipasi oleh pengemudi. Nah, si Prius inih udah dilengkapi juga dengan TRC (Traction Control system). Mobil akan terasa mantap untuk tetep berada di lajurnya.

Mengingat body Prius yang cukup tinggi dibanding sedan, maka ntuk lebih meningkatkan keamanan, Prius juga dilengkapi dengan VSC (Vehicle Stability Control), sehingga gejala Under Steer bisa direduksi. Genggaman lingkar kemudi pun tetap terasa mantap dan lembut.

Maka kawasan berbahaya Cimahi inih bisa sayah lewati dengan sukses….

APA YANG MENARIK DARI HYBRID…???

Sesampai sayah di kawasan Cibubur dimana sayah tinggal sudah menjelang pukul 04.00 pagi. Jalanan Arteri Cibubur sangad sepi. Maka sayah berhenti sejenak, dan secara nekad mencoba menu EV ( Electric Vehicle).  EV inih adalah mode dimana Prius dikendarai secara Full Battery.

Prius seharga hampir 600 juta melaju perlahan hingga 20 km/ jam dengan senyap. Kedua jendela kiri kanan sayah buka sambil menikmati bau busuk jalanan arteri Cibubur karena sering dilewati truk pembawa sampah menuju Bantar Gebang. AC ndak sayah nyalakan untuk menghemat pemakaian strum baterai. Andai saja tanpa menyalakan lampu besar pasti pemakaian baterai bisa lebih hemat lagi.

Prius berhasil sampai di rumah sayah, dengan kesenyapan  yang luar biasa. Ndak ada yang tau kalo sayah udah nyampe rumah karena memang ndak ada bebunyian mesin. Sebenernya ada juga bunyi dengungan mesin listriknya, namun sangat halus sekali. Mirip dengungan tawon. Sungguh ! Sedemikian halusnya, suara mesin pompa air sanyo ajah udah terlalu berisik bila dibanding mesin listriknya Prius.

Situh udah pernah duduk di bangku kemudi dan di dorong orang karena mogok ???

Nah, sensasi seperti itulah yang sayah dapetkan saat mengemudi dengan tenaga baterai saja. Yang terdengar cuman bunyi ban  menggilas kerikil-kerikil kecil jalanan.

Sayah jadi berpikir, mobil inih sangad cocok buat sayah yang suka minggat dari rumah malem-malem untuk dugem, ato ke rumah cem-ceman sayah tengah malem buta tanpa kuatir tetangga cem-ceman sayah terjaga karena kedatengan sayah. Hmmm… Ciamik…!!! yupi

APA SEH, KEKURANGANNYA PRIUS HYBRID…???

Tentu, tak ada gading yang tak retak. Namun dimata sayah, Inih mobil yang sempurna. Sayah kesulitan mencari kekurangannya, disamping inih tergolong mobil berteknologi baru di Indonesia, juga belom ada pesaingnya. Jadi sulit untuk mencelanya, bukan…???

Namun begituh, sayah ada catatan kecil soal si Prius inih selama Test Drive. Yakni;

1. Ada bebunyian seperti siul mirip turbo saat bekerja, namun lebih halus lagi. Bebunyian intuh muncul bila mobil melaju dengan  kecepatan diatas 70 – 90 km/ jam. Sayah ndak tau darimana asal bunyi ituh datengnya…

2. Karena mengejar efek aerodinamika ( kadar Coefficient of  Drag  Prius 0,25 ), maka pada buritan Prius tercipta bentuk melandai dengan Spoiler diujungnya. Di bawah Spoiler inih terdapat kaca kecil yang di Tint hitam dari sononya. Jadi, antara kaca yang melandai dan kaca kecil, terdapat “tulang” untuk kaca.

tulang-kaca-belakang

Bila di siang hari saat kita melihat kondisi lalu lintas di belakang kita lewat spion tengah, kehadiran tulang inih cukup mengganggu. Yakni agak sulit melihat kendaraan di belakang kita yang menyalakan sein, karena pandangan kita  tertutup “tulang” ituh. Namun di malem hari ndak masalah, karena pendar lampu sein tetep keliatan.

Mungkin Prius perlu dipasangin Mini Camera, yang akan lebih jelas dalam memantau kondisi di belakang….             :roll:

Well,…

Semua soal Prius udah sayah eksplor, sehingga sayah bisa tau hebatnya mobil inih. Yang sayah belom tau adalah kecanggihan SRS, alias seperangkat Air Bag yang ada di setir, dek samping, dan jendela samping. Juga Active Headrest yang akan melindungi kepala dari cedera leher. Soale untuk bisa mengalami semua ituh, mobil harus mengalami suatu benturan  yang luar biasa alias kecelakaan.

Iiih,…

Amit-amit jabang baby….. berdoa

.

>>Makasih banged buat Bayu dan Asri dua Blogger BATAGOR jamaah sayah yang telah menemani sayah keliling kota Bandung…

>>Posting inih terkait  DENGAN INIH

.

.

.

.

.
product review
26 Responses leave one →
  1. 2009 July 31

    Aduh isin saya malu – maluin tak kira mobilnya gak nyala kemaren ini .

    Mbel:
    Kalo lagi parkir, dan mau di jalankan memang ndak bunyi, boss…
    Karena dia dalam posisi Battery Mode…

  2. 2009 July 31

    waaaaa gak seruuuuuuuu… mentang – mentang menggauli babu baru eh mobil baru gak kasih khotbah jum’at, lhaa ini mahzab bocor alus dah mau ditinggalkan imam nya niyyyyy

  3. 2009 July 31

    Hmmmmm insight yang menarikkkk suaranya nyaris ndak kedengeran pas buat yang ngendus-endus pulang pagiiiii. Kayaknyaitu mesti diedukasi ke salesnya Toyota, jadi kalo jualan ke para Om Om ato Tante Genit yang diunggulkan ituhhh, bukan soal ramah lingkungannnya hahahahahahaha

    Mbel:
    Hahahahaha…..
    :lol:

  4. 2009 July 31

    aduuuuuuh saya mengirih sangaaaaaddddhh… aku ndak diajak mbonceng kemaren om :cry:

    Mbel:
    Sekarang ndak usah cari-cari alesyan, MASIH ADA WAKTU 3 HARI…

    Ayoooh, mau kemana…?!! ;)

  5. 2009 July 31

    walopun mbel kadang menjajakan ketampanannya dengan cara yang *tidak* benar, bagemanapun juga saya teteup bangga punya imam yang dikasi kepercayaan sama Toyota buat test drive… yeah baiklah, pride and joy with eco..co..co..

    **uhukuhuk** :cry:

    Mbel:
    Halah….

  6. 2009 July 31

    *membaca khotbah dengan khidmad*

    batrenya pake alkaline gak, biar tahan lama gitu =))

    komen di atas, huahahaha
    jadi para wanita, waspadalah bila lelaki anda membeli mobil ini
    :D

    Mbel:
    Wekekekek….
    Malem-malem menyelinap pergi dan pulang ndak kedengeran….

    :lol:

  7. 2009 July 31

    100km hanya butuh sekitar 6 liter, beneran Mbah? Apa gara-gara perpaduan dengan battery, sehingga pemakaian BBM juga menjadi lebih irit?
    Ki sakjane montor piye tho? Gak mudeng blas ki.

    Mbel:
    Makanya di baca, thoo….

    :roll:

  8. 2009 July 31

    kalok pake menu EV max speed nya bisa berapa mbah?

    Mbel:
    Wah, mestinya Off The Record neh…
    Pastinya, sayah sempat di 60 km/ jam….
    :lol:

  9. 2009 July 31
    WahyuNo Gravatar permalink

    Wah………. wah…………. Mobil yang sangat sangat sangat irit yah. Cocok ni untuk menggantikan Kijang sayah yang bengsinnya “agak” boros, sekitar 9-10 km/liter…… Tapi sayang harganye rada mahal :-( . Bisa2 rumah and other dijual……. Oh ya kalau mobil ini dinyalakan dengan elektrik(maksudnya batterynya kalee) max speednya berapa? Charge the battery make a using sun or Electrics State Corporation (PLN)? Kok interiornya ndak ditampilkan sih. Semoga negara kita bisa menjadi negara maju dan memproduksi mobil Hybrid sendiri dengan harga yang lebih terjangkau…… amien………. :mrgreen:

    Mbel:
    Karena apa yang sayah review dititik beratkan pada unjuk kerja. Sedangkan dashboard yang sayah review dan yang akan di jual di Indonesia berbeda. Dikuatirkan menimbulkan kebingungan dari peminat yang ingin membeli…

  10. 2009 July 31
    adipati kademanganNo Gravatar permalink

    pulang dari bandung dapet oleh-oleh peuyeum, maksudnya peuyeumpuan mbah. Wenak no, udah dikasih test drive gratis, dapet “ituh” lagi

    Mbel:
    “ituh” maksude apaan, yah…???

  11. 2009 July 31

    tuku 10 mbel

    Mbel:
    Weh…
    Si juragan hostingan mau mborong.

    Udah di baca belom ???

  12. 2009 August 1
    yaibakapalNo Gravatar permalink

    heemmm…..ngiri. coba ada teknologi kapal hybrid.

    Mbel:
    Hmmm…
    Coba situh mbikin….
    ;)

  13. 2009 August 1

    Bunyi kayak turbo itu mungkin karena ke-2 mesin hidup bebarengan.
    Wah, kok ndak mampir?

    Mbel:
    Mampir mana ???

  14. 2009 August 1
    Helmi PerdataNo Gravatar permalink

    test driver dan mobilnya sama-sama hebat…

    Mbel:
    Halaaah….
    Mentang-mentang abis ndobos soal peuyeum, jadi muji-muji gitu deeh…
    ;)

  15. 2009 August 3

    *terpaksa nyari suami kaya raya yang mampu mbeliin mobil ini*

    Mbel:
    Ayo dong bu itik…

    Kamu Bisa…!!! :D

  16. 2009 August 3

    Top, 600jt, rumah dan mobil yang ada sekarang dijual pun tetap tak sanggup terbeli, wakakakakakak..

    Mbel:
    Wakakakaka…. :lol:

    Lumayan, numpang nampang 600 juta untuk seminggu….

  17. 2009 August 3
    j4pNo Gravatar permalink

    ……

    *** cuma bisa ngiler membayangkan…..

    Mbel:
    Wekekeke….

    Maap ya boss, sayah ndak jadi ke Semarang….
    :roll:

  18. 2009 August 3

    Wah dipinjemin, Om?

    Nek aku dah khilaf tuh, gak tak balikin :D

    Mbel:
    Tadi waktu tak balikin, mereka malah bilang, “kok buru-buru di balikin boss…???”.

    :lol:

  19. 2009 August 3

    ckckck tak pikir sama kek harga vios…

    600 jeti lae…

    Mbel:
    600 juta tuh murah….

    Orang Jakarta kan udah biasa mbeli alphard dan LC yang se milyaran… ;)

  20. 2009 August 3
    abengNo Gravatar permalink

    two thumbs up…
    thanks for the review :D

    Mbel:
    Sama-sama…
    :D

  21. 2009 August 3
    Citra DewiNo Gravatar permalink

    Gmna yah rasanya naik mobil yg harganya 600 jt? Kapan beli Oom?
    btw klo bl mobil itu disini dikasih keringanan oleh pmrth jadi bayarnya agak murahan. Krn mobil ini sgt mengurangi polusi udara.

    Mbel:
    Kebalikannya dengan di Indon, pajaknya doang 220 jt….
    :lol:

  22. 2009 August 4
    Helmi PerdataNo Gravatar permalink

    Setelah ngetest mobil hybrid ini, aku tunggu implementasinya dalam kehidupan sampeyan khususnya untuk milih chika hybrid, cem-ceman hybrid, everything is hybrid dah pokoknye…

    Mbel:
    Wooo…

    Itu pasti….

  23. 2009 August 4

    ini jenis mobil yang lebih masuk akal dibanding mobil yang cuma make tenaga listrik, paling ndak untuk sekarang. sayangnya harganya masih blom masuk buat saya. ngomong-ngomong kalo yang mode EV bisa tahan sampe berapa kilometer mbah?

    Mbel:
    Karena kondisi jalanan negri kita yang antik, maka sulit di ukur dalam kilometer. Tapi denger-denger TAM pernah ngetes di Jagorawi yang kondisi jalannya relatif lurus dan datar, bisa nembus 60 km….

  24. 2009 August 4

    duh, kapaaan… aku duwe libom koyok iku yo?
    :roll:

    *ngitung duwit recehan ndek dompet*


    Mbel:
    Beraaat……

  25. 2009 August 5

    Itu city car ya om, klo di pake di nggunung yg jalannya nggronjalan gitu, kira2 awet ga? :D

    Mbel:
    Di Jepang jalanannya alus semua….

  26. 2009 September 10

    hwasyemik. baru liad posting ini. besok2 saya mau jadi navigator kalo ada test drive kek gitu lagi.

    Mbel:
    Beberapa jamaah sayah ajak nyoba mobil ajaib inih….
    ;)

Komentar situh bergantung pada amal dan ibadah situh

Note: Situh bisa pake basic XHTML dalem komentar. Email situh Ndak Bakalan dipamerin ke orang-orang.

Komentar lewat RSS

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.