ANTARA KPK vs PULISI a.k.a CICAK vs BUAYA, DAN SAYAH

2009 November 9
by mbelGedez™

.

( Terlambatkah sayah nulis inih…???  Menurut sayah sih, ndak terlambat. Justru sayah merasa inih saat yang pas )

Wahai jamaah sekalian….

Seperti kita tau, ribut nasional soal KPK vs Pulisi, ato biasa disebut Cicak vs Buaya udah menjadi santapan sehari-hari manusia Endonesa saat inih. Dari wong gede sampe gembel pinggir kali ngisor jembatan semua pada ngomongin inih. Sayah nulis inih pun, karena desakan beberapa jamaah yang ndak tau malu.

Jamaah Madzab Bocor Alus sekalian….

Sayah pengen nulis dikit ajah mengenai gonjang-ganjing inih. Selama panasnya persoalan beberapa waktu yang lalu, sayah justru ndak minat untuk nulis. Sayah ndak minat untuk join-join ’cause’ ndak nggenah ituh di Fesbuk. Bukan berarti sayah mbelain pulisi ato seneng dengan korupsi, tapi semata-mata sayah berusaha berpikir jernih.

Kita inih ndak lebih hanyalah manusia pendosa yang munafik.

Catat baek-baek statement sayah diatas. Apa pasal…???  Situh semua nyela-nyela pulisi tukang korup, tapi sebenernya situh sendiri yang korup. Situ mbawa motor biayakan nglanggar lampu bangjo ndak pake helm ndak gableg SIM, gilirannya ketangkep pulisi situ ndak trima. Berhubung situ pake motor pinjeman, maka situ nyogok pulisi. Alih-alih berterima kasih, begitu dilepasin sama pulisi situ ngomel-ngomel, katanya pulisi mata duwitan…

Bacot situ tereak-tereak benci sama korupsi, tapi gilirannya tes CPNS pada sibuk nelponin sayah, mintak tolong ‘Mbel, gimana caranya biar ketrima, mbayar 80 juta juga mau deh. Tolong ya Mbel ‘…. Ato kayak tetangga sayah yang bela-belain juwal tanah dan mobil agar anaknya yang bergelar SH bisa ketrima di kejaksaan. Berapa sogokannya…???

Ndak banyak, 350 juta sajah.

Apa jadinya negri inih kalo dipenuhin dengan manusia-manusia munafik…???

Ya kayak sekarang inilah, seneng banged menghujat seseorang tanpa tau duduk persoalannya. Pokoke asal bisa nyela orang, bahagialah hati inih. Pokoke kalo orang laen bisa celaka, senanglah bathin inih. Biar ajah orang laen menderita asalkan bukan badan inih. Seperti kata-kata iklan sebuah rokok, “Senang liat orang susah, susah liat orang senang“.

Coba tanya jujur pada diri situh, yakinkah situ bahwa pulisi ituh salah…???   Yakinkah situh bahwa orang-orang KPK ituh bener…???

Di  tiga akun Fesbuk sayah yang laen, sayah nyoba bertanya  dalam status yang sayah pasang, Kenapa sih kok dinamain cicak dan buaya…???  Bukan kadal dan biawak…???  Bukankah kalo kita sedang dikerjain kita suka bilang ‘dikadalin’…???

Ternyata pada ndak isa njawab. Karena pada ndak tau asal muasal kata Cicak.

Sayah juga yakin, diantara situ semua ndak semuanya tau, kenapa dinamain cicak dan buaya….

Nah, kalo pada masalah sepele gitu ajah situh ndak tau, gimana mungkin situh melakukan ‘penghakiman’ bahwa pulisi pasti salah, dan KPK lah yang paling bener….???

Sayah ngerti….

Sebagian besar dasar berpikirnya adalah, Chandra dan Bibit adalah orang KPK. KPK adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Mosok pemberantas korupsi malah dipenjarain sama pulisi. Jelas inih pulisi sangad ngawur…

Wahai jamaah sekalian….

Saat situh nge klik “Join dengan sejuta Fesbuker” ituh, pernahkah diri situh berpikir, Bersihkah diri sayah…???  Benerkah sayah anti karupsi…???

Sekali lagi, janganlah situh berpikir bahwa sayah pro korupsi. Sama sekali jangan. Sayah juga sebel banged sama korupsi. Waktu dulu sayah memulai usaha, sayah juga kena palak dari level RT, Kelurahan, Kecamatan, Walikota, dan Departemen terkait. Perijinan yang resminya habis  15 jutaan sajah, bisa membengkak 2x lipat. Kalo ndak ngikutin arus, perijinan ituh bisa setaon  baru kelar. Padahal yang namanya usaha, ndak isa jalan ditempat bukan ???

Marah…???

Kita ingin jujur, tapi kebentur. Akhirnya kita juga ‘terjebak’ didalemnya. Kita sebenernya ndak ingin berada dalem permaenan inih, tapi kita ndak isa lepas. Kalo ndak ingin terjebak dalem hal-hal beginian, mungkin kita bisa niru hijrah ke Belanda kayak Bang Aip. Dimana dia bisa hidup dengan tenang tanpa perlu menyogok ato disogok. Bisa setiap waktu sepeda-sepedaan tanpa perlu takut ditabrak motor gila dengan knalpot meraung-raung.

Kembali ke soal menghakimi Bener ato Salah, sayah kok lebih suka dengan kata-kata orang tua Jawa jaman dulu. Yaitu, BECIK KETITIK, OLO KETORO. Yang artinya, yang baik pasti terlihat. Sedangkan yang jelek akan terbukti jelek. Masalahnya, bila terlalu banyak yang turut campur tangan akan menyebabkan yang Becik (baik) itu tadi menjadi ra ketitik (ndak terlihat), sedang sapa yang Olo  (jelek), juga jadi ndak jelas.

Sudahlah, serahkan pada ahlinya ( pengadilan ) untuk menilai segalanya. Untuk soal inih, sayah sepakat dengan pengacara kondang Anggara Suwahyu SH.

>>Apakah situh udah mencoba melihat tengkuk situh sendiri, Ki Sanak….???                  ;)

44 Responses leave one →
  1. 2009 November 9

    wah kalo saya sih balance mbah…antara menyogok dan disogok :D

  2. 2009 November 9

    cicak yang ini bisa putus ngga yah “buntut” nyah … hahaha

  3. 2009 November 9
    PrasetyandaruNo Gravatar permalink

    Semoga kata2 orang jawa jaman dulu yang BECIK KETITIK OLO KETORO itu belon kepleset menjari BECIK KETITIK OLO RUPAMU MBEL!!! :) :D

    kalo’ kata sahibul hikayat yang mungkin ngibul..kata Cicak VS Buwaya itu muncul dari setatemennya Pak Pulisi Susno Duadji (ngan)<——–saya gak menghujat..cuman suka mleset2in….jadi katanya dia, ada wawancara tentang alat sadap punya pulisi ma alat sadap punya KPK, lha pas ditanya wartawan, mana yang lebih bagus? Pak pulisi ini njawab…kalo diibaratkan hewan, alat sadap punya pulisi itu buaya, lha alat sadap KPK itu cicak. Itu di ungkapkan beliau bapak pulisi itu di RDP di DPR yang disiarin langsung kek siaran bola waktu kapan itu saya lupa.

    Mbel:
    Ya Ya…
    Sayah juga inget,lebih kurangnya begitu….

  4. 2009 November 9

    cicak & buaya lima tahun kedepan bisa jadi diperebutan hak patennya lho…
    susah untuk “nyetip” (menghapus) culture yang telah menyatu dengan darah daging dan tulang sumsum.
    mau revolusi, melanggar HAM
    yah paling ndak mulai dari diri sendiri sajah lah…terus terang aku jugak nyogok je…saad mbuwat SIM n KTP

    Mbel:
    Makanya,mulai dari diri sendiri.

  5. 2009 November 9
    adipati kademanganNo Gravatar permalink

    Asalnya dari pernyataan pak DJ itu mbah mbel, ”Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya“. Nah dalam suasana yang ndak menentu ini, statemen diatas diringkas menjadi buaya VS cicak dan dilempar ke mesyarakat untuk dibangun sebuah opini.
    Namun yang sangat disayangkan adalah permintaan maaf Bambang H. Danuri tentang istilah “cicak VS buaya” tidak diekspose oleh berita, permintaan beliau untuk tidak menggunakan istilah “cicak VS buaya” tidak dieskpose juga. Masyarakat kan tahunya yang ada di berita bahwa telah terjadi pertarugnan antara “cicak VS buaya”. Jadi, salah sendiri tidak mencari informasi pembanding.
    KPK sebagai lembaga anti korupsi memang dibentuk untuk memberantas korupsi, Polisi Indonesia dibentuk untuk mengayomi dan mengamankan masyarakat. Tidak ada yang salah kan, kalau ada indikasi penyalahgunaan wewenang oleh pajabat masing-masing institusi, mari kita buktikan bersama dihadapan pengadilan.

    Mbel:
    Setuju…

  6. 2009 November 9

    Perasaan posting yang lalu Simbah juga sedang menghujat…

  7. 2009 November 9

    Bos, dalam kasus ini, saya milih untuk memihak. Karena dengan memihak, saya rasa bisa menjadi pintu untuk mendorong perubahan di sistem penegakan hukum dan peradilan yang bobrok. Saya memilih memihak KPK, karena dari sisi itulah kita bisa mendorong perubahan yang besar di sisi Polisi, Kejaksaan, dan Pengadilan. Terlalu banyak saya mendengar cerita2 yang bikin pedih dari sistem penegakan hukum dan peradilan kita. Mulai dari temen yang mesti bernego dengan hakim di mushola pengadilan demi pasal yang hendak dijatuhkan untuk keluarganya, temen yang mesti keluar uang di pulisi ketika ngurusin kasus hukum, dll.
    KPK mungkin tidak 100 persen sempurna, tapi saya tahu lingkungan yang baru seperti KPK telah menjadi lingkungan yang lebih baik bagi para penegak hukum disana untuk bekerja lebih profesional.

    Mbel:
    Mungkin situ ada benernya….

    Btw, situh ada kenal apa ndak dengan orang-orang KPK…??? ;)

  8. 2009 November 9

    Mendingan ngurusin tokek aja, Om. Harganya ratusan juta lhoo…. :D


    Mbel:
    Woogh….
    Inih tokek hutan dari sumba, dan kalimantan, kan…???

    Bingung juga mau percaya kepada siapa. Lha wong pada berani sumpah tuh? “Sumpah gak trima duwit 10 milar”. Kok gak bilang “sumpah gak trima duwit sepeserpun”. Takutnya sumpah gak trima 10 milyar tapi 11 milyar :D Semua orang berlomba-lomba bersumpah mereka yang benar. Trus sing salah sopo to? Mo percaya ma sapa kita? Wis ah rak melu-melu :D

    Mbel:
    Hahahahahah….. :lol:

  9. 2009 November 9
    Den doblehNo Gravatar permalink

    OM,klw cicak ama buaya kawin anaknya apanya apa ya om,KADAL BUNTUNG kah??slamat hari senin ki sanak sudahkah anda jadi kadal buntung…

    Mbel:
    Anaknya ya situh…
    :P

  10. 2009 November 9

    Justru karena tahu dan mbandingin bos, makanya sampe pada kesimpulan :-)

  11. 2009 November 9

    “Sumpah gak terima duit 10 milyar”, lah wong aslinya dia “minta duit 10 milyar”, hehe
    silahkan baca http://www.detiknews.com/read/2009/11/06/103449/1236450/10/anggota-komisi-iii-masih-belajar-pidato-gagal-dalami-masalah

    Mbel:
    Hihihihih….

    Selama sayah ndak kebagian duitnya, berarti beneran ndak trima 10 M…. :lol:

  12. 2009 November 9

    apa berarti ndak boleh kalo sayah masih terlibat korupsi (mungkin saya masih nyogok polisi ketika bikin SIM), tapi saya benci dengan korupsi dan berusaha memberantasnya?

    Batman saja tetap membunuh ketika dia sebenarnya benci dengan pembunuhan.

    Rasanya kalo kita nunggu diri kita benar-benar bersih baru berusaha membersihkan semua udah telat. Tapi ya sudahlah, memang kadang butuh keberanian lebih untuk menyatakan sesuatu itu salah. Apalagi ketika kita sendiri masih melakukannya. Ndak banyak tuh orang yang berani melakukannya.

    Mbel:
    Batman….???

    :roll:

  13. 2009 November 9

    lah dah lah hukum itu dibuat kan buat dilanggar. lah kalau ndak dilanggar dagelan kaya gini gak ada. ini sebenernya yang sponsorin tipi buat bikin dagelan low budget.

    lah daku mah kalau disogok 10 milyar mana mau . kemurahan . kalau kabur keluar negeri juga bisa brapa lama tuh

    Mbel:
    Wekekekek….

    Sayah kok sepikiran sama situh Yu. Andai mau nrima duid, rasanya ndak sebanding 170 M : 10 M….
    Minimal trima 35 M baru manteb tuh buat tinggal di Singapore….
    :lol:

  14. 2009 November 9
    WahyuNo Gravatar permalink

    Bacot situ tereak-tereak benci sama korupsi, tapi gilirannya tes CPNS pada sibuk nelponin sayah, mintak tolong ‘Mbel, gimana caranya biar ketrima, mbayar 80 juta juga mau deh. Tolong ya Mbel ‘…. Ato kayak tetangga sayah yang bela-belain juwal tanah dan mobil agar anaknya yang bergelar SH bisa ketrima di kejaksaan. Berapa sogokannya…???

    Ndak banyak, 350 juta sajah.

    Apa jadinya negri inih kalo dipenuhin dengan manusia-manusia munafik…???

    Ya apa jadinya yah om? Indonesia mau dibawa ini :roll: ? Walaupun sayah masih buta tentang hal ginian (maklum masih SMP ;) ), tapi sayah 100% sangat benci dengan koruptor… :evil: Karena amatlah merugikan rakyat. :)

    Mbel:
    Benci yah…???

    Keluarga situh ada yang korup, ndak…???
    Coba deh, liat-liat dulu….
    ;)

  15. 2009 November 9

    kirain lagi bahas buaya darat sama lubang buaya :mrgreen:
    *kaboor*

  16. 2009 November 10

    moco alon-alon asal klakon, sambi dulinan kucing

  17. 2009 November 10

    Saya mau komen lagi, mumpung ndak bayar saya mau komen agak banyak.
    Pertama, hari ini kan hari pahlawan, apa situ mengibarkan bendera di t4 situ ngitung duit receh ato dirumah? Mungkin ini terkesan ndak ada hubungannya ma postingan situ, tapi kalo ditelaah jauh sangat berhubungan lho…setau saya, ndak ada edaran surat ato siyaran di tipi yang menganjurkan pada ngibarin bendera pada hari ini, kan sibuk pada ngurusin KPK ma pulisi yang lagi gontok2an, yang kedua, gak usah ngomong soal nyogok menyogok dulu deh, semua dimulai dari diri kita sendiri, kalo kita masih suka mancal pedal gas nyrobot jalan, sementara ada motor di depan klaksonnya bunyi tan….tin…tan….tin minta jatah jalan tapi kita tetep cuek, ya jangan harap korupsi bisa disetop. Tipikal orang indon kan, selaen ngantuk abis makan, adalah suka ndak sabar dan pengin cepet, ini yang sebenernya menjadi awal mula sogok menyogok..ya ndak? Terus mengenai hijrah ke Belanda, kalo saya kok itu ndak perlu dilakukan, tarohlah duit kita 10.500.000 cukup buat mbeli tiket ke Amsterdam lewat mBali naek Kate Pasifik (cathay pasific) lha terus disono mau ngapain? Utek2 upel? Persis seperti kata situ dulu, bahwa Indon ini sebenernya negeri yang indah, hanya salah urus..tugas kita sekarang ya ayo dibikin kekmana biar gak salah urus..klise memang, tapi apa ya mau ngeluh terus?

  18. 2009 November 10
    ndrunNo Gravatar permalink

    yg msih kpikiran sm sy knapa smpe terlontar istilah “cicak vs buaya” olh kapolri waktu ntu. kyknya ungkapan isi hati yg spontan terlontar hehe. yg jelas dua2nya sama2 reptil. cuma yg satu kelas buaya dan yg satu kelas cicak. seakan2 secara nggak langsung blio mengolok2 reptil kelas laen yg permainannya dibawah level dia. kita sma2 tau, ssh cari institusi yg bener2 bersih dari oknum2 reptil ini di indonesa. blio mnuding/mmg bnr tau klo kpk ada unsur korupnya, tapi u cicak jgn coba2 lwn buaya. hehe. klo mmg kpk bener2 bersih, sy sangat tidak stuju istilah “cicak” ini dibela2, krn bukan analogi yg tepat buat sy. just an opinion.
    CMIIW

    Mbel:
    Lebih kurangnya begitu analoginya. Siapa yang bisa njamin KPK 100% bersih dari korup…???

    Ini soal duid milyaran, gan…. ;)

  19. 2009 November 10
    ndrunNo Gravatar permalink

    @bukan facebook. sy rasa fokusnya disini bukan pada keberanian menyatakan ssuatu itu salah atau tidak. tapi euforia dalam membela sesuatu yg belum jelas salah atau ndaknya. atau jgn2 yg dituntut dan yg dibela sama2 salah tapi kalibernya beda. yg sharusnya masyarakat tuntut adalah kejelasan perkara, pengungkapan kasus sebenar-benarnya dan tindak keadilan yg seadil-adilnya. sebuah tututan yg sulit di habitat indonesa yg skarang ini, krn sebagian besar2 kita2 ini org munafik. memihak pd salah satu kutub pembelaan di antara 2 kutub yg persengketaannya blum jelas jg bukan langkah yg cerdas, seharusnya masyarakat brada diluar perseteruan dan menuntut cicak&buaya ini untuk bener2 transparan dalam setiap tindaknya krn tanggung jawab mereka yg seharusnya adalah abdi masyarakat. tapi euforia ini ada bagusnya jg, shingga kasus ini terus terangkat ke permukaan, alangkah baiknya kita bisa lebih cerdas.
    lagi2 just an opinion. :D CMIIW

    Mbel:
    Benul…!!!

    Inih yang sayah maksut…!!! :D

  20. 2009 November 10

    mak jleb tenan tulisan ini. memang yang paling gampang itu nyari salahnya orang :mrgreen:

    untuk daripada itu, karena saya yakin di sini banyak pembacanya, ijinkanlah saya mengajak sodara-sodara untuk mematuhi peraturan yang sederhana, nyalakan lampu utama sepeda motor anda! benahi diri sebelum teriak mari berantas korupsi :lol:

    Mbel:
    Situ pasti bisa ngrasa sendiri sebagai aktifis institusi dimana situ nyangkul.
    Kalo udah bicara masalah pajak,….
    Coba, sapa duluan kira-kira yang ngajak kong kalikong…???
    :lol:

  21. 2009 November 10

    pihak yg benar2 diuntung kan dr peristiwa ini keknya TV One ya mbah…
    secaraa……

    Mbel:
    Gyaaaahahahahah…. :lol:

    Udah tau kan, sapa salah seorang pemegang sahamnya…???

  22. 2009 November 10
    WijayaNo Gravatar permalink

    Benul itu…..
    Makin lama kita liat dalam kehidupan sehari hari, di tayangan tipi, makin banyak orang orang munafik…..termasuk saya.
    Jangan2 ini aslinya mentalitas kolektif bangsa ini , Mbel?

    Contoh gampang: dapet masalah, gak peduli salah/bener….teriak/marah duluan…
    Mau urusan lebih gampang, kasih pelicin ajah…..soalnya klo gak dikasih ntar dipersulit (jadinya timbal balik kan?)

    So?
    Perbaiki diri sendiri dulu aja deh…..
    Lebih mudah mengubah dunia daripada mengubah diri sendiri (halah lebay!!)

    Mbel:
    Benul…!!!

    Sayah udah mbuktiin sendiri.
    Misalnya mbikin SIM. Sayah ngikutin semua prosedur tanpa nyogok. Ternyata bisa juga kok, dan ndak ada masalah. Hanya saja, urusannya seharian baru kelar. Bukan dipersulit sama pulisi, tapi semata-mata saking banyaknya peminat.
    Contoh laen adalah soal pajak. Saat sayah jabanin sendiri juga lancar aja ndak ada masalah. Hanya saja mesti rajin tanya ini-itu dan kudu antri urut kacang.

    Semua ini berpulang ke diri kita. Kalo maunya maen gampang ya sogok sana sini. Tapi kalo udah nyogok gitu, janganlah ngatain mereka yang korup dong…. :P

  23. 2009 November 10
    YaibakapalNo Gravatar permalink

    …saya jadi penonton aja. besok jumat mbahas “sejuta Fb utk PLN”. saya liat banyak koment si om didetik.com

  24. 2009 November 10
    jomblo atiNo Gravatar permalink

    lho….bos mbel bisa masukin PNS tho….
    harganya bisa ditawar gak mbah? :mrgreen:

    Mbel:
    Kalo udah niat nyogok, ndak usah tanggung-tanggung.
    Dibelakang situh banyak yang minat juga soale….
    ;)

  25. 2009 November 10
    nancyNo Gravatar permalink

    Selamatkan POLRI & KPK, berantas oknumnya! Optimis, msh ada manusia baik di negri ini.

    Mbel:
    Yihhhhaaa…..!!!
    yupi

    Nice comment, babe…

  26. 2009 November 10

    Rakyat kecil juga banyak yang korup, koq :)
    Contohnya, dagang ampe make badan jalan dan trotoar,
    yang sedang merokok di jalanan, emang buang abu rokoknya ke mana? Belon puntungnya,
    jika rakyat besar nya juga korup, ya berarti emang bener-bener mewakili rakyat kecilnya,
    cuman beda skala dan beda nasib aja…

    Mbel:
    Wong cilik korupsine sithik, wong gede korupsine akeh…
    :lol:

  27. 2009 November 11

    yah orang jaman dulu emang lebih bijaksana. nggak kayak anak2 muda jaman sekarang sudah tahu ajaran bagus becik ketitik olo ketoro malah diplesetkan katanya becik ketitik olo rupamu. duh opo rak do ruwet kabeh jall. main plesetan kok nggak sopan gicuh

  28. 2009 November 11

    meskipun KPK mesti reformasi juga, tapi teteeep mesakken. kalo pulisi, kan punya senjata ya Om? salam kenal om Mbel..

    Mbel:
    Salam kenal kembali…

  29. 2009 November 11
    PrasetyandaruNo Gravatar permalink

    Komen saya yang kemaren kok endak nongol ya? Jangan2 di intersep sama intel

    Mbel:
    Yang mana ya boss…???

    Kranjang sampah Aki Ismet udah sayah orak-arik tapi ndak ada tuh…???

  30. 2009 November 11
    PrasetyandaruNo Gravatar permalink

    Apa jangan2 diintersep bener ma intel ya?tapi mungkin juga saya yang lupa mijet tab “Pencet Di sinih” :P ..yasudah saya kirim lagi saja..

    Kemaren kan hari Pahlawan, situ ngibarin bendera ndak, dit4 situ ngitung duid receh atawa dirumah, dit4 saya ndak ada imbauan melalui RT RW, lha kok pas saya jalan dari rumah ke t4 saya menek2 plafon, rumah2 dipinggir jalan juga jarang2 yang masang, apa pada lupa gara2 kasus tersebut diatas ya? Padahal katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya..kekmana mau menghargain kalo ngibarin bendera saja lupa?

    PS: ini saya mau komen agak banyak ah..mumpung endak bayar, sama numpang misuh2 dikit…(lanjut)

    Tipikal orang Indon ini kan selaen Ngantuk abis makan, maunya cepet2 dan males ribet, daripada antre kacang mending ngasih duit lebih..Kita musti jujur kalo kita2 ini punya potensi sikap males. Ini yang sebenernya menjadi fenomena yang ditangkep dengan jeli oleh para maklar2 birokrat..Saya lupa kapan, tapi situ pernah bilang kalo negara ini salah urus, ya salah urus karena ada potensi buat disalahuruskan…Tapi endak termasuk ketika kemaren t4 saya lestreknya byar pet byar pet lho ya…ini keknya emang PLNnya yang HUAJINGUK dan salah urus..Mengutip pernyataan Wapres Ucup Kelik, negara yang besar adalah negara yang bisa menertawakan dirinya sendiri, jadi…mungkin kalo kita bisa menertawakan tingkah kita sendiri yang jelek2 dan suka ngilokke tonggone tanpa melihat diri kita sendiri…mungkin bisa menjadi modal awal buat mbikin negara ini endak salah urus lagi…

    O ya..lupa, udah sebulan saya ikutan ndobos tapi belon kenalan…salaman kenalan..saya ndaru (sudah)

  31. 2009 November 11
    Helmi PerdataNo Gravatar permalink

    al-munafikuun

  32. 2009 November 11

    dibayar piro karo KPK/Pulisi dinggu nulis postingan iki, mbah?

    *nyelipke amplop*

    Mbel:
    Tak bandem kaos sisan…!!!
    8O

  33. 2009 November 11

    sayah nda ikut2an mencet tombol sejuta dukungan ituh.
    sayah nda peduli. toh kita nda taumana yang bener mana yang salah. cuman sekedar opini doank.

    misalnya tiba2 saya mbawa bukti foto si bayu lagi telanjang berdua-an ama seseorang yang berjenis kelamin sama, apa dengan seenak udel kita bisa simpulkan kalo bayu adalah gay??
    nda juga, bisa aja itu kembarannya bayu. ato sodara kandungnya bayu. bisa aja itu si bayu pake clana, cuman clananya ga ke foto.

    buwat sayah yang penting mangan wareg, ngising lancar, bobo nyenyak!!!!

  34. 2009 November 11

    bloger yang nyambi jadi loyer waaaah, eudaaaan :mrgreen:

  35. 2009 November 13

    wahaha… jadi inget omongan seseorang : klo emang ga ada yg baik, pilih yg kejelekannya lebih sedikit, kalau dari kisruh sekarang, kemungkinan pandangan dibuat karena KPK baru bangun dan masih “idealis” jelas kesalahannya lebih sedikit, dari pada institusi lain yg di tuduhkan orang2 sudah menjijikkan sesuai rekaman di MK itu.

    semakin lama kasus ini semakin riweuh saja arah kebijakan kesejahteraan rakyat dari pemerintah, 100 hari kerja ga kedengeran gaungnya, kecuali rutinnya mati listrik dari sabang sampai merauke, dan PLN ternyata rugi mulu dan untuk perbaikan infrastruktur ga perlu banyak kok cuma 100 Trilyun.

    ini contoh kasus korup “kita” sebagai warga negara, yg saya tahu soal PLN ini, ternyata banyak warga masyarakat juga yg dengan ikhlasnya nyolong listrik selain listrik yg ada di meterannya.

    di daerah salatiga ada komplek perumahan suatu institusi yg isinya hampir sebagian besar menggunakan listrik colongan dan ketika ditertibkan perlu membawa berapa ssk buat pengamanan petugas PLNnya.

    ah kok nglantur… hehehe

    Mbel:
    Ho oh Ik,…
    Nglantur ndak nggenah…

    **keplak denden**

  36. 2009 November 13

    Pertama-tama, saya tidak ikutan itu cause yang sejutaan sejutaan itu, bukan gaya saya.

    Kedua, ente salah mbel, sedikit mungkin, kerena menyempitkan permasalahan ini sekedar pada dukung mendukung siapa.

    Ini masalah ketidak adilan yang memang sudah dirasakan hampir segenap penjuru endonesa raya ini. Kebusukan yang mbel sendiri rasakan ketika itu tadi, mendirikan usaha.

    dan melalui simbolisasi cicak buaya ini, tiba-tiba ada pintu keluar dari udara mampat yang selama ini disimpan di dada masing-masing kita. Ada yang bisa dilakukan, tidak hanya sekedar mengeluh dalam hati namun tetap terseret sistem busuk ini. Ada yang bisa ditunjukkan, dan yang paling penting, ada harapan.

    Dan mendukung cicak atau buaya itu tidak sama dengan merasa diri sendiri paling benar, ente salahnya disitu mbel. Tidak munapik ko mereka itu menurut saya, terbawa suasana mungkin lebih pasnya.

    Psikologi massa, ingat kan mbel?

    we all made mistake, who hasn’t?

    Mbel:
    Situh juga ndak salah, boss.

    Mungkin diantara kita beda cara pandang. Tapi percayalah, bahwa sayah tetep anti korupsi. Meski sayah sadar betul untuk membersihkannya ndak semudah membalikkan telapak tangan….

  37. 2009 November 14
    djoko widodoNo Gravatar permalink

    Tulisanmu Pak Mbel menjiplak ide saya… Sudah saya pikirkan renungkan semua yang anda tulis…tapi memang sih cuman sebatas itu… Akhirnya saya nyerah daripada repot ngetik mending nunggu suapan berikutnya… Hehehe, dasar keset…

    Mbel:

    ……… lol

  38. 2009 November 18

    Katakan Tidak!!! Katakan Tidak!!!
    Katakan Tidak Pada Korupsi!!!

    Tidak kebagian, maksudnya….

    :lol:

    Mbel:
    Siyalan….

  39. 2009 November 19

    pagi Tuanku Imam Bonjol,
    maaf jarang banget OL dan mampir di blog jelek dan sesat ini. padahal saya ngakunya jemaah setia Tuan.
    ini mau laporan, saya nemu artikel di http://faktakriminalisasi.wordpress.com/2009/11/12/fakta-di-balik-kriminalisasi-kpk-dan-keterlibatan-sby/
    gimana menurut Tuan??

  40. 2009 November 21

    sebelum ngomen yg sebenarnya, mo nanya:

    kenapa kok trackbacks dan pingbacks artikel ini jadi ttg film horor yang merangsang?

    well, well.. desrait mbel. pelajaran yang dapat saya ambil dari tulisan mbah kali ini adalah: gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan keliatan..

    duh, jadi malu

    **nge-klik cause join sejuta itu langsung aja, ga pake tanya ke diri sendiri heheh** :lol:

  41. 2009 November 25
    Cici UteNo Gravatar permalink

    Lebih baek diem dr pada salah kata bisa tambah runyem..

  42. 2010 April 14
    Denayu NenoNo Gravatar permalink

    waduuuhhh,,,

    saya ndak punya sim je,,,

    saya pernah ketangkep si bawah jembatan cawang,,,

    tak kasih 20 rebu perak… pak pak itu mau… saya lewat lancar lagi…
    yang terjadi suka sama suka…!!!

    golongan manakah saya….?

    * clingak clinguk *

  43. 2012 October 10
    satrioNo Gravatar permalink

    Om Mbel, sinetron Cicak dan Buaya jilid II muncul lagi, apa ndak pingin ndobos lagi to ?. Masak khotbahnya paid review terus akhir akhir ini….

    Mbel:
    Serba salah jee…

    Aku sukak dituduh anti mainstream gegara nulis yg ndak sepemahaman sama orang-orang… Kayak baru saja terjadi soal wartawan dipukul tni au di riau itu…

Trackbacks & Pingbacks

  1. Film Horor Yang Merangsang? « Mas Stein

Komentar situh bergantung pada amal dan ibadah situh

Note: Situh bisa pake basic XHTML dalem komentar. Email situh Ndak Bakalan dipamerin ke orang-orang.

Komentar lewat RSS

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.