DOMBA YANG MAKAN MIE INSTAN….
.
( Di bawah inih ada suatu perbincangan seorang emak-emak sepulang dari arisan, yang bercerita kepada suaminya tentang gossip paling hot di komplek perumahan mereka. Adapun tempat kejadian di rahasiakan. Namun bila ada kesamaan nama, sumpah mati ini hanyalah semata-mata kesengajaan dipas-pasin agar kedengeran klop )
.
ORANG ISLAM :
“Eh, Daddy udah denger belom, ituh mbah Iskandar kemaren matinya dalem kondisi kafir lhoo…”
“Mosok seh…??? Mbah yang rumahnya dibelakang komplek kita…??? Yang rumahnya reot ituh…???”
“Ho oh. Beneran lho Dad,… Seminggu sebelom kematiannya dia masuk kristen… Namanya yang Iskandarsyah ituh diganti jadi Alexander Timotius. Keren yah…???”
“Mbahmu cawetan seng, Mom…!!!”
“Lho…?!!”
“Harusnya kita inih ummat Islam yang prihatin. Kenapa semua ituh bisa terjadi”
“Yaaaah,… Gimana ndak Dad… Tiap hari rumahnya didatengin itu orang-orang Palang Pantheng Bin Salibis mbawa rantang isi makanan, ato kalo ndak ya dibawain sembako mie instan…”
“Eh,.. Mommy ndak boleh gitu. Mereka ndak trima lho kalo dibilang Palang Pantheng ato Salibis. Mereka inginnya disebut orang Kristen ato Nasrani, gituh. Apapun, mereka telah berbuat baek kepada sesama. Mereka ituh gembala-gembala gereja”
Perbincangan ituh cuman sampe disituh. Sang istri ndak brani nglawan kata-kata suwaminya yang sok bijak.
*****
Well…
Disukai ato tidak. Diakui ato tidak. Kenyataan ituh memang ada disekitar kita. Orang-orang yang miskin papa, yang katanya UUD ’45 negri Endonesa mestinya disantuni, hidupnya merana. Banyak diantaranya berstandar hidup sangat rendah. Rumah reot yang cuman sekedar untuk berteduh, jauh dari layak. Baki piring dan tumbu nasinya lebih sering kosong daripada berisi nasi ato ketela umbi sekalipun. Itu nyata ada, dan situ ndak usah mengingkarinya. Sialnya, kebanyakan mereka ber KTP Islam.
Sementara ituh, disisi laen ada gembala-gembala gereja yang sedemikian bersemangat menjalankan Ukhuwah Kristeniyah dengan mendatengin orang-orang miskin papa tersebut. Menyantuninya, memberikan pakaian bekas layak pakai, memberinya sembako mie instan untuk bertahan hidup, Menyekolahkan anaknya yang masih eSDe, dan tak lupa disertai membacakan dongeng tentang kasih Kristus.
Gembala-gembala inih bekerja dengan intensif, efisien, dan Unlimited Fund. Setiap kedatangan mereka yang bergerombol hingga 6 orang selalu dengan keceriaan, keramahan, dan ketulusan. Seolah ndak ada dinding pemisah antara para gembala dan orang yang didatenginnya. Setelah sembako diserahkan, mereka akan mendongeng lagi tentang Kasih Kristus. Kasih yang akan menyelamatkan dunia. Kemudian sebelom berpamitan pulang, mereka akan menyanyikan lagu-lagu Kidung yang memuji-muji Kristus. Yesus Kristus Sang Juru Selamat.
Selayaknya orang-orang muda yang menjadi gembala, tentu harus ada yang digembalakan. Adalah ndak mungkin seorang kusir ndak ada kuda dan delman yang harus dikendalikannya. Layaknya sais, ndak mungkin kalo ndak ada sapi dan pedatinya, juga adalah ndak mungkin seorang Jensen Button tanpa BrawnGp dan mesin Mercedes nya. Jadi, orang-orang miskin papa itulah domba – domba nya para penggembala ituh. Domba-domba yang tersesat…
Sayah ndak akan cerita kenapa disebut domba yang tersesat. Namun apa yang terjadi selama inih, itulah kenyataannya. Situh ndak usah lah nyalahin para penggembala ituh. Mereka ndak salah. Mereka kan cuman menyantuni yang orang miskin sambil mendongeng soal Kristus Agung. Kalo kemudian orang yang dianterin makanan dan didongengin cerita ituh seneng, feelin’ comfort, merasa bener-bener dihargai, disayangi oleh sesama pengikut Kristus, apa salahnya kalo dia juga ngikut Kristus…???
Yang salah tuh situh wahai jamaah sekalian. Situh yang rajin jumpalitan sholat sampe 5x sehari malah suka lupa, bahwa situh punya tetangga orang ndak mampu yang perutnya lapar, dan bajunya rombeng. Situh suka lupa, manakala situh asik nggoreng ikan asin, sementara tetangga situh ndak punya beras untuk ditanak, dan mereka cuman bisa menelan ludah karena bau gorengan ikan asin yang ngambar kemana-mana. Yang situh lakukan, malah berpuasa seolah-olah ikut ngerasain “gimana rasanya perut lapar…”
Sayah sering kegelian kalo liat mesjid mentereng sementara banyak ummatnya yang kelaparan. Adalah benar membuat rumah yang indah untuk Auwloh. Tapi sangat ironis kalo pemeluknya hidup sengsara. Bukankah lebih baek hasil kotak amal di mesjid untuk menyantuni orang miskin daripada untuk mbikin pager….??? Bukankah lebih baek membantu menyelamatkan agar tetep Islam daripada situh ngomel Kristenisasi…??
Jamaah Madzab Bocor Alus sekalian….
Sebaeknya situh sekarang Ngilo Githok e Dewe, cobalah bercermin pada tengkuk situ sendiri….
Udah…???
Bisa…???
Ndak isa…???
Ya,… Memang ndak isa. Artinya, situh ndak isa mengkoreksi diri sendiri, tanpa bantuan orang laen. Situh bisa dengan mudah mencela orang laen, tapi sulit sekali untuk bisa mencela diri sendiri. Kalo ummat agama laen melakukan hal tersebut, kenapa situh cuman mencelanya…??? Tidakkah situh lebih baek berbuat hal yang sama seperti para penggembala ituh…??? Kenapa situh yang ngakunya punya agama yang katanya melindungi Yatim Piatu dan Janda, tapi pada kenyataannya ndak melakukan…???
Setebal-tebal Iman, kalo perut laper apalah artinya. Sekeras-kerasnya batu, kalo ditetesi air terus menerus akan berlobang juga akhirnya. Katanya ke fakiran deket dengan ke kafiran.
Demikian juga dengan mbah Kandar.
*foto sayah colong secara semena-mena dari mbah gugel...
.
>> Sudahkah situh menyantuni Yatim Piatu dan Janda, Ki Sanak…???


klo yang dimangsut adalah 2,5%…….insyaallah ndak akan lupa
Mbel:
Amien, Alhamdulilah…
Tapi akan lebih mengena kalo langsung ke mereka saja…
emang banyak yg beginian… gencar emang, tapi mau gimana lagi, kalo kadang kita sendiri suka lupa makan enak, sedang tetangga kita ada yg belom tentu bisa makan sehari sekali aja…
mungkin sebelom memberi org yang jauh, sebaiknya perhatikan dulu tetangga sekitar kitaa…
Mbel:
Makasih, bu dokter…
Semoga saling mengingatkan…
ya itu lah kehidupan kita skarang mbah…
ntah sapa yg mau disalahin.. tapi saling mengingatkan itu lebih baik
thanks
Mbel:
salahkan diri sendiri, Zis…
Jumatan inih ngisi kotak amal yang banyak, yah…?
Tumben kotbahnya ngajak nggenah dan interospeksi…
Simbah kita kemajuan nih…
Mbel:
Berarti situh setuju kan…???
Saya lebih memilih untuk menyantuni secara langsung orang-orang terdekat, keluarga ataupun bukan yang membutuhkan dan bisa menyerahkannya langsung, daripada melalui lembaga-lembaga yang saya sendiri tidak akan pernah tahu akan disalurkan kemana.
Saya yakin dari sekian banyak lembaga penyalur zakat ataupun shodaqoh, masih banyak yang bisa dipercaya dan benar-benar menyalurkan apa yang seharusnya disalurkan, tapi dimana???
Apakah akan balik ke lingkungan sekitar kita yang terkadang juga ada yang lebih membutuhkan? Atau malah justru dibawa terbang ke sebuah tempat asing yang kita belum pernah dengar namanya, sementara yang sehari-hari terlihat jelas-jelas juga sangat membutuhkan.
Mungkin saya lebih menganut paham, dahulukan yang terdekat dalam acara pemberian seperti ini. Walaupun ketika saya masih SD -SMP, saya hanya bisa melihat proses pemberian bahan makanan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sampai akhirnya mereka bersedia untuk berpindah keyakinan.
Lha wong dirumah sendiri juga sering kelaparan, bagaimana bisa ikut membantu?
Mbel:
Utamakan tetangga kiri kanan depan belakang….
sama dengan orang yang bangga telah melaksanakan ibadah haji sampai tujuh kali…sementara ada saudaranya sendiri yang ndak bisa sekolah, ada tetangganya sebelah rumah yang sakit menahun kagak punya biaya berobat…saya yakin ketika nanti Alloh menanyakan kamu gunakan apa saja hartamu di dunia, ketika dengan bangganya dia jawab saya gunakan untuk menunaikan ibadah haji sampai tujuh kali, dibelakang malaikat sudah siap dengan gada besar untuk getok kepalanya….ibadah haji kan cukup sekali, kalau sampai berkali-kali sementara ada kasus seperti diatas saya ceritakan itu, berarti sudah berlebih-lebihan namanya dan itu lebih dekat dengan syaiton….
Mbel:
7x….???
ralat mbah, setau saya bukan kekufuran yang deket sama kekafiran tapi kefakiran. kufur kafir kan sama saja
tulisan yang (lagi-lagi) mak jleb mbah. sebenernya potensi zakat mal kita itu guede lho mbah, sayangnya kebanyakan kita cuma inget zakat fitrah yang cuma 2,5 kilo beras itu. kalo saja semua orang (termasuk yang ndak taat pajak!) mau benar-benar menghitung dan membayar zakatnya, trus lembaga zakat juga menjalankan fungsinya dengan amanah, mbok yakin kita ndak kalah sama gembala-gembala itu mbah.
trus lagi saya lebih menyarankan zakat disalurkan lewat lembaga, soale dana yang terkumpul akan lebih gede. dana yang lebih gede ngaturnya insya Allah lebih bermanfaat. saya pernah mendengar kalo zakat fitrah itu zakat untuk dikonsumsi tapi kalo zakat mal itu zakat untuk investasi, alias zakat untuk memberi kail kepada orang-orang yang butuh, bukan sekedar ngasih yang cukup dimakan hari ini untuk besok nadahin tangan lagi.
heheh kek temen ku tuuh, keluarganya juga masuk kristen karna mungkin terharu karna kebaikan gembala² kristus . dan kebetulan juga rumahnya gubug reyot di belakang gereja, dan sekarang dah di permanenin juga lhoo …
tapi mengherankan, mereka bisa jadi jemaah yang taat, eh rajin ke gereja. masuk jamaah yang taat kaan
Mbel:
Weh,…
Ada mbah Kandar juga di sekitarmu….
Salut ama Mbah Mbel yang masih bisa berpikir seperti itu. Islam di Indonesia akan maju kalau banyak yang berpikir seperti itu.
Kalau yang Salafi diajakin berpikir gitu kira-kita gimana Mbah…..?
Mbel:
Lha inih lagi tak ajakin mikir….
@Simbah,
Hihihi…
Daku bukan berarti setuju loh. Cuma tidak membahas lebih lanjut saja. Hehehe…
Oh iya, ada koreksi sedikit:
Seharusnya “Unlimited Funds”.
Salam.
Akir-akir ini postingan oom mbel tu benar-benar BENER… mudah2an ini bukan salah satu tanda2 mau kiamat
Mbel:
Bawel, situh…!!!
**eh, situ dulu juga penggembala domba yaaa…???**
alhamdullilah, sini belum lupa masih ada sodara-sodara yang lapar…
mudah-mudahan sini juga masih akan terus ingat kalo dulu pernah juga lapar kayak mereka….
ma kasih loh postingannya mbah
Mbel:
Sama-sama Chic…
bukankah saling berbagi itu mengasyikan………….*akur akur*
Mbel:
Bagi duidnya dong, boss….
aku malah pernah ngikut mereka live in di desa. emang asik kok. gak ada pemaksaan. romonya juga gaul. siapa yg gak simpati?
Mbel:
Marsitol ikut makan mie instan, ndak…???
no komen siy,,semoga postingan ini membawa manfaat buat yg baca,,amin amin
Mbel:
Ah, dik Risda gitu deh….
Pantesan td njawil saya utk Jumatan, ternyata topiknya ini bagus sekali…..
Satu hal yang kadang orang gak sadar, mbah:
menjalankan ajaran agama dgn ritualnya secara rutin, pada akhirnya ritual itu menjadi kehilangan makna. Orang lebih menitik beratkan pada ritual dengan harapan akan memperoleh “upah” pada akhirnya nanti, tapi melupakan makna sesungguhnya ibadah dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Oya, saya kadang miris dengan bebrapa kasus penggelapan uang bantuan bencana oleh orang/lembaga yang jumlahnya memang “wah”.
Megang duit begitu godaannya gede banget!
Jadi inget Gus Dur membubarkan Depsos dan Depag (klo gak salah) karena dianggap lembaga paling korup.
Lebih baik klo mau niat nyumbang, gak usah jauh2, dekat kita juga banyak yg butuh. Dan klo bisa, berikan langsung pada yg membutuhkan….
Postingan yang bagus, mbah!!
*masukin bedil ke lemari*
Mbel:
Wokeh…. Wokeh….
Thanks komennya….
Buat apa kekayaan banyak tapi hidupnya sengsara tdk bahagia.Malah bukan tdk mungkin yg sengsara bisa hidup bahagia dlm kesederhanaanya.
…yg msh mencari kebahagiaan hidup.
Mbel:
Di Malesa ndak ada penggembala domba ya My…???
kalok seluruh umat muslim bersatu, saling bantu dan menganggap muslim lain sodara, sayah rasa ndak bakal kejadian kisah mbah Kandar Alexander
Innalillahi Wainailahi Rojiun…
Mbel:
Orang Islam bersatu…???
Hwalaaaah…. Ndak mungkin ituuuu…. Ndak mungkiiiiiiiiiiinn…..!!!
setuju.
ps:komen paling pendek,soale paling sepakat
Mbel:
Hayah.
ps:jawaban komen paling pendek juga
saya setuju mbel
Mbel:
Setuju apaan…???
Setuju kalo mbah Kandar jadi Nasrani…???
LEMPEEEEENGGG…
Mbel:
Apaan yang situh lempengin, Puak…???
abis jumatan di mana tadi mbah….???
Mbel:
Tebar pesona di Tamini Square,…
Banyak abegeh,soale…
hahahaha….
nyambungin orang atas…
Stuju…
LanjutGan
Mbel:
Jadi situh juga setuju yah, kalo mbah Kandar jadi
SalibisKristen….dari yg aku pelajari sejak kecil, orang beragama itu dituntut satu hal; menjalin hubungan baik dengan vertikal (Tuhan), horisontal (manusia) dan diagonal (tumbuhan, hewan & alam raya) secara sinergi.
Mbel:
Benul…
Prakteknya yang suka ndak lancar…
Kalo Imam Bocal ngumpulin ZIS dr para jamaah terus nggo modal mbikin perusahaan trus hasilnya buat nyantunin fakirmiskin iyeyo???
Mbel:
Hwaaa,….
Ndak boleh begitu….
dalam hablum minannas kan ada anjuran perhatikan tetangga 4 penjuru angin sebanyak 40 rumah, nah amalan itu sekrang sudah ditinggalkan oleh umat islam ( termasuk oleh saya
). Rumah-rumah orang2 berada itu seakan sesuatu yg tak tersentuh dengan tembok menjulangnya, membuat gap dengan tetangga kiri kanan depan belakang.
Di kampung saya juga lagi rame gerakan seperti ini om, anak2 kecil dikumpulin didepan sebuah gereja setiap minggu pagi sambil dikasih bingkisan jajan dan diberi cerita-cerita soal kristus, banyak orang tua yg protes tapi pas makanan datang ya mboknya (emaknya) ikutan ngemplok (makan) juga.
Klo ngarepin umat islam bersatu susah dengan egonya masing2, tapi paling tidak bisa disatukan dengan sama-sama sadar akan keseimbangan hidup, saling menyayangi dan saling menyantuni tanpa pandang apakah dia muhammadiyah, ahmadiyah, NU atau persis.
Oh ya ada kejadian di kampung, para tokoh sana menolak bantuan pembangunan Mesjid dari Muhammadiyah, hanya karena mensyaratkan semua tata cara dimasjid itu diubah jadi tata cara muhammadiyah dengan pengisi dari muhammadiyah, padahal kampung tersebut konon banyaknya dari kalangan NU kolot..
ah panjang bener dah
Mbel:
Biasanya, kalo udah soal duit gede malah kayak bancakan…
mari kita semua mawas diri, melihat kita, melihat sekeliling kita. Makasih Pakde atas ceramahnya
Mbel:
Ya…ya…
Situ juga ya, jangan lupa…
Disini penggembala ayam banyak om….alias bapak ayam.
Mbel:
Di Malesa, Ayam matinya karena di rajam…
Mbah tulisannya sejak dua kotbah jumat genah bentul. Apakah krn tlh melihat pilm 2012 geto???? sehingga berubah haluan jadi inspirator nih?
Btw soal tolong menolong sih jgn pilih2 kasih/agama. Kita semua adalah ciptaan-Nya. Dan yg perlu di tolong yah ditolonglah (spt sy ini he..hee..he).
setuju banyak orang islam KTP (termasuk saya kale ya…)
setuju banyak orang munafik (berusaha untuk menghindar walau susah…)
setuju banyak orang sombong (sok pinter, sok bener, apa aja d…)
setuju klo kiamat uda deket (duh amponnn masih banyak dosa…)
setuju mbah drpd jd orang islam suka ngebom orang islam sendiri…
Mbel:
Ah, sayah kok males soal bom-boman…
wahhh tumben…
mudah2an situh nda terinspirasi sama tulisan sayah yang ituh.
tapi jangan cuman OMDO yah…
dipraktekin jugak!
Mbel:
Emang situh masih nulis…???
@Simbah,
Hehehe…
Ngga ngambeg kok Mbah. Cuma daku menangkap udang di balik batunya. Kayaknya Simbah nulis ini karena ada tekanan supaya menulis dari perspektif yang beda. Mengulas sisi yang lain.
Tapi ini cuma feeling-ku saja. Jadi maaf kalau salah. Dan kalau benar, hehehe… ngga apa-apa sih.
Dan kalau sudah begitu sih mending ngga usah dipanjang-panjangin. Hehehe…
Peace…
Mbel:
Ohh,… Sukurlah kalo situh paham…
mungkin mbah jarang meliat orang-orang yang Islam melakukan hal yang sama, tapi tetap ada juga lho yang seperti demikian….
prediksi saya sih, di mana daerah yang potensial untuk didoktrinasi dengan ajaran agama mungkin di situlah adalah proses demikian
Mbel:
Maksutnya gimana neh…???
Orang Islam melakukan Islamisasi, gituh…???
Kalok di komplek saya, ada natalan tingkat RW..jadi ada 3 perayaan yang dirayakan warga komplek..17an, Halal Bihalal, sama Natalan,3 perayaan itu rutin lho dirayain tiap tahun. Panitianya ya campuran. Semua warga terlibat. Kalok melihat statistik, warga non-muslim di komplek cumak sekitar 30%an. Dan setelah natalan tetep pada sholat.
Terus ada 1 hal yang menarik, dulu pas saya pertama kali dateng di Salatiga ini, ada 1 romo di gereja saya yang bapaknya punya pondok pesantren. Bayangpun,,,bapaknya kyai totok, anaknya jadi biarawan!! Lha pas ada kesempatan saya nanyak sama bapaknya romo ini, jawabannya cukup menggelitik “saya kasih dia jadi romo mbak, daripada jadi pejabat terus korupsi”
Semoga cerita ini endak jadi bahan perbantahan.
sedikit koreksi…Panitia natalan yang agamanya muslim, setelah acara ya pada sholat.
..zakat ya? ah baiklah. Saya percaya Rumah Zakat Indonesia (Mario Teguh)
Yah mbah ada pengajian kagak ngasih kabar.. jadi telat dah ndak dapet 10 besar..
Mau komentar satir tapi pas sudah diketik kok tiba-tiba ada bisikan di hati, bikin takut kualat… jadinya ga jadi koment saya mbel…
Mbel:
Kalo gitu, ya ikutin bisikan hati situh. Soale kuwalat datengnya dari sugesti hati….
nyahahaha…saya malah jadi inget tulisan saya di WP jaman dulu ttg hal ini. sempat jadi perdebatan sengit dan hujan ayat alquran pula hasilnya
Mbel:
Oya…???
Kebetulan sekarang jamannya udah berubah, boss…
Orang Islam udah mulai “pinter” berdiskusi, udah ndak marah-marah macem dulu lagi…
*adus kramas sek*
Mbel:
Dik Risdaaaa…..
Ini lhooo, temenmu junub muluuuu….!!!
Saya intersopeksi diri saja om. Alhamdlillah di tempat saya tidak terjadi seperti itu, meskipun ada 3 gereja dan 1 masjid ternyata masih rukun dan tidak ada yang saling gontok-gontokan.
Mbel:
Apakah komen inih berarti membantah pernyataan, bahwa toleransi antar umat beragama tidak ada…???
wah kalo gitu saya numpang info ya mas bro mbel…
Lembaga Akhlak Mulia Center (amC) yang didirikan oleh Ustadz Mas Dhanu berencana mengkoordinasikan pengumpulan dan pendistribusian hewan qurban di desa2 binaan Utadz Mas Dhanu dikabupaten Gunung Kidul DIY, dimana desa2 ini adalah benar2 merupakan daerah yang minus.
Kegiatan didaerah Gunung Kidul ini sudah memasuki tahun ke-3 dan alhamdulillah selain membantu mengentaskan kemiskinan disana juga menjadikan ketertarikan saudara2 kita yg belum seiman yg bermukim disana untuk masuk menjadi MU’ALAF dan alhamdulillah sampai dengan bulanOktober 2009 kemarin sudah sekitar lebih dari 50 orang mengikrarkan syahadat, Subhanallah, Allahuakbar.
Para sahibul kurban yg akan ikut memberikan sumbangan kurban di desa2 binaan Ustadz Mas Dhanu akan direkap dlm daftar, selain untuk transparansi kepada jamaah amC juga merupakan bentuk tanggungjawab dari Lembaga amC atas amanah yang diberikan para jamaah.
Bagi yang ingin berpartisipasi amC masih membuka pendaftaran untuk menjadi sahibul kurban s/d tgl 16/11/09 dan pembayaran melalui transfer terakhir s/d tgl 21/11/09.
NOTE:
Pendaftaran bisa melalui sms ke 0817 0414 777 dgn menyebutkan nama lengkap dan daerah asal.
Pembayaran melalui transfer melalui rek BCA a/c 861.008.3332 a/n Bagus Airlanto
tumben ceramah simbah tidak menyesatkan. bentar…saya beli cermin dulu yang gede, mau ngaca…
Mbel:
Halah…
Semua orang tau, situh mancung dan cakep…
berat berat…
ngilo githok e dhewe…
ndak bisa… teneh tugel hahahaha…
Mbel:
Benul banged…
**apa kabar, ratri…???**
wah bener2 mbah sekarng jamane koyo ngono wah kepiye ki?umat islam yg sering naik haji aj juga masih blum lia sekitare jg ee…poko permalsalahan klau qta umat ilsm saling bantu membantu ga kyk gini akhir benul ga mbah?
Mbel:
Mestinya seh, begitu…..
Abis baca postingan ini langsung buka jendela rumah…..ternyata bener loh,diluar sana banyak yang masih kelaparan, tapi kita ngga peduli. Yang jadi masalah, saat kita banting tulang kerja di siang hari bolong, mereka malah bermalas-malasan dibawah pohon……
Mbel:
Ndak semuanya begitu.
Mungkin justru mereka kecapekan karena bekerja lembur semaleman….
mbah gimana gerobak situh yang beroda empat sama ber-ac dihibahkan aja ke panti – panti kan lebih afdol daripada cuma kasih ceramah duank qiqiqiqiq nanti kalo situh yang imam sudah mencontohkan kami yang makmum bersedia deh klo untuk sekedar nyengir kuda sih heheheh…
Mbel:
Wah, Sayah belom sampe di level ituh boss….
Sayah masih di level Ngitung Duid Retjeh.
Jadi mbuangnya ya retjeh juga. Ato, mungkin situh bisa…???
Mbah Mbel kapan masuk Islaaaamm??
Situ jadi mualaf kok ga kabar2in sini siiihh…
gag tega liat gambar anak yg lg makan diatas, mudah2an aku di beri rezeki lebih… dan mudah2an anak tersebut di cukupi rezekinya juga
wah… ceramah kali ini bikin saya garuk2 kepala terus dari tadi. Mana gambar domba yang makan mie instan? Mana!?!? mana!?!? mana!??!?! **geprukin keyboard ke meja
Mbel:
Hmmmmmmmh….!!!
Top banget nih postingan inih
mbahe..
emang bantuan dari sadara2 kita umat nasrani identik dengan mie instant yah ?
ditempatku adem ayem. org kristen palingan cuma chinese ato pendatang. mayoritas islam, dan jiwa sosial masih nampak.
postingan yg bagus, semoga bermanfaat
Mbel:
Situ dimana tho..???
Semoga aja ndak terjadi yang kayak di Ambon….
wah kok kalo setiap individu disuruh menolong atau memperhatikan para papa yang membutuhkan, sepertinya tidak efektif. karena efeknya kecil lah. para gembala itu juga kan tergerak bukan per individu,, tapi dari organisasinya, gereja mungkin.
jadi harusnya amalan kita per individu harusnya sudah benar tersalurkan di lembaga2 atau mesjid2 itu. justru yang kita tuntut, di manakah gerakan lembaga sosial kita / para mesjid itu dalam membantu mengentaskan kemiskinan. atau kita tiru saja cara2 gembala yang baik itu untuk mesjid2 kalau memang hasilnya positif. untuk para pengurus mesjid mungkin, harus ada program pengentasan kemiskinannya buat lingkungannya sekitar. kalau mengharapkan per individu,, wah , gak ngefek.
Mbel:
Begitulah boss….
nice
makasih sudah diingatkan pak mbel
mbah.. makasih yaa.. tulisan ini bagus banget.. sejuk dihati.. hehe..
Semoga orang-orang Masjid ini mau belajar kepada “dakwah” ala gereja yang peduli fakir miskin dengan gencar, dan jangan bisanya hanya memprotes habis-habisan…