BEDAH SYSTEM MLM TIANSHI…(season 1)
.
( Udah dua taon lebih sayah ndak posting soal MLM. Tapi kali inih sayah posting lebih spesifik ke sebuah MLM Tianshi. Tulisan inih untuk menjawab permintaan orang soal “cara kerja” MLM Tianshi. Bersama seorang mantan MAFIA MLM , maka bedah system inih bisa terlaksana. Tulisan inih terdiri dari beberapa bagian. Silakan disimak baek-baek, soale posting inih bakal panjang banged…. )
.
Banyak orang gabung dengan MLM Tianshi hanya karena emosi sesaat untuk ndapetin bonus-bonus yang dijanjikan, tapi setelah 4-5 bulan pertama biasanya akan langsung mundur, istilahnya MUNTABER (MUNdur TAnpa BERita). Alesan laen yang menjadi kegagalan sebagian besar anggota Tianshi adalah karena mereka ndak benar-benar ngerti karaketeristik bisnis MLM yang mereka ikuti.
Mereka kirain kalo bisnis MLM merupakan bisnis INVESTASI.
Leader-leader Tianshi biasanya memotivasi member atau anggotanya dengan hasil akhir : mobil mewah, rumah mewah, vila mewah, pesawat terbang, wisata ke luar negeri dll, TAPI NDAK PERNAH njelasin proses at0 tahap untuk mencapainya. Yang sering diucapkan para leader Tianshi, SUKSES ADALAH = 95% IMPIAN dan 5% sisanya TEKNIS.
Gimana mau sukses lha wong kerjaannya cuman ngimpi (95%) dan kerja yang sesungguhnya cuman dikit (5%).
Biasanya ketika member menjalankannya, setelah beberapa bulan berikutnya akan menemukan beberapa hal yang menjadi alasan untuk ndak melanjutkan lagi :
- Marketing Plan kurang cocok untuk karakteristik orang Indonesia. (karena umumnya perusahaan MLM berasal dari luar Indonesia). Kebanyakan orang Indonesia gabung MLM dalam rangka perbaikan ekonomi keluarga, tetapi seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Pada umumnya orang Indonesia (dengan berbagai sebab salah satunya alasan ekonomi ), lebih ingin cepat memetik hasil. Dengan laen kata “Kal0 nanam mangga lebih senang pake system cangkok ketimbang nanam biji”. Bahkan kalo perlu, “langsung aja mbeli di pasar”. Sedangkan MLM umumnya dikonsep untuk masyarakat ekonomi maju, yang ndak terlalu buru-buru menikmati hasil, soale negara menjamin kesejahteraan warga negaranya (bahkan pengangguranpun mendapat tunjangan sosial).
- Member njalanin Tianshi untuk mendapatkan penghasilan, tapi yang mereka temukan: diri mereka harus ngeluaian duit dalam jumlah besar dan terus menerus di tahun-tahun awal mereka bergabung; untuk tutup poin, support sistem, dan ongkos operasional sehari-hari, sementara penghasilan yang mereka peroleh ndak sebanding dengan pengeluaran yang mereka keluarkan.
- Mungkin situ ato beberapa orang mampu untuk memenuhi pengeluaran yang besar tadi. Tapi masalahnya, jaringan situ – di mana sebagian masyarakat Indonesia – belum tentu mampu melakukannya. Inget, sebagian besar masyarakat Indonesia yang gabung MLM justru ingin dapet penghasilan tambahan. Sehingga, kalo target omset yang harus situ penuhi sangat sulit untuk dicapai, bonus situ akan kecil.
Alesan inilah sebenarnya yang menyebabkan banyak orang gagal dalam njalanin bisnis MLM umumnya dan Tianshi khususnya, selain karena malas tentunya. Saat inih, karena buruknya pandangan orang tentang bisnis MLM membuat para leader Tianshi mengajari anggotanya agar ndak nyebut bisnis mereka sebagai bisnis MLM, tapi pake istilah laen meski pada prinsipnya sama aja. Misalnya pake istilah Franchise, personal franchise, mbangun supermarket, kartu diskon belaja di supermarket, dan sebagainya.
Oke, sekarang kita bahas faktor-faktor yang menjadi penyebab kegagalan pelaku MLM Tianshi. Beberapa faktor ini sayah kemukakan agar situh (yang njalanin Tianshi) dapat memahami seluk beluknya, cara untuk menghadapinya, agar situh dapat meraih financial freedom yang situh impi-impikan.
Faktor-faktor tersebut antara lain :
- 1. Rule Of The Game (Aturan Main) :
- Biaya pendaftaran.
- Omzet grup = Total Group Sales (TGS) = Group Business Volume (GBV)
- Tutup point/belanja bulanan
- Net Goup / Side Volume / Point Grup Bersih
1. 1. Rule Of The Game (Aturan Main)
Biaya Pendaftaran
Biaya ndaptar awal untuk gabung di MLM Tianshi sebesar Rp. 85,000. (moga-moga belom berubah). Dengan biaya ndaptar segituh kita dapet yang namanya stater kit (berisi tentang panduan menjalankan usaha meliputi pengenalan company profile, produk, marketing plan, dan support sistemnya), potongan harga sebesar 15 % tiap mbeli produk Tianshi, dan lain sebagainya. Si member Tianshi ini di beri peringkat 1
Calon member Tianshi sebenarnya bisa saja langsung belanja produk sebesar Rp. 500,000 untuk naik peringkat 2, atau belanja produk sebesar Rp. 2 juta untuk naik peringkat menjadi 3.
Untuk naik peringkat selanjutnya sampai 8 dan seterusnya situh semua dah pada tahu kan. Jadi ndak usah saya jelasin.
Omzet Grup
Pada marketing plan Tianshi pastinya ada syarat untuk menaikkan jenjang peringkat para distributornya. Salah satu syaratnya adalah dengan meningkatkan omzet grup situh, ato biasa disebut dengan TGS (Total Group Sales) yang bisa diakumulasikan.
Katakanlah sewaktu situh belum memiliki downline dan situh pengen bulan depan naek peringkat ( misalnya peringkat 5 ), di mana untuk mencapainya diharuskan memiliki omzet grup sebesar Rp 40 juta (dengan 3 kaki) atau Rp 80 juta (dengan 2 kaki). Berarti situh harus bisa mengejar target tersebut (walopun ndak ada sistem hangus).
Perlu diketahui kalo di awal gabung yang namanya target omzet group atau TGS memang ndak memberatkan. Tapi kalo udah peringkat Internasional – mulai peringkat Bronze Lion (BL) ke atas – jangan maen-maen dengan target omzet peringkat situh, soale berpengaruh pada lolos ato ndaknya situh. Ato lebih tepatnya: situh memenuhi kualifikasi ato ndak untuk ndapetin bonus sharing internasional.
Adapun kualifikasinya adalah per tiga bulan. Jadi bonus sharing internasional di dapat per tiga bulan. (padahal pada tahun 2002-2003, banyak leader yang presentasi kalo bonus sharing internasional di dapet tiap bulan dan besarnya Rp.100 juta/bulan untuk peringkat Bronze Lion !!! ). Tapi sekarang mana ada mereka presentasi kayak dulu lagi….. Hayoooo ngakuuu para leader terhormat. Janji tinggal janji nih. Jangan lempar batu sembunyi tangan yaa……
Tutup Point/Belanja Pribadi
Tutup Point = belanja ulang secara wajib yang harus dilakukan oleh distributor tiap bulannya (ada juga istilah Personal Sales maupun Personal Business Volume yang artinya tutup point/ tupo). Nominal kewajiban tutup point pada setiap peringkat berbeda-beda, kewajiban tutup point ini mulai diberlakukan pada peringkat 5 sebesar Rp. 100,000/bulan
Tapi banyak banged member/distributor Tianshi kurang mengetahui soal ini, biasanya ndak diberitahu oleh upline (mungkin karena belum waktunya diberitahu). Adalah benar kalo semua distributor MLM haruslah menjadi konsumen/pemakai dari produk-produk MLM yang dijalaninya.
Tapi kewajiban tutup point ini mestinya dilakukan dengan manusiawi, dan tutup point ini setidaknya dilakukan oleh distributor MLM kalo udah dapet bonus YANG LEBIH BESAR dari nilai yang harus dikeluarkan untuk kewajiban tutup point. Kira-kira adil ndak..???
Beban tutup point akan makin naek seiring naeknya peringkat situh. Bagi yang ndak jago jualan, tentunya hal inih akan merepotkan dari segi keuangan. Maksutnya beginih, situh peringkat 5 wajib tutup point sebesar Rp.100,000 meningkat jadi Rp. 200,000 pada peringkat 6, berarti bonus situh SEHARUSNYA melebihi angka Rp. 200,000/bulannya agar keuangan situh ter cover.
Apa jadinya kalo bonus situh kurang dari Rp.200,000, katakanlah cuman Rp. 150,000. Berarti situh harus nombok Rp. 50,000. Artinya, sebenernya situh sama aja ndak dapat bonus MELAINKAN DAPET PRODUK senilai Rp.200,000, benul…???
Pertanyaannya, apa situh ndak memasukkan biaya operasional tiap bulan, macem : bengsin, makan, biaya pertemuan, mitang-miting ndak nggenah tiap malem, pulsa, blanja kebutuhan sehari-hari…???
Katanya bisnis…. Kalo bisnis, ya semuanya harus di itung, Ya tho…??? Jangan sampai biaya operasional melebihi bonus yang situh terima. Itu mah rugi namanya…..
Banyak sekali terjadi di lapangan para leader Tianshi men-training membernya dengan mengatakan ndak perlu jualan produk, kita di sini tujuannya membangun asset. Asset di bisnis MLM adalah manusia. Manusia lah yang menggerakan system / marketing plan MLM tersebut.
Kalo berdasarkan membangun asset tanpa memberikan pelatihan selling/menjual produk, maka situh bakal terjebak dalam rule of the game MLM yaitu : kewajiban tutup point. Akibatnya, pelaku MLM Tianshi akan menumpuk ituh produk di rumah atau di kost, karena ndak jago jualan.
Malah beberapa member MLM secara sembunyi-sembunyi menjual produk dengan harga miring untuk menghabiskan stock….
Mari kita lihat kewajiban tutup point pada marketing plan Tianshi :
5 = Rp. 100,000 /bulan
6 = Rp. 200,000 /bulan
7 = Rp. 500,000 /bulan
8 = Rp. 800,000 /bulan
BL – Director = Rp. 800,000/bulan (stabil)
Tutup poin ini jangan situh anggep enteng loh… Ada seorang member Tianshi peringkat 6 yang ndak sanggup tutup poin karena bonusnya ngedrop atau boleh dibilang pas-pasan, hingga upline leadernya mbantuin tutup point. Ndak tau lah itung-itungan diantara mereka gimana. Yang pasti, njalanin MLM dengan cara begituh yang ada adalah pendarahan…
Seperti sayah katakan tadi, situh harus mendata pengeluaran situh tiap bulannya seperti dari biaya bensin, makan, pulsa, biaya pertemuan support sistem, belanja kebutuhan sehari-hari. Apakah pengeluaran tersebut bisa di back up dari bonus tiap bulan…???
Kalau ndak isa di back up, gimana situh mau tutup poin, apalagi njalanin MLM inih…???
Capek deh…….. (itulah mengapa orang Tianshi ndak jago dalam jualan, tapi jago dalam menjual mimpi….).
Apa yang terjadi kalo situh ndak isa tutup poin tiap bulannya ? Ya tentu saja situh ndak dapet bonus. Maka kemudian dikenal dengan istilah pass up ke upline situh, kan?
Kalo situh sanggup tutup poin tiap bulannya, gimana dengan downline situh ?? Apa downline situh juga bisa melakukan hal yang sama kayak situh ?? Apa situh bisa menduplikasikan Itu semua ? Adalah tugas situh dan support sistem Tianshi (Unicore, LNI, dan Freedom) yang akan membantu downline situh dalam mengatasi hal ini, bukan ?
Tapi kalau support sistem lebih ngutamain sisi mbangun aset aja tanpa ngajari situh gimana cara-cara/teknik ato strategi melakukan tutup poin, ya siap-siap saja menerima keluhan dari downline situh yang ndak mampu njual produk secara individu.
.
.
.
>>Selamat menikmati tutup poin, Ki Sanak….
BERSAMBUNG KE SEASON 2

Orang Indon sekarang maunya pengin cepet kaya, jarang yang bisa dan mau berproses begimana biar bisa kaya itu…Maunya langsung bisa mbeli mobil mewah, tinggal di villa mewah..Padahal kalo dipikir2, proses jadi kaya ini kan sebagai aktualisasi diri..ini lho kemampuan saya seperti ini, ini lho usaha saya kek gini, ini lho keringat saya keperes sampe segini…Ini yang kemudian dimanpaatin ma leader2 MLMers buat merayu dan membujuk downline2 biar giat mencari mangsa. Apadahal kan kalok donlennya rajin, yang paling diuntungkan si leader itu.
Pagi pagi buka webnya Oom Mbel nemu artikel yang bagus banget.
Salam kenal Oom, saya sering baca artikel artikel di sini, terutama masalah MLM, AHM dan Modem Axestel. Bener bener tulisan yang mencerahkan. Terimakasih banyak sebelumnya. Tapi ngomong-ngomong kapan mengulas masalah DBSnya.
mBok investasi sawah saja..endak perlu punya sawah..modal awal tarohlah 5 juta, buat nyewa lahan 2 juta, trus upah pekerja 2 juta, buat mbeli benih 1 juta. 2 juta itu buat sawah selebar 2 ha. Tarohlah sesial2nya harga gabah 2.800 perak (harga gabah terendah yang dikasih sama pemerintah). 1 Ha sawah bisa manen sesial2nya 800 kwintal. Hasil akhirnya, sekali panen bisa sekitar 4 juta. sawah yang kita sewa berlaku 1 tahun, dalam 1 tahun bisa manen 3 x ato 2x tergantung jenis padinya. lha kalok pas musim gadu (kemarau) gabahnya bisa laku mpe 3.600 perak/kilo. Itu yang 2.800 perak tadi harga per kilo lho ya.
musim gadu itu, musim kemarau. jadi kita bisa njemur padi kita mpe gosong eh, mpe bener2 kering, dan kadar aernya bisa sedikit. Harga sewa sawah tergantung lokasinya, semakin deket ma sumber aer biasanya makin mahal. Dibanding dengan bisnis tianshi yang modalnya “ketengan” sepertinya lebih asik maenan sawah. Kalok memang mau kaya ya modalnya jangan tanggung2. Tar kalok modalnya ngeteng ya bonus yang didapet jg “ketengan”. Disamping itu juga sebagai pengingat, bahwa ini lho kita itu negara agraris, kata Koes Plus, kayu dan batu aja jadi taneman.
HATRIIIIK!!
Dan herannya Itu unicore dan tianshi Jalan timoho Selalu Penuh orang yg di prospek tiap hari..
ckckckck..
menunggu season 2
KURANG NENDANG!
**curiga jangan-jangan mbelgedez udah dibeli sama orang TIANSHI. Bahasanya sama sekali tidak mencerminkan tulisan MBELGEDEZ yang sesungguhnya!
masing ndak nangkep gongnya, mungkin di sesi 2
ini dia artikel yang bikin nama sampeyan berkibar di ranah blogger waktu masih miskin ngeposting digretongan. Kupas habis semua usaha berbasis MLM sampai kiyamat 2012, Mbah mbeL !
masih bingung pakdhe *nunggu season 2 mode:on*
Bongkar DBS dong, Mbah….
*kipas2 pake duit*
emang kudunya MLM itu diberantas kok. huh!
Salah satu manfaat ikut MLM
**Jadi pinter omong kosong…
mumet!
sepakat sama detx..
Kurang dalem mbah pembaahasannya..
*nunggu season 2
keknya situ pernah terdampar jadi salah satu bagian MLM bang…. (woot) tauk banyak…… sipz…
save di otak dah..
ya, sama aja sama kebanyakan MLM laen. reward buat merekrut lebih besar daripada reward buat menjual. jadi kalo ketemu orang, misi utamanya bukan jualan dagangannya, tapi ngerekrut orang itu. dengan menjual, kamu bisa menutupi masalah kamu (tutup poin) dalam sebulan, tapi dengan merekrut, kamu memindahkan masalah kamu ke donlen kamu, selamanya.
jadi ya ngga aneh kalo 99%+ peserta bakalan rugi. rugi juga bukan rugi real, tapi juga rugi kesempatan (opportunity cost). waktu dan biaya yang dipake buat ngurusin MLM sebenernya bisa dipake buat ngerjain hal2 yang produktif beneran yang kemungkinan besar bisa lebih menguntungkan. bisa jadi ada yang ikut MLM dan untung, tapi sebenernya potensinya lebih besar dapet untung melakukan kegiatan laen. orang yang masuk kategori ini sebenernya masuk kategori peserta yang rugi.
Mbel:
Khotbah Mode : Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang merugi. Trimakasih sudi berkomentar yang mencerdaskan….
Komen pake Android smartphone by: IMO mobile
mbah, kita bikin MLM dengan bonus point yang bisa dituker cewek under 23 years old. Aku mau jadi donling lho
Presentasi Leader Tianshi ala mas Mbel….
Bakal rame lagi nih dunia persilatan MLM…
Kita bikin rekor baru yu.. topiknya dibahas sampe 2012 alias sampe kiamat hehe
@dobelden..
lah situ kok tau ada kaya gitu di timoho..? pasti sering sleweran yah didepannya.. hahah..
btw lah memang susahnya ditempat kita getto, ndak contoh nyang bisa aye contohin simpel. di daerah way kanan lampung ajah deeh.. tiansi taon 2005-2006 sempat booming, bahkan ampe anak-cicit didaptarin biar langsung ke lepel sekian, yang ada sekarang.?
mobil ilang, sawah ludes, gaji terpangkas, rumah tinggal nunggu disita..
mending juwalan gorengan.. kalo cuma sehari dapet 100 rb aja mah pasti dapet, lah modal juga ndak nyampe 50 rb
Salam kenal mbah mbel,…..bikin 30 session..biar kaya CINTA FITRI…
saya sudah lama muntaber dari tiens
setubuh…. uda kapok ikut MLM”an…
dolo ikutan pocer key 300 ribu gw melayang ga jelas kmn gara” terbujuk rayuan mimpi indah semata… SURAM
cuman mau nanya mbah…
itu mantan mafia MLM-nya dulu udah sampe peringkat brapa sih??
*pura2 ga tau yang mana orangnya mode on*
wah pas banget… baru tadi diprospek ama orang DBS.
mbah,,, kalo DBS gimana yah??
whohohoho.. bener tuh.. aku juga X-tiens yang dah lama ngga nyemplung kesana lagi. ogah dan ngga mau. Duit abis.. waktu ludess.. pelajaran lewat.. kelulusan mokat..
kayak gitu harus bener bener fokus ngga bisa di sambi. katanya kerja part time tapi aslinya full time sampe 24 jam malah. hohoho..
belum ada militan MLMers yang nimbrung nih……….*menunggu sambil ngudut*
woogh..kesian juga ya yang terbujuk MLM tapi malah jadi rugi gak jelas..
season 2 nya kapan ni om
Oke bro…q setuju banget pendapat mereka semua…MBELGEDESH…
Mbah Mbel lagi curhat tiap bulan tutup point…
Wakakakaka…
Terakhir kali baca postingan oom Mbel soal MLM udah kapan taun, tumben diungkit-ungkit lagi (bawa merk lagi).
Kena prospek lagi, oom??
–ikutan nunggu season 2–
Saya suka sekali postingan ini, Mas Mbel. Mulai dari logika, metodologi, implementasi (hitung-hitungan) semuanya lengkap. Walaupun sayang sekali, belum ada link menuju web Tianshi yang dapat dikonfirmasi pola kegiatan mereka (atau memang mereka tidak mau menampilkan modusnya di ranah maya, saya googling pun kok nggak ketemu yaa dokumentasinya?).
Yang paling dahsyat, cara bertuturnya.
Sayang munculnya senin, sebab saya yakin kalau edisi ini bisa jadi dakwah jumatan yang paling produktif.
Sepakad om. karena mau mbangun “aset” itulah mereka nguber-uber prospek sampe titik darah penghabisan, sampai liang lahat. Request om. Posting cara nolak MLM-er dengan cara yang benar. Bagi para MLM-er segeralah bertobat. Sebelum digebukin seluruh jamah Madzab Bocor Alus
tetap anti MLM !!!!
mungkin tulisan di:
http://www.tianshi-watch.com/
bisa membuka mata dan menyadarkan para tianshi*er di luar sana
:peace:
Sependek pengetahuan saya, banyak MLM yg ada di Indonesia (bkn Indon ya) pusatnya tu ada di Malesa. Tapi kok y orang2 sini biasa aja tu ma MLM ini. Ndak booming istilah kerennya.
Pak bos… ulas tentang K-Link dong!… hehe..
simpan dulu yg ini, ongkos ngenet di Papua mahal…
ntar balik baru isa koment..
wah para MLM’ersnya lagi prospek, jadi ga pada sempet OL dan mbaca khutbah ini deh hihihi
Nice info, Gan!
:s hdehh !! cma lum teu ja .
Nantikan gebrakan MQL (Manajemen Quantum Level) System di kota anda….dengan modal minim impian mudah tercapai……
Mbel:
Halah….
Ndobos apa pulak situh….!!!
^
jyakakakakak…….
Salam kenal boz MBEL…kalo dulu ada pencerahan kaya gini…pastinya Q tak terjebak macet keuangan…hahahaha, terlanjur basah…
Mbel:
Jadi,… Kapan situh dalem posisi Financial Freedom…???
Setidaknya situh bisa merekomendasikan tulisan ini kepada donlen situh. Brani…???
orang yang gagal di tianshi sebenernya mereka tuh bukan gagal karena tianshinya dikarenakan orang itu sendiri yang memutuskan untuk berhenti mencoba bukan karena gagal di tianshi….universitas terbaik sekalipun kalo qta nya ga lulus mesti yang disalahin siapanya??? universitasnya apa kitanya yang kurang optimal dalam kuliah????
apa lagi sekarang udah ada support systemnya yaitu unicore sekolah pengembangan dirinya…..
Mbel:
Hayah…..
WAH…
TAU BENER MAINTANANCE-nya !!!
BUKAN TUTUP POINT KALE !!!
MANTAN MEMBER YA ???
GAGAL YA DOLO ???
COPO AHK…
NEGATIF DIPELIHARA…
MALU DONK SAMA DIRI SENDIRI…
LOE LIAT LEADER” TIANSHI YANG SUKSES DAH TAMBAH BANYAK !!!
LOE KERJA AP SEKARANG ???
DAH KAYA RAYA LOE ???
ADA MALU NGGA ???
Mbel:
Situh ndak pantes ngaku-ngaku hamba allah, situh lebih pantes ngaku sebagai hamba Louis Tendean….
Sayah paham kalo situh meradang dengan bedah sistim tianshit inih. Karena segala borok akan terlihat.
Sebaeknya, situh jadilah MLMers yang bener-bener cerdas. Jangan cuman keliatan pinter kalo lagi membual dalem presentasi kepada orang yang ndak ngerti sistim….
Kalo postingan inih ada yang salah, silakan dibantah. Mari adu argumentasi. TUNJUKKAN KAPASITAS OTAK SITUH SEBAGAI MEMBER MLM TIANSHI….
Sayah tunggu….
jiah hamba allah yang diatas kaya domba di skumpulan serigala… akhirnya muncul jga MLMers. cumeh ngomong gtu gda yang dengerin. liat2 dulu donk alam sekitar ni hawanya lagi kya gmana.. kyanya sii baru join MLM makanya masih bersemangat tuu… cuy kebenaran tuu subjektif. lw mau nyembah2 louis juga klo lw anggap bener yaa silakan jaa. asal ga ganggu orang laen yang menyembah selain louis.
Mbel:
Hahahahah…..
HAIII BRO……
MANTAP DEH …IDE2NYA…ada ASal Aja Komentarnya, Membangun dan Komentar hasil survey ( mungkin survey pribadi)…
INTINYA ….gw Bukan Anggota Mlm Manapun…
Tapi GW punya Sisi Positif Dari Tianshi..
Gw selama bertemen ama mereka dan ikutin seminar dan semacam nya… Group Tianshi..dalam menjalan kan marketing plan nya…..dan motivasi mereka sangat Menarik………dan gw coba di bisnis yang gw jalani ….wah mantap….perusahaan makin maju (sistem membentuk mental karyawan yang loyal dan mereka ikut jadi pengembang dan seolah bagai perusahaan mereka sendiri)……..ambil sisi positif nya…..
SALAM SUKSES UNTUK MEREKA YANG
POSITIF THINGKING
Cheers
setuju mbah gembel..eh maksud sy mbelgendez..sy pernah di prospek.kesimpulan yg saya dpt.di tianshi ternyata bukan menjual produk,tp menjual mimpi..
bagi MLMers..makan tu mimpi
Mbel:
Halo tianshiter…???
Situh dibilang jualan mimpi, sama Rooney…
Mantap boz postingannya…..
banyak pelajaran yang didapat dari postingan ini, jadi kita lebih melek apa itu mlm…?
Bravo
mbah mbel, komen dedi kok ga dibales?
ahe, bener2 postingan yg diharapkan!
MLM masih ada toh jaman skrg?
kirain dah tewas, hihihi
dah lama gak denger org ngomongin MLM
sebenernya artikelnya menarik bgt….
Tp msh kurang data…
aku da sedikit bahan buat season 2 (kalo mau)
kasih tanggapan orang pemerintah dunk, ttng mlm tiansi ini,,,
apa mereka tau kalo mlm ini berugikan bangsa dari berbagai segi (Malas, dan Kasih Pendapatan kepada Orang CINA…!!)
mereka menjajah kita lho…
trus, kasih data juga buat anggota MLM Tiansi yg Gagal…!
biar da data yang di percaya gitu…
Terima kasih sebelumnya…
Mbel:
Mestinya, dari bentuk piramidanya aja udah keliatan, siapa yang diatas dan kebawahnya…
ini baru postingan yang mencerdaskan…
lanjutgan kan!!!
Aku ikutan MLM Tianshi,pertama-tamanya karena ditawarin temenku sendiri. modalnya aku percaya aja sih,soalnya aku kenal dia. Lama kelamaan hati aku merasa ada yang aneh dan banyak hal yang ditutupi para upline2ku. Aku sendiri udah *4,dan disuruh berhenti ortu. aku cuma merasa bersalah sama temen2ku yang aku ajak jadi downlineku,mereka berhenti duluan dari aku.
Mbel:
Sampe di *4, udah untung belom…???
Apa malah buntung…???
Silakan diliat itung-itungannya, mumpung belom terlambat…
*Btw, situh termasuk Tianshiter yang brani untuk jujur nulis komen di sinih...