AHMADIYAH MBELGEDEZ….

2011 March 18
by mbelGedez™

.

(Lebih 2 minggu tulisan ini saya tahan berhubung saya pikir tulisan ni ndak akan bermanfaat buat siapapun. Isinya cuman dongeng dan katanya anu, katanya inu. Setelah saya di desak jamaah sekalian, akhirnya saya edit sana sini, dan lahirlah tulisan ndak nggenah ini).

 

Kemaren-kemaren Endonesa ribut banget soal Ahmadiyah. Khususnya soal Cikeusik yang sedemikian biadabnya, hingga sesama anak bangsa membunuh saling serang dan berakhir dengan kematian di pihak Ahmadiyah.

Yang menarik buat saya bukan soal orang Ahmadiyah digebukin kayak anjing mau dibikin tongseng, tapi “kekisruhan” yang tiba-tiba menonjolkan Ahmadiyah. Kenapa baru sekarang ???

Kemudian soal komentar orang yang “ndak ngerti dan ndak mau ngerti” kenapa Ahmadiyah dimusuhin, dengan yell-yell “kebebasan beragama berkeyakinan” yang sedemikian bergemuruh baek di media massa maupun di media sosial macem Facebook dan Twitter.

Bahkan yang membuat saya akhirnya termotivasi untuk mempublish tulisan ini karena adanya desakan Jamaah Madzab Bocor Alus yang ternyata juga ndak ngerti “apa itu Ahmadiyah”. Saya bisa maklum, beliau mungkin bukan Muslim.

Baeklah…

Sesuai namanya, Ahmadiyah tentu berkaitan dengan induk kata tersebut, yaitu Ahmad. Ndak bedalah kalo kita suka bilang Jamaah Fesbukiyah. Artinya penganut aliran Fesbuk. Jamaah Twitteriyah, ya penganut aliran Twitter. Jamaah Muhammadiyah, ya pengikut jejak Muhammad. Nabi Muhammad maksute.

Lha si Ahmad ini 200 taon lalu semacem Imam juga, gitulah. Nama lengkapnya konon Mirza Ghulam Ahmad. Orang India. Selevel sama saya Imam Bocor Alus. Madzab ato alirannya ya Mbelgedez. Si Ahmad ini awalnya mimpin komunitas kecil masyarakat Qadiyan, sebuah kota kecil banget di India.

Mungkin pada awalnya dia mimpin ummat ya lempeng-lempeng aja. Namun mungkin juga karena mengalami suatu Trance, sedemikian khusyu’ dalem berdoa, dia jadi merasa seperti menerima wahyu. Trance yang sama akan dialami oleh orang yang berpuasa 20 hari dan sibuk beribadah. Mungkin itulah sebabnya dikatakan malam 1000 bulan. Berkunang-kunang soale…

Orang yang Trance, mengalami suatu Spiritual Shock. Gegar Rohani. Bila Iman masih tipis maka akan cerita yang kagak-kagak. Merasa diri bagai terbang melayang. Dunia menjadi terang. Diri seperti bersih suci.

Menurut ilmu kemeruh saya, pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad ini ndak beda dengan Lia Eden dengan Tahta Syurga nya. Basic nya sama, yaitu berangkat dari Islam. Kenapa Islam ? Karena Islam yang “pelajaran” agamanya paling lengkap. Dongengnya lengkap. Dari Allah sang maha satu dan maha suci, punya asisten Malaekat, dan Muhammad (dan nabi-nabi laennya) sebagai penyampai tuah suci Firman.

Mirza Ghulam Ahmad ini mulutnya bangor. Kalo ngomong mungkin asal nyablak. Yang lebih eksotis adalah, dia brani beda pendapat. Beda pendapat dengan ulama “mainstream” pada saat ituh. Cara penyampaiannya sarkas. Ndak heran kebangorannya itu dimanfaatkan oleh Enggres yang saat itu menjajah India. Lewat kebangorannya itulah Enggres bisa mengendalikan daerah jajahannya.

Strategi Enggres ini juga dilakukan di Arab. Lewat juru dakwah Wahab enggres kongkalikong untuk mengendalikan Arab. Turunan dari ajaran Wahab ini ya disebut Wahabbiyah, meski dikemudian hari Jamaah Wahabbiyah ini ndak mau mengakui. Mereka lebih senang disebut Salafy. Salafussalih, katanya…. ;)

Soal hubungan Ahmadiyah dengan Enggres ini bukan isepan jempol. Soale sampe detik ini Kantor Pusat Ahmadiyah di London, Enggres. Bukan di India ato Pakistan. Konon kabarnya Ahmadiyah London ini masih nrima warisan pensiunan dari Enggres. Hebat ya Enggres… Bener-bener tetep mau melihara hubungan baek.

Soal kenapa sampe saat ini Enggres masih miara Ahmadiyah, saya ndak tau. Mungkin buat Enggres Ahmadiyah akan berguna suatu saat dibutuhkan. Who Nows… Namanya juga kemeruh… (Kitab Ruhani Khazain, Mirza Ghulam Ahmad, Volume 3, Halaman 21), (Kitab Tuhfah Qaishariyah, Mirza Ghulam Ahmad, Halaman 16)

Terus, apa yang mbikin Ahmadiyah dimusuhin ???

Pertama adalah, Ahmadiyah menyatakan bahwa kenabian Muhammad bukanlah yang terakhir. Akan ada nabi-nabi berikutnya dan salah satunya adalah Mirza Ghulam Ahmad. Thats Okay syariaat nya Muhammad Enough sampe disitu. Tapi kenabian ini jalan terus. Itu versi mereka.

Meski demikian saya pernah ketemu dengan member Ahmadiyah, mereka ndak ngaku soal rebutan status nabi ini. Kata mereka, “Sebenernya ndak gitu. Kami Ahmadiyah tetep mengakui Muhammad sebagai nabi pamungkas. Yang bilang Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi penerus kan pengikut suka mengelu-elukannya hingga menyebutnya nabi. Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi“.

Wokeh, alesyan bisa dibuat. Namun setelah saya telusuri jalur “keimamannya”, nampaknya yang ngomong gitu sama saya adalah member Ahmadiyah versi Lahore, Pakistan. Ahmadiyah Lahore ini “agak lebih bener” dari versi Qadiyani, India. Maklum, dulu Ahmadiyah pernah pecah karena perebutan kekuasaan Keimaman.

Perlu situ ketahui, Ahmadiyah ini “Imammiyah”. Artinya Imam adalah segalanya. Keimaman ini bisa bersifat turun temurun. Kalo Imamnya bilang besok tanggal 30 Pebruari akan kiamat dan untuk lebih dulu sampe di syurga mereka harus mati dengan minum racun, maka disuruh minum racun pun, jamaah nurut aja.

Kedua adalah Ahmadiyah ndak pake Alquran, tapi pake kitab karangan Mirza Ghulam Ahmad yang namanya Tadzkirah. Sedemikian yakin dengan Gegar Rohani yang dialaminya, Ahmad sampe berani bilang Bahwa Allah SWT menurunkan kitab suci Tadzkirah kepadanya di Qadiyani. Padahal kalo kita mbaca isi Tadzkirah isinya ya pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad.

Nampaknya hal ini yang paling fatal bagi Ahmadiyah sehingga dimusuhin. Sebab Islam kan sudah memastikan bahwa Al quran adalah satu-satunya kitab sucinya. Dari sejak Muhammad SAW hingga saat ini. Benturan inilah yang ndak isa ditolerir oleh Islam. Sebab Ahmadiyah jelas-jelas bilang dalam Tadzkirah bahwa “Tuhanku berbicara langsung kepadaku dan berfirman” (Tadzkirah, Mirza Ghulam Ahmad, Halaman 48 Baris ke 8)

Maklumlah, di masa itu di India ngisep Hasish bolehboleh aja…

Jamaah Madzab Bocor Alus Sekalian…

Dua hal utama itulah pemicu bentrokan yang akhir-akhir ini terjadi. Kenapa baru sekarang dan bukan dari dulu-dulu..??

Halah, kata sapa ?!!

Sejak dulu pun Ahmadiyah udah bermasalah. Cuman sebagian dari situ Jamaah di sinih kan ndak ngerti. Situh masih ndak paham. Soale dulu dengan mudah dibungkam dan informasi belom ngalir deras kayak sekarang ini. Sekarang kan orang ngupil di Gedong DPR dalem hitungan detik udah nyampe ke Papua.

Dulu di taon 50an Ahmadiah bisa diakui Negara karena banyak penggede-penggede saat ituh yang menjadi jemaatnya. Tapi begitu kekuasaan di tangan Soeharto (1965), Ahmadiyah langsung diberangus. Dia tau persis bahwa Ahmadiyah bisa menjadi bisul yang mengganggu, sedang dia butuh merangkul kaum Islam. Itulah sebabnya di era Orde Baru Ahmadiyah cuma muncul secara seporadis di berbagai daerah, dan Kejari di daerah mengeluarkan SK-SK yang melarang Ahmadiyah. Situh ndak tau, kaaaan…???   ;)

Ndak heran di era “sak kareppe dewe” kayak saat ini Ahmadiyah mencoba nongol lagi. Apalagi semenjak era pemerentahan Bubar Pasar ala Gus Dur. Dimana semua-muanya dibiar-biarin aja, Top Leader Ahmadiyah di London pada taon 2000  sampe dateng ke Endonesa dan bahkan bertekad memindahkan kantor pusat mereka di London ke Endonesa sebelom akhir abad ini….

Buat situh yang belom paham ato situh pemuja kebebasan, liberalis pluralis dan mbuh apa lagi, menurut saya bukan lagi  soal “ini kan kebebasan berkeyakinan”. Tapi ini sudah ke arah penistaan Islam. Islam tuh pake Al Quran. Nabinya ya Muhammad SAW. Itu aja. Masa Iya sih Mbelgedez menggantikan Yesus dan Anny Arrow sebagai pengganti Injil..?? Ndak mungkin kan ??? Ini adalah masalah Akidah. Ndak isa dibengkokkan sembarangan.

Jalan yang adil di zaman “sak kareppe dewe” sekarang ini mendingan Negara menjadikan Ahmadiyah sebagai agama tersendiri. Ajarannya ndak boleh mbawa-mbawa Muhammad ato surat-surat dalem Al Quran. Silakan aja mereka pake kitab Tadzkirah kek, Tukirah kek, Sakerah kek, monggo…

Tempat peribadatannya ndak boleh berbentuk Mesjid. Misale berbentuk kubus dengan cat warna warni sehingga dari kejauhan mirip Rubik raksasa. Ato boleh juga bentuk setengah bola berwarna krem dengan pentil diatasnya warna coklat. sehingga dari jauh kayak tetek.

Baju peribadatan yang cowok ndak boleh pake baju koko ato gamis. Ntar dikira nitu-niru sekte Salafy yang ke arab-araban. Jadi mesti pake baju gombrang dan ubel-ubel kepala ala pemaen ular kobra India. Bajunya yang cewek juga jangan model burqa. Itu kan ke arab-araban. Pake kaen dan pashmina ala India ajaa…

Jelasnya, Ahmadiyah bukan Islam.

 

>>Apakah abis Jumatan nanti situh masih maki-maki Ahmadiyah, Ki Sanak ??

 

39 Responses leave one →
  1. 2011 March 18
    adiPatiRembangKudusNo Gravatar permalink

    kalok di sini jamaah mbelgedeziah…kitab e opo mbah…

  2. 2011 March 18
    dinieNo Gravatar permalink

    kalo ahmadiyah menyatakan nabi trakhirnya bukan Muhammad SAW, maka ahmadiyah bukan Islam. Kalo bunyi syahadatnya beda, maka ahmadiyah bukan Islam. Kalo ahmadiyah oke utk menyatakan diri mereka bukan Islam, maka tetep harus kita hormati mereka. Tapi kalo mereka keukeuh maksa2 menganggap yg mereka anut itu bagian dari Islam, maka mereka berhak ‘diluruskan’, bukan diajak berantem. Demikian.

    *ehm, saya keren deh* :p

  3. 2011 March 18
    ArisNo Gravatar permalink

    Wah.. berat nih khotbahnya… *ngantuk*

  4. 2011 March 18

    Mbah, jadi Islam ternistakan karena ada tambahan kitab dan nabi dari ajaran ahmadiyah ya?
    mohon diluruskan kalau kesimpulan ini melenceng.

    Mbel:
    Ini masalah Tauhid dalem Islam boss…
    Islam sejak awal di declare oleh Muhammad SAW sudah berupa Dogma Meskipun untuk beberapa hal yang ringan masih Debatable.

    Imam Ahmadiyah generasi ke dua pernah bilang mirip dengan situh,”Rasul apaan tuh kalo orang yang beda pendapat langsung dibilang Kafir

    Pernyataannya sontak menimbulkan masalah. Sebab sesuatu yang udah “dipastikan”, ya ndak isa dikutak katik lagi.

    Walahualambisawab, cmiiw ;)

  5. 2011 March 18
    AntikNo Gravatar permalink

    Yesus pernah bersabda kalau kita perlu waspada terhadap nabi-nabi palsu yg berbaju domba, padahal mereka serigala.

    Lalu bgmn dgn agama yg mengutip Alkitab (Yahudi & Kristen) di kitabnya dan menjadikannya beda? Apakah itu bisa dianggap penistaan juga? Maaf, saya mengikuti analogi Mbelgedez yg melarang Ahmadiyah menggunakan nabi Muhammad & Alquran.

    Mbel:
    Islam ndak mengutip agama sebelomnya, Gan…
    Dogma nya memang Islam adalah agama “penyempurnaan” dari yang pernah ada. Jelas banget ada disebut agama-agama sebelomnya, kitab-kitabnya, sekaligus nabi-nabinya.

    Walahualam bisawab, cmiiw

  6. 2011 March 18
    risdaniaNo Gravatar permalink

    widiiiihhhh mas mbel ini emang luas pengetahuannya,,lumayan jumat2 nambah ilmu.,,.jd ntar bisa meneruskan gaya kemeruh ke yg lain,,hihihi

  7. 2011 March 18

    Barusan jumpa kawan dari pakistan, aku tanya soal ahmadiyah, menurut dia, sejak tahun 70-an ahmadiyah sudah mendeklarasikan sebagai agama baru, bukan termasuk dalam islam. lha ini yg ngaku-ngaku pengikutnya di sini kok masih saja ngotot bahwa mereka adalah islam. payahnya, banyak yg memperkeruh keadaan, atau memanfaatkan keadaan?

    Mbel:
    Di taon 1974 memang pernah diputuskan masalah tersebut, kalo ndak salah jaman PM. Zulfikar Ali Bhutto. Namun masalah tersebut ndak kelar-kelar hingga keluar lagi keputusan serupa menguatkannya di 1984.

    Kalo ndak salah lagi masalah agama ini juga tumpang tindih dengan politik hingga saat ini. Dimana politikus Ahmadiah “berantem” dengan politikus non Ahmadiyah. cmiiw

  8. 2011 March 18

    saya sudah membaca di koran tentang kisah ahmadiyah itu pas jaman SD kelas 3, jaman sy baru pinter baca.

    dan apa yg mbah mbel tulis, itu dalam fikiran sy jg… *mengaminkan doanya mbah mbel*

  9. 2011 March 18
    t4rM1nNo Gravatar permalink

    no komen ah. Buat tambah elmu aja (terlepas dari bener apa nggak nya).

    * soale emang nggak tau juga kok, hehe… *

  10. 2011 March 18
    kevinNo Gravatar permalink

    gimana kalo kita jadikan anny arrow sebagai kitab kita mbah???? blom ada kitab resmi khan kita??? declare aja skarang…. sambil nge-declare sambil mlethok kita…

  11. 2011 March 18
    eVeNo Gravatar permalink

    haduhh. .
    mumet sirahku mocone. .
    tp ya ada benernya juga sih. .
    wallahualam. .
    :)

    Mbel:
    Minum Paramex pake Coca Cola

  12. 2011 March 18
    WijayaNo Gravatar permalink

    Mantaappp….ada topik buat asah ilmu kemeruh :)
    Kalau sejarah ituh saya sendiri sudah baca mbah, yg india-pakistan dll.
    Saya pakai frame sekularisme ajah, smoga gak jd debat kusir atau malah jaka sembung, hehe.
    Sambil nunggu bahan diskusi dari jamaah yg lain, saya ajukan pertanyaan mbah: bagaimana efeknya kalau negara mencampuri urusan agama warganya (klo gak salah kan ini area privat, urusan pribadi umat dgn Tuhannya).

    Mbel:
    Saat seseorang sendirian beribadah entah itu telanjang jumpalitan nungging mbakar kemenyan, itu area privat.
    Tapi saat keyakinannya ituh ditularkan ke orang laen bahkan dengan mengatakan “ini agama Islam/ Kristen/ Hindu yang sesungguhnya, cara beribadatnya bagini, percayalah pada saya nanti masuk syurga“. Maka itu udah diluar area privat.

    Jangan terjebak dengan jargon”ini urusan saya dengan tuhan, negara ndak usah turut campur !”

    Situh pikir di negri Amrik agama ndak di atur, apa ???

    Kalo disana ndak diatur, buat apa pendeta Jones sampai diburu FBI ???

    Saya cuma khawatir ini bisa jadi preseden buruk, secara Indonesia bukan negara agama. Selain itu kebebasan beragama sebagai hak asasi dijamin UUD.
    Mungkin saya sependapat kalau ini penistaan Islam, tapi tetap saya gak setuju kalau kemudian darah pengikut Ahmadiyah dihalalkan utk ditumpahkan :(
    Pakailah cara lain yg lebih beradab, yg mengedepankan nilai2 kemanusiaan universal…

    Mbel:
    Coba situ mbaca ulang apa yang saya tulis…
    ;)

    *gelar tiker, ngemil kacang rebus…sambil nunggu yg lain*

  13. 2011 March 18

    Saya jadi bingung mbah, soale Kedua Almarhum Eyang saya ngaji di suatu masjid khusus, berangkat haji, trus pulang anak-anaknya dikasi tafsir Holy Qur’an, tertulis kalo yang menafsirkan adalah Ahmadiyah (lahore kayaknya). Nah Ahmad ini dianggap sebagai pembaharu, tiap 100 tahun

    Mbel:
    Yaitu dia, pake mesjid khusus segala.
    Setau saya mesjid ya mesjid, ndak pake khusus ini, khusus itu.

  14. 2011 March 19
    kevinNo Gravatar permalink

    @atas sayah… Wijaya

    saya setujuh sama situh…. nyawa orang itu urusan tuhan… dengan alasan penistaan agama atau apapun, ngga berhak kita ngebunuh orang laen.

    lalu apa gunanya turun ayat lakum diinukum waliyadiin

    #balik mlethok lagi, nyantrinya udahan

  15. 2011 March 20
    NurdinNo Gravatar permalink

    Coba kalau agama dipahami sebagai jalan bukan sebagai tujuan….

  16. 2011 March 21
    jayNo Gravatar permalink

    punahin aja tuh ajaran sesat, tapi orangnya direhab, biar gak balik sesat

  17. 2011 March 21

    haa.. akhirnya simbah gak kuat buat gak publish soal ahmadiyah ini.

    aku ada pengalaman jaman SMP, ada anak yg ngakunya sekte ahmadiyah mau “tobat” dimasjid dkt rumah dan sudah di terima oleh pengurus mesjid utk diluruskan, tapi ternyata itu anak sepanjang pembelajarannya bukannya mengikuti tapi malah mendebat dan tetap saja ketika ibadah dia tdk mau ikut barisan yg sudah ada, jam sholat sama, tp dia sholat dewe dibelakang orng yg sedang berjamaah.

    akhir e pengurus masjid sepakat utk mengusir anak itu kembali karena toh dia datang bukan utk “tobat” seperti yg dia bilang tapi seperti sedang “mengasah elmu”.

    sama pemuda2 kampung udah mau di amuk tuh, klo ga dicegah.

    Saya setuju kalau ahmadiyah itu suruh bikin agama dan identitas sendiri diluar islam, klo ngotot mau pake nama islam, ya sudah bubarkan saja seperti jg anjuran dari menag suryadharma ali.

    wong ngototan lan ngeyelan rak iso dibenerke kok..

    Mbel:
    Mengenai , tempat ibadahnya gimana..???
    Pilih model kubus apa model separo bola..???
    ;)

  18. 2011 March 22

    klo tempat ibadahnya ahmadiyah mirip2 bangunan india atau engres aja om :D

  19. 2011 March 22

    Matur mbah Mbel :mrgreen:

    Saya pernah baca buku kecil yang judulnya “Debat Kairo”, kalo ndak salah yang ngeluarin Ahmadiyah Qadian. Isinya tentang bagaimana seorang ulama Ahmadiyah beradu argumen dengan 3 orang pendeta Protestan sekaligus. Si Ahmadi ini lalu dilaporkan sukses mempreteli kaidah agama Kristen sekaligus mengacak-acak kaidah ketuhanan Yesus, kesemuanya hanya dengan berdasar pada Injil, tanpa pake tambahan kitab2 laen.
    Ternyata Ahmadiyah Qadian ini, selain berupaya meruntuhkan status Rasulullah sebagai Khataman Nabiyyin, juga punya misi mementahkan ketuhanan Yesus dalam akidah agama Kristen. Kedua misi ini satu paket, lantaran mereka berupaya mempromosikan paham bahwa si Mirza Ghulam Ahmad itu selain nabi terakhir menurut Islam, juga adalah Mesias alias Messiah alias pengganti Lionel Messi Yesus Kristus dalam akidah Kristen.

    Yang model gini ini kan bakalan tambah bikin runyem kalo sampe sempat dipraktekkan di negara kita. Jadi mumpung Ahmadiyah ini belum terlalu kuat di sini, mending dibubarkan sajalah. Umat2nya suruh minta suaka ke Inggris saja, kan banyak duitnya tuh Inggris. Lha orang2 OPM di Papua saja pada betah suaka di sono, apa2 digratisin. Soale kalo Ahmadiyah ini dikasih toleransi, walaupun sebagai agama baru di luar Islam sekalipun, mereka ndak bakalan lelah buat terus menyuarakan ajarannya. Lha wong Ulama2nya digaji je.

    Mbel:
    Sudah saya download, ntar saya baca.
    Makasih infonya…

  20. 2011 March 22
    DanuNo Gravatar permalink

    Wah, akhir nya mbel nulis juga soal ahmadiyah ini…

    Saya setuju mbel, soal nabi sama kitab suci itu nda bisa ditawar2. Kalo mereka ngaku nya agama lain ya silahkan, kita hargai.. tp kl ngaku nya islam ya nda bisa, krn kl islam itu ya nabi nya muhammad dan kitab nya Al quran. Kalo ngeyel ya bubarin aja.

    Sekalian ngomentarin yg diatas nulis lakum dinukum waliyadin.. apa sampeyan tahu cerita nya bisa turun ayat itu? Itu kan kaum quraisy yg mulai resah dgn ajaran Nabi Muhammad yg mulai mendapat pengikut, trus ngajak kompromi, minta Nabi utk menggabungkan Islam dgn ‘agama’ mereka.. tawaran nya quraisy itu kan mrk ikut sholat, tp Nabi dan pengikut nya ikut nyembah berhala. Jadi mau nya quraisy itu mereka semua satu ‘agama’, ga usah ribut2 lagi.

    Justru itu maka nya turun ayat lakum dinukum waliyadin, untuk mu agama mu, bagiku agama ku, nda isa dicampur2 trus bilang satu agama. Mirip kan dgn kasus islam dgn ahmadiyah ini? Justru kita harus mencontoh Nabi, nda mau dicampur2 gitu.. nda bisa ngaku islam tp Nabi dan kitab nya beda.

    Kalo soal kasus di cikeusik, apa nda ada yg ngerasa byk hal janggal dikasus itu? Mnrt saya ahmadiyah itu justru menjadi pihak yg plg diuntungkan dgn kejadian itu. Tp berhubung mbel sebagai tuan rumah nya nda ngebahas itu, ga perlu lah saya ngelangkahi ngebahas.

    Mbel:
    Saya ndak mbahas soal Cikeusik, karena fokusnya adalah soal Ahmadiyah. Bagaimanapun saya ndak suka dengan cara biadab begitu.

  21. 2011 March 22

    saya libur komen dulu mbah..mau nonton transformer 3

  22. 2011 March 23

    saya masih agak bingung menentukan pendapat di sini mbah, ada beberapa pertanyaan yang saya masih belum tau jawabannya, misalnya:
    1. kalo misalnya ahmadiyah itu sesat, apakah saya ikut bertanggungjawab karena tidak mencegah mereka menyebarkan kesesatannya?

    Mbel:
    Merujuk pada Islam, semestinya sih gitu, masalahnya, situh brani ndak ???
    :lol:

    2. kalo misalnya ahmadiyah mencampuradukkan ajaran islam dengan keyakinan mereka sendiri, apakah saya bertanggungjawab “mengambil” ajaran islam dan menyisakan hanya keyakinan sendiri untuk mereka jalankan?

    Mbel:
    Maap, ndak mangsud…
    :D

    3. bagaimana dengan pernyataan bahwa manusia tidak bisa memberi hidayah, manusia cuma bisa mengingatkan atau menyampaikan pesan, karena keyakinan tidak bisa dipaksakan

    Mbel:
    Keyakinan tidak bisa dipaksakan, tapi kalo menyimpang njur piye..???

    4. menurut sampeyan, keributan soal ahmadiyah ini karena dilanggarnya hukum negara atau hukum agama?

    Mbel:
    Agama

  23. 2011 March 24
    DeZiGHNo Gravatar permalink

    Saya setuju dengan antik :)

    Kisah dan ajaran dalam Islam banyak yang serupa dengan agama sebelumnya yang dikatakan ‘disempurnakan’ oleh Islam.

    Jika Islam diperbolehkan untuk seperti itu maka akan aneh jika masyarakat Islam melarang ahmadiyah melakukan tindakan serupa.

    Mbel:
    Salahnya sendiri agama yang “merasa” ditiru dulu ndak ngotot kayak Islam saat ini. (komen ngawur, jangan ditanggepin…) hahaha
    :lol:

    Jika memang masyarakat islam merasa islam paling baik, mengapa tidak menjalankan syariat islam dengan kaffah dan memberikan contoh kepada umat lainnya? Tindakan jauh lebih berarti dari aturan indah berbingkai tanpa pengamalan.

    Menurut saya, salah satu contoh penistaan agama, terutama agama islam, adalah orang yang merasa islam, namun menyalahgunakan pengeras suara di masjid sehingga membisingi dan mengganggu paling tidak seorang tetangga masjid. Padahal dalam islam sendiri hal tersebut haram untuk dilakukan. Jika umat islamnya sendiri tidak menghormati aturan dalam islamnya sendiri bagaimana bisa memaksakan aturan tersebut kepada yang dikatakan sesat. Apalagi jika misalnya yang sesat tersebut ternyata dalam menggunakan pengeras suara lebih islami dari orang islam yang mengatakan mereka sesat.

    Mbel:
    Di beberapa negara yang Islamnya mayoritas,pengeras suara udah lazim. Bahkan ada satu negara yang “memparalelkan” speaker mesjid sehingga menyala bersamaan keseluruh kota… :lol:
    Di Singapore saat adzan juga pake TOA, tp ndak terlalu keras.
    Di Malaysia sama dengan di Indonesia.

    Di kampung saya lebih parah lagi. Anak-aak ngaji juga di TOA in. Emak-emak ngaji juga di TOA in. Malah yang bikin bete, kaset orang ngaji juga di TOA in. Ini udah salah kaprah…

    Jika ahmadiyah bisa berkembang, itu karena orang mayoritas masyarakat islam nya sendiri tidak mampu mengejawantahkan ajaran islam dengan benar. Dan karena masyarakat islamnya tidak mampu melawan nafsu dirinya sendiri, maka cara kekerasan (pemaksaan) lah yang dipakai untuk membungkan umat lain yang dianggap berseberangan.

    Jika Indonesia bukan negara berbasis islam maka islam tidak bisa dijadikan basis kebenaran dalam mengeluarkan keputusan. Jelas-jelas ahmadiyah di sini dikatakan sesat berdasarkan islam. Jika memang ahmadiyah adalah sesat berdasarkan islam, maka islam diakui sebagai kebenaran oleh negara. Karena agama selain islam JELAS memiliki konsep yang BERBEDA mengenai Tuhan, maka pengakuan kebenaran islam oleh negara akan memicu kemungkinan yang akan sangat tidak nyaman bagi orang yang tidak memilih islam sebagai keyakinannya.

    Pada dasarnya agama yang berbeda itu saling menistakan dan menganggap sesat agama lainnya. Jika suatu agama memang merasa lebih baik akan lebih bergaung jika ditunjukkan dalam sikap penganutnya. Jika memang tidak setuju dengan ahmadiyah, bukan dengan cara memaksa mereka untuk bubar, atau memaksa negara untuk melarang mereka. Melainkan dengan melakukan tindakan yang lebih elegan seperti misalnya menolak berbisnis atau mengadakan hubungan apa pun dengan mereka.

    Mbel:
    Pemikiran saya sih sama dengan Pakistan. Yaitu Ahmadiyah sebagai “agama baru” dan bukan Islam. Kalo Indonesia mau ngakui Ahmadiyah sebagai “agama baru” yang kedudukannya sejajar secara hukum negara, rasanya lebih fair…

  24. 2011 March 27

    Mbah, lumayan bisa nambah wawasan saiya :)

  25. 2011 March 28
    DeZiGHNo Gravatar permalink

    Mungkin baiknya ahmadiyah memang mendefinisikan agama baru, tapi sayangnya secara teori tidak ada yang bisa memaksa ahmadiyah memakai nama bukan islam, karena tidak ada pendaftaran hak paten nama agama di dunia ini yang diakui oleh seluruh negara :D

    Tapi coba saja para pelopor dan pemuka ahmadiyah dilobi baik-baik, bahwa mereka dianjurkan untuk mencari nama yang lain untuk membedakan dan tidak membuat masyarakat bingung. Mungkin mbah mbelz bisa melobi mereka?

    Tapi jika mereka ingin memakai nama new-islam atau islam baru juga secara teori tidak bisa dilarang, lho :D

    Btw, senang melihat mbah mbelz dah aktif nulis lagih, sayah berusaha menahan diri untuk tidak terlalu sering membuka web ini khawatir mbah mbelz cepat terkena masalah bandwidth lagih, atau kini sudah tidak lagi menjadi masalah?

    Mbel:
    Kalo mereka ndak pake nama ISLAM, ndak pake nama Mesjid, bukan sholat dan istilah-istilah bau Islam laennya, saya yakin ndak papa. Soale di kampung saya masih ada aliran klenik, kepercayaan yang sampe detik ini fine aja tuh…???
    Mereka juga punya tempat peribadatan sendiri…

  26. 2011 March 31
    bowoNo Gravatar permalink

    Mbah, lama tak sua… Macem mana kabarnya?
    Mo nanya, hukum endonesia itu lebih tinggi daripada hukum Tuhan gak? Soale banyak bunyi Awal Undang-undang “dengan rahmad Tuhan Yang Maha Esa”. Klo emang lebih tinggi hukum Tuhan yang nota bene beda2 di andonesia, terutama siapakah Tuhan ini. Maka ya lazim klo Genk Ahmadiyah dieliminasi dari Islam. Masalahnya beribadah kepada Tuhan itu kan tatacaranya sudah diatur, bukan seenak udele dhewe. Menghadap kepala kantor aja ada aturannya, apalagi ini masalah Tuhan.
    Nah, karena agama ini terlalu agung untuk dibuat main2, dan berdirinya juga dari sebuah keyakinan iman, yang karena diturunka Tuhan, maka Tuhanlah sendiri yang akan menjaganya, tentu gak butuh SK dari manusia untuk pendiriannya. Ahmadiyah klo brani emang buatlah agama sendiri. Walaupun secara sadar, saya tidak setuju. Seolah2 agama bisa dibuat2. Ini merendahkan akal manusia, saya rasa lho. Aku kok masih percaya, klo agama itu benar dari Tuhan, pasti akan besar dan gak akan punah, terus berkembang, biar banyak ancaman dan hambatan. Karena benar adalah benar, kayaknya gitu.
    Maap, panjang gak nggenah

    Mbel:
    Saya baek-baek aja…

  27. 2011 April 2

    Bener bener mencerahkan khutbah jumat ini. :D
    makasih mbah, menambah wawasan..
    lebih mantep lagi kalo di cantumin referensinya mbah.

    Mbel:
    Sebagian saya cantumkan biar ndak dikira saya ngada-ngada.

  28. 2011 April 4
    DeZiGHNo Gravatar permalink

    Nah itu dia, Mbah.
    Teorinya mereka juga ndak bisa dipaksa untuk tidak memakai nama tertentu, kalo misalkan suatu agama bisa memaksa agama lain untuk tidak memakai nama yang sudah lebih dahulu ada di agama sebelumnya, misalnya ibrahim, sulaiman, allah, dan lain sebagainya, islam juga bisa dituntut untuk tidak memakai itu, toh? :D

    Mbel:
    Coba cek komen-komen saya sebelomnya

  29. 2011 April 8
    djokoNo Gravatar permalink

    Mbah kapan nulis LDII…??

  30. 2011 April 8
    NakedISISNo Gravatar permalink

    mbah rekues tante inong malinda dong >.<

  31. 2011 April 14
    DeZiGHNo Gravatar permalink

    Sudah, Mbah.
    Sepertinya kita sepakat untuk tidak sepakat lagi, nih :D

    Lagipula ahmadiyah dikatakan sesat berdasarkan islam,
    padahal dari sisi ahmadiyah sendiri islam itu masih perlu disempurnakan dan disesuaikan seperti islam merasa menyempurnakan yang sebelumnya

    Mbel:
    Di buku apa dan bagian mana Ahmadiyah bilang Islam perlu disempurnakan..??

    Dalam hal ini,
    jika negara memutuskan ahmadiyah sesat berdasarkan islam,
    maka negara memilih untuk berpihak kepada suatu golongan tertentu dan tidak menghiraukan keadilan dalam berkeyakinan

  32. 2011 April 23
    kethekkopyokNo Gravatar permalink

    rasah nduwe agomo wae ah…malah merdeka

  33. 2011 May 19
    machdiarNo Gravatar permalink

    NII lagi seru mas.. kupas donk.. pengen tau dobosannya kira-kira setajem apa gto.. kalo bisa pe dalemannya kliatan semua lah.. heu.. :)

  34. 2011 June 28
    DeZiGHNo Gravatar permalink

    Yah, kalo ahmadiyah nggak merasa islam perlu disempurnakan, kayaknya nggak ada kitab tambahannya yah, hihihihi…

  35. 2011 June 28

    tks gan informasinya

  36. 2011 September 3
    elaNo Gravatar permalink

    Sepertinya mbah perlu lebih banyak belajar dari sumbernya langsung tentang Ahmadiyah. Yang Anda tuangkan diatas banyak gak benernya… uraian yang tidak tepat akan membuat orang lain mempunyai pemahaman yang salah.

  37. 2011 September 15
    armanismeNo Gravatar permalink

    di jaman londo dah ada debat mengenai ahmadiyah vs guru besar PERSIS A.Hassan

  38. 2012 January 19

    Yang bikin makin khawatir, Ahmadiyah bisa dianggap benar dengan alasan kebebasan berpikir, kebebasan menafsirkan ajaran agama Islam. Sekarang kan lagi trend alasan kebebasan.

    Dan kalo dipikir-pikir, komen yang bilang bahwa Indonesia bukan negara Islam jadi gak bisa menentukan mana Islam yang bener, kayanya ada benernya juga. Pada akhirnya fatwa MUI yang mengatakan Ahmadiyah sesat itu bakalan dianggap mentah. Sepertinya satu-satunya cara yang tersisa adalah orang-orang dengan pemahaman aqidah yang baik seperti Saudara Mbelgedez ini agar rajin2 berdakwah untuk meluruskan aqidah orang-orang di sekitarnya.

  39. 2012 January 27
    laukenNo Gravatar permalink

    NUMPANG NYORET MBEL.

    Berbicara mengenai agama berarti kt berbicara tentang aqidah. seharus y ini menjadi tugas para ulama khusus y MUI. Apakah ini suatu penistaan agama ato bukan? Jika d lihat, jelas ahmadiyah ini suatu bentuk penistaan kpada ISLAM karna sangat bertentangan dgn kaidah-kaidah ISLAM.

    Seharus y MUI bertindak tegas mengenai hal tsb dgn mengeluarkan fatwa yg kompeten, sehingga tidak menimbulkan kegalauan d kalangan Umat ISLAM yg akhir y menimbulkan anarkis. Fatwa tsb seharus y d dukung oleh kalangan elit politik n d apresiasikan oleh aparatur negara dgn penuh k arifan.

    WASSALAM…………………………

Komentar situh bergantung pada amal dan ibadah situh

Note: Situh bisa pake basic XHTML dalem komentar. Email situh Ndak Bakalan dipamerin ke orang-orang.

Komentar lewat RSS

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.