ANTARA GEREJA YASMIN, KAMPUNG SAWAH, DAN COPY KTP…

2011 December 2
by mbelGedez™

 

(Lama sekali sayah menahan draft dari post inih, karena “issue” yang ndak kunjung reda. Namun semakin ditahan semakin membuat hati saya bergejolak. Posting inih udah saya edit sampe minim sekali sehingga (menurut saya), hilang ciri khas saya menulis dan terlalu tunjuk hidung. Mari dewasa dan cerdas berpikir )

Pada suatu hari di taon 2007 di komplek perumahan dimana sayah tinggal ada panggung heboh. Tajuknya memang keren, “Bekasi Berbagi”. Sebenernya woro-woronya udah lama sih, meski caranya ndak jelas. Panggungnya keliatan megah dengan soud system menggelegar. Banyak permaenan tebak-tebakan sepele atau nyanyi karaoke asal-asalan, langsung dapet hadiah.

Yang paling disukai emak-emak adalah adalah acara pembagian sembako gratis. Ya, gratis. Saya ndak salah nulis. Mereka membagikan sembako secara gratis nyaris tanpa syarat. Cukup menyerahkan copy KTP dan menuliskan nama seperti tertera di KTP, dan menandatanganinya. Kata mereka panitianya, copy KTP tersebut sebagai bukti laporan bahwa sembako sudah sampai ke tangan yang berhak.

Gampang sekali. Emak-emak pun sangat suka dan memuji-muji aksi ini,”Haambok gini kalo mau mbagiin sembako. Ndak pake ribet inih ituh“. Celetukan emak-emak yang laen,”Sering-sering ya mas mbagiin sembako. Kita siyap menampung…

Saya sempat mengunjungi panggung tersebut dan melihat keriuhan suasana. Orang-orang berjoget ndang ndut dan anak-anak kecil sibuk ngunyah Chiki ato biskuit pembagian “kakak-kakak”. Yang saya sebut sebagai “kakak-kakak” inih rupanya sodara kita yang berasal dari Timur.

Saya mendekat untuk sekedar ngobrol dengan “kakak-kakak” ituh, dan ternyata kebanyakan dari mereka berasal dari Flores. Ada juga yang berasal dari Tim-Tim (sekarang Timor Leste). Mereka masih muda. Saya ngobrol yang ringan-ringan saja. tentang Flores ato Timor-Timur dimana saya sedikit-sedikit bisa sok teu..

Setelah ngobrol saya anggep cukup, saya menghubungi tetangga-tetangga yang saya anggep bisa di ajak ngomong, bisa memahami apa yang saya katakan, dan mau menyikapi dengan kepala dingin. Terkumpullah 5 orang bapak-bapak. Dua orang diantaranya masih menjabat sebagai RT. Berarti tiga orang RT termasuk sayah. Kami bicara singkat, padat, dan satu visi.

Kami berlima kemudian mendatangi “kakak-kakak” panitia yang baeh hati dan mencoba bertemu dengan ketua panitia. Agak repot karena acara tengah berlangsung. Namun kami sedikit memaksa, dimana akhirnya kami bisa bertemu dengan sang ketua dan ditemani beberapa anggotanya.

Kami bicara seperlunya tanpa intonasi emosi, dan kami telah menyiapkan kertas kosong, materai, Handy Cam dan digicam. Intinya adalah, mereka bertanggung jawab penuh dengan isi acara dan penggunaan copy KTP. Kami meminta mereka menuliskannya di kertas kosong yang kami persiapkan dan kemudian menandatanganinya di atas materai.

Saya juga sibuk mengabadikan tampang mereka dengan HandyCam, sekaligus memotret tampang mereka satu persatu dengan pengambilan gambar close up dan seluruh badan. Tak lupa saya meminta KTP mereka dan memotretnya dengan setelan Macro. Pendeknya, saya usahakan mendapatkan bio data mereka.

Isi dari surat yang ditandatangani di atas materai adalah: Benar kami dari anu-anu-anu… beralamat di anu-anu-anu dengan ini mengakui sejujurnya telah mengumpulkan copy KTP dari warga komplek anu di mBekasi. Kami berjanji bahwa copy KTP tersebut HANYA kami gunakan sebagai bukti “telah menerima sembako yang kami bagikan” dalem acara Bekasi Berbagi. Kami berjanji dengan sesungguhnya bahwa copy KTP tersebut TIDAK akan dipergunakan untuk keperluan laen, selaen yang kami sebut di atas. Apabila di kemudian hari kami menyalah gunakan copy KTP tersebut untuk keperluan laen, misalnya: seolah warga menyetujui dibangunnya pasar, tempat bilyar, cafe, tempat keagamaan, maka kami bersedia dituntut di muka hukum, Demikian Surat Pernyataan ini ditandatangani dan disaksikan bpk anu dan bpk anu selaku anu…

Begitulah inti dari pertemuan yang cukup singkat, santai, dan tanpa intimidasi. Alhamdulilah hingga kini tanah kosong di sebelah “sono” yang konon kabarnya milik suatu agama anu, aman-aman saja di tumbuhin semak belukar… Ndak ada tanda-tanda hendak dibangun tempat bilyar, bordil, bar, ato gereja…

Bertransformasi ke masa saat ini…

Saya denger ada masalah yang ndak kunjung kelar di mBogor. Yaitu kisruhnya gereja Yasmin. Kasus yang serut sengkarut bin amburadul tersebut udah sampe di tingkat MA. Dalam “pertandingan” hukum antara Yasmin vs Walikota ato pun warga mBogor MA memenangkan gugatan pihak Yasmin. Namun dalem hal inih walikota mBogor tetep bersikukuh TIDAK MENGIJINKAN adanya gereja di Yasmin.

Adu otot pun ndak terelakkan. FPI pun ikutan terjun payung membuat barikade mengusir jamaah gereja yang akan kebaktian. Kekisruhan makin menjadi manakala Kontras dan HAM dan entah tai kucing dan tai kebo mana lagi yang ikutan “jualan” kisruh tersebut. Tumpang tindih ndak karuan. Salah siapa..??

Ambil cara berpikir sederhana, kenapa gereja terebut bisa dibangun..??  Ato, kenapa setelah gereja tersebut kelar dibangun, masyarakat sekitar menolaknya..?? Bukankah untuk melengkapi perijinan harus disertai “persetujuan” dari warga setempat yang dibuktikan dengan copy KTP dan membubuhkan tanda tangan..??  Bukankah Gereja Yasmin memiliki seluruh bukti tersebut..??  Faktanya MA menguatkan mereka…

Sekarang masalahnya, kita mau bicara fakta hukum, ato “etika sosial” ??

Di suatu tempat bernama Kampung Sawah (mbekasi jugak), ada sepenggal jalan kira-kira sepanjang 5 km. Di ruas jalan sependek ituh berdiri 6 gereja berbeda merek. Bersaing dengan mesjid yang ndak kalah juga jumlahnya. Semuanya jualan agama, menjanjikan surga. Ada gereja Kristen Pasundan, GKJ Kramat, gereja HKBP dan laen-laen saya sampek lupa saking banyaknya.

(Soal gereja di sepanjang jalan Kampung Sawah inih sebenernya sayah punya videonya. Sayang saat mau saya unggah ke YouTube ndak isa karena kegedean file).

Kalo di Kampung Sawah semua agama bisa jualan dengan rukun damai, kenapa di Yasmin mBogor ndak isa..?? Take a conclusion by your self…

 

 

 

>> Mari Jumatan, Ki Sanak…

32 Responses leave one →
  1. 2011 December 2

    Mbah Mbel berubah… Postingannya tiada mencerahkan ini! Malah nanggung… Kalo saya sederhana saja mbah, kalo yang beribadah memang warga sekitar, ya wajar mbangun di situ. Tapi kalo mbangun tapi jemaahnya impor, lah maksute opo??

  2. 2011 December 2
    WijayaNo Gravatar permalink

    Anu pak RT….,
    Saya juga heran, kok di kampung sawah bisa adem ayem,….sementara di tempat lain berpotensi (atau sudah) kisruh.
    Kalau ambil kesimpulan serampangan sih, bisa dikatakan ini ada politisasi. Mirip kasusnya dengan Walikota Bekasi dengan isu gereja anu….

    Oya, biar para cantrik yang lain disini gak salah kaprah….antara gereja anu-anu yang Kristen dengan gerja katholik beda lho ya. Setau saya mereka beda dalam hal dan cara juwalannya….saya yakin pak RT disini paham :D
    Biar gak generalisasi ajaa….

    *Ih, saya pertamax gak ya?*

  3. 2011 December 2

    Walaupun cerita Bekasi berbaginya bagus, tetapi tetap tidak ada bukti bahwa dari pihak Yasmin benar2 ada pemalsuan KTP. Kalau masalah warga yg skrg tidak menerima, bisa saja tadinya mrk ok, terus berjalan beberapa tahun kemudian mrk berubah pikiran, krn di Indonesia kan makin hari org makin berubah, seringnya ke arah yg lebih extreme. Kejadian seperti bekasi berbagi dan disalah gunakan di bogor bs saja terjadi tetapi masalahnya, apakah ada bukti itu terjadi pemalsuannya? Yang bikin bingung itu, it’s just a Gereja, kenapa sih org mempermasalahkan hal ini? Mesjid berdiri di setiap penjuru org tidak ada yg protes, kenapa pas rumah ibadah org lain dipermasalahkan seperti ini? kok ya sepertinya umat muslim di indonesia ini sudah lah mayoritas tetapi mengalami masalah kurang percaya diri yang akut sampai org yg memiliki kepercayaan lain ini ditekan spy ga boleh keliatan. Memang gara2 ada gereja trus apa yg akan terjadi? wong disini aja gereja ada dimana2 tapi isinya kosong melulu.. di Indonesia kan yg rame mesjid sama mall, bukan gereja.. hehehehhee

  4. 2011 December 2

    ah..mumet mbah mikir ngono…..

    kok rak ana saru2ne…..
    #salah masuk

  5. 2011 December 2
    si air minumNo Gravatar permalink

    anuh Tuan,
    Baca ceita pengantar yg ada pembagian sembako trus panggung gemerlap gitu, tadinya saia sempet mikir fotocopy KTP itu bakal diselewengin ke “seolah-olah” mendukung “Calon” tertentu, entah Pilkada, Pemilu, atau pemilihan antah-berantah lainnya.
    Eh ternyata arah khotbah Imam kita lebih ke isu pendirian tempat ibadah umat tertentu..
    anuh lagi Tuan,
    kalo soal itu, saia no komeng ajahhh :D
    :P eace:

  6. 2011 December 3

    makasih mbah Mbél, infonya.
    oalah, begitu ya cara cari subscribe, eh foto copy ktp.

    pantesan Yasmin késruh ndak kunjung kelar, sapa tau ktp ijin HO-nya jg dari sembako. lha kalo semua bs dimanipulasi. Rak yo bubrah tatanane Mbah.

    harus jujur dan adil ya mbah, masio dulu agama bawaan kompeni, mosok dakwah jaman gini masih dg cara menjajah.

    mbah Mbel ni pantese jadi Polisi, top bener cara investigasinya :)

  7. 2011 December 4
    LintangNo Gravatar permalink

    nganu om…..nanggung dan agak2 pie tulisannya kali ini,ibarat makan bakso tuh pas enak2nya numplek,jadi nggak jelas ini arahnya kemana…
    kalau soal fakta hukum kan yg jelas udah menang pihak GKI Yasmin tah? ya harusnya ngga boleh diperpanjang lagi masalahnya dong :D

  8. 2011 December 4
    Hadi amarth siwiNo Gravatar permalink

    Asu gede menang kerah.,e hehehehe wlujeng enjing ..pinisepuh adisepuh,sesepuh, melepuh wakakak

  9. 2011 December 4
    WijayaNo Gravatar permalink

    @rima fauzi: saya dah klik “like” komen situh :D

    Iya, sepakat juga dengen komentator diatas….nanggung tulisane….
    Mungkin bikin lagi sambungannya jilid-2 ?

    *Anu pak RT,
    Tadi sayah sudah mampir rumah pak RT, ada undangan sudah sayah titipken ke Nyonyahnya :D

  10. 2011 December 5

    Mengharap tulisan ttg syahwat, malah tulisan kisruh, ribut rumah ibadah, kabeh ngarep surgo kok podo ribut tho……??? Intinya kalo inputnya bener….outputnya pasti bener dan damai…gitu doank

  11. 2011 December 5

    Kalok ngomong soal agama, dimari pasti laris manis kek juwal kacang, sek mbah, saya tak nanyak dl, Tuhan itu agamanya apa!! nanti nek ndapet jawabannya, semua pertanyaan simbah diatas itu pasti ketemu jawabnya

    Mbel:
    Kalo Tuhan saya ndak tau… #ngok

  12. 2011 December 6

    iya mbah, tumben tulisannya gak gubras gabrus, padahal di republik ini orang-orang suka hal itu lho..

  13. 2011 December 7
    vickNo Gravatar permalink

    Kenapa yah kalo memang mengajarkan kebaikan dan mengatasnamakan agama tuhan harus dengan cara memanipulasi atau apapun itu untuk suatu keperluan. Saya ndak tau mana yg benar mana yg salah..Karena cara pandang orang memang beda dan pasti menimbulkan perdebatan panjang.. Toh di luar negeri pun berlaku hukum yg sama untuk agama minoritas. Tapi mereka legowo ndak ribut2 memaksakan kehendaknya..Rasa keadilan standar kok..yg banyak ya mendapat banyak yg sedikit ya mendapat sedikit..yg sedikit bukan berarti tidak di pentingkan melainkan di sesuaikan.Toh di negara kita ini semua agama di hargai dan diberikan kebebasan asal sesuai hukum yg berlaku.Itulah dinamika keberagaman yg saya pahami mbah..Mau nanyak mbah, kapan posting mesum nya? Kok sekarang ngomong yg serius2 molo..Udan insap yah mbah…

  14. 2011 December 8

    Mbah …1. Indikasi: http://artikata.com/arti-330625-indikasi.html Jadi itu pertanda, tanda tandanya dll. Bukan terbukti. Misalnya, pembunuhan terjadi di jakarta, korban seorang wanita hamil, petunjuk mengindikasikan adanya foul play oleh s…ang suami. Ternyata pas ditilik lagi foul play benar adanya, tetapi oleh pacar gelap, bukan suami. Jadi indikasi itu bukan harga mati. Apalagi tadi mbah bilang « kalau bicara fakta hukum, jelas Yasmin menang » Nah kalau ada fakta hukum dan Yasmin menang, masa iya mau menangin « indikasi » ?


    Mbel:
    MA tetep menangin Gereja, kan..??

    2. Just gereja. Itu tidak keliru. Itu hanya satu bangunan tempat ibadah. Nothing less and nothing more. Kerjaan menghalang2i pembuatan rumah ibadah itu bodoh sekali krn sebetulnya org yg beribadah ke Tuhan kan melakukan hal yang sama, ibadah, yg (insya Allah atau insya Yesus atau insya lain2nya) berbuahkan hal baik. Jadi kenapa mesti dihalang2i? Takut dagangan dia ga laku krn ada dagangan org lain yg terlihat lebih menarik?
    Masalah di Papua org islam mengalami hal yang sama saya rasa apabila di jawa dan the rest of Indonesia tidak duluan terjadi penghalang2an utk minoritas, maka para minoritas pun tidak akan melakukan hal yg sama. Itu kan reaksi dari aksi yg sudah terjadi berkali2. Kalau di Papua gereja juga dilarang dibangun, berarti baguslah, paling tidak di Papua berarti org Islam dan Kristen dua duanya mengalami betapa sedihnya haknya dihalang2i, tapi paling tidak ya impas.

    Mbel:
    Itu dia..
    Kalo cara pandang terhadap gereja aja “just gereja”, hanyalah bangunan, suka menimbulkan kekeliruan. Bisa jadi dimana situh tingal sekarang pemahaman “just gereja” bener-bener “just gereja”. Tp tidak dengan di Indonesia. Gereja adalah pusat “pergerakan”. (duh, bisa panjang nih critanya)…

    3. Kalau cara pandang beragama di Eropa tidak masuk di Indonesah sebtulnya mestinya mulai dimasuk masukan spy masuk. Karena sungguh disini cara mrk beragama, hidup dan berbudaya itu bagus sekali, dan sangat bagus moralnya. Paling tidak kalau ponten paling bagus itu 10 disini sudah 7 lah, sementara di Indonesia masih 3. Jadi separation of church (or mosque) from state itu hal yang baik dan patut diterapkan di mana2 krn religion (or lack thereof) adalah masalah personal dan intinya org Indonesia itu mesti berenti kepo dan ngurusin urusan org. Kaya org sini, jadi bisa maju.


    Mbel:
    Hahahaha…
    Di Eropa kan udah “melepaskan” agama sebagai pegangan hidup karena “dianggap” menghalangi kebebasan berekspresi, benul..?? ;)
    Satu catatan, ndak semua tanah Eropa memiliki cara pandang yang sama. Di Perancis mereka diskriminatif, malah agak rasis. Belanda cukup fair, yang sholat silakan sholat, yang maksiat silakan maksiat. Inggris..?? Setali tiga uang, kecuali Islam “binaan” mereka. Kalo di Benua Ostrali malah lebih parah. Mereka sangat rasis skaligus mengintimidasi Islam…
    So..?? ;)

  15. 2011 December 8

    MA tetap menangin gereja? La ya iyalah, secara hukum mereka benar, krn yg dilempar dari pihak lain ya hanya “indikasi” saja ;)

    Yang bilagn bahwa di gereja itu pusat “pergerakan” itu kan segelintir orang saja, orang2 yg mirip dengan manusia2 iseng penghembus isu indomie 4 conversion. Padahal enggak gitu adanya, karena saya dulu pernah iseng ngunjungin bbrp gereja, pura2 interested malah gak diladenin. Malah sama pendetanya disuruh merenung kembali sebelum mengambil keputusan apa apa. heheh.. jadi tidak benar itu adanya. Kalaupun ada segelintir gereja yg begitu, itu normal adanya, secara manusiawi setiap kelompok pasti ingin kelompoknya menjadi lebih besar, lebih maju.. nah anggota mesjid dengan speakernya itu dan khotbahnya yg tidak jarang mendiskreditkan agama lain dan cara2 lainnya juga sama saja, itu juga suatu pergerakan, malah tidak jarang pergerakannya lebih sadis dan lebih terbuka. Misalnya menerbitkan buku2 yg mendiskreditkan agama lain, medianya yg sering sekali mendiskreditkan agama lain (misal: republika dll) nah kita hampir tidak pernah melihat hal itu dari kaum minoritas, karena kalau ada yg berani membuat publikasi seperti itu ya terancam jiwanya, I know one of these people yg pernah dikejar2 dan mau dihukum mati, hanya karena membuat publikasi jawaban atas suatu tulisan dari pihak Islam yg “membandingkan” antara Islam dan agama dia. Padahal isinya bagi yg mengerti kedua agama tersebut adalah nonsense. Begitu dia jawab dengan intelligent dan jitu, banyak yg kebakaran jenggot dan dia sampai harus pindah ke ostrali demi tidak dibunuh.

    Betul, Eropa (dan negara maju lainnya) telah melepaskan agama karena agama memang menghalangi kebebasan berekspresi dan berpikir dengan baik. Tanpa “quote signs” karena memang ini benar adanya. Berhubung saya tinggal di Eropa sudah hampir 11 tahun dan sering ke negara2 tetangga, jadi tidak benar itu yang orang Indonesia anggap org sini rasis terhadap orang asing, apalagi terhadap Islam. Jauh lebih diskriminatif orang Indonesia ke minoritas (baik minoritas agama maupun minoritas ethnic background seperti orang papua, misalnya).
    Di Perancis, hampir 20% populasi negara itu beragama Islam. Masjid ada dimana mana, orang berjilbab ada di mana mana. Yang dilarang di Perancis (dan Belgia) adalah burka, iaitu jubah yang menutupi seluruh badan seorang wanita dengan sedikit coak atau kain tipis di bagian mata spy wanita itu masih bisa jalan tanpa nabrak nabrak orang, apalagi yang non muhrim (astaghfirullah).
    Jilbabers mah dimana2, dan mereka senang sekali hidup di Eropa. Logikanya aja deh, jikalau Eropa ini memang diskriminatif dan jahat terhadap minoritas, tidak akan mereka itu berbondong bondong tiap bulannya datang seperti semut cari gula.
    Immigrants ini sudahlah dapat masuk ke ranah putih wong eropa, dapat benefit pula dari pemerintah. DILINDUNGI pula semua hak haknya.
    Tentunya ada aja segelintir orang yg sayap kanan dan rasis (macam geert wilders) yang koar koar jahat ingin “membasmi” mereka, tapi itu sebagian kecil. Karena prakteknya mayoritas orang Eropa tidak setuju dengan extremism, any kind of extremism. Mau yang gaya Arab maupun gaya Bule.
    Kurang baik apa coba mrk, menerima immigrant datang ke negara mereka, padahal immigrants ini merusak negara mereka, mengotori, berbuat kriminal dan seringnya mengambil benefit dari pemerintah dan tax euros orang2 yg benar2 bekerja. Banyak dari mereka yg pura2nya tidak kerja, dapet duit dari pemerintah (duit ini hasil kerja kami2 yg jujur membayar pajak) dan secara gelap bekerja lagi, jadi nganggur tapi mobil brand new, istri 4, anak 10 (semakin banyak anak semakin banyak pula tunjangan pemerintah) dll. Ini terjadi di seluruh eropa yang social security systemnya bagus. Makanya si Maroko/Tunisia/Arab2 ini gak pada ke negara2 macam Ceko/Hungaria dll krn disana mrk mati kutu, gak dapet apa2. Mrk menyerbu Perancis, Belgia, Belanda, Germany dan scandinavian countries, negara2 tidak beragama yg sangat memperhatikan warganya.
    Setelah mrk datang menyerbu, dapet duit banyak, idup enak terus bolak balik ngeluh minta jantung padahal udah dapet hampir seluruh badan, dan mencoba mengubah negara tempat tinggal barunya itu agar seperti negara asalnya. Lah.. kalo emang pengen seperti itu, balik aja toh ke negara asalnya? Ngapain mrk ber imigrasi in the first place?

    Tidak ada gratefulnya.

    Memang tidak semua seperti itu, tetapi sangat banyak yang seperti itu, dan orang Indonesia (terutama yg bacanya cuma republika dan sabili) yang mengira di sini itu horor buat org Islam, padahal that could not be further from the truth. Disini sorga buat semua org, mau Islam mau ateis mau kristen. SEMUA memiliki hak yang sama, SEMUA bisa hidup enak dan sukses (apalagi yang mau berusaha), SEMUA diprotect pemerintah.
    gitu loh..
    ;)

  16. 2011 December 9
    WijayaNo Gravatar permalink

    Ih…, cakep sekali tulisan mbak Irma :D
    Yaaa kebanyakan orang kita baru baca 1-2 sumber bacaan kemudian menggeneralisasi dan merasa paling tahu kondisi nun jauh disana. Coba aja baca komentar2 sampah di republika dan Yahoo :(
    Komentar paling ajaib yang hampir selalu muncul di jenis berita apa saja: “ini ulah Yahudi, CIA, Amerika, Zionis dan antek2nya…!!!” (seringkali tanpa melihat konteks nya, duh).

    Trus, saya kalau leyeh2 suka dengerin mesjid dekat rumah pas ada khotbah pakai TOA kenceng bukan main…, yang pernah dalam khotbahnya malah menjelek2an Gus Dur (lho, Gus Dur kan Islam juga, piye to iki?)…dan gak pernah ada tindakan dari yg berwenang.
    Kalau dengan sesama saudara muslim saja gak akur, bagaimana bisa akur dengan umat agama lain?
    Padahal tokoh2 Islam terkemuka sibuk mengkampanyekan Islam damai….
    Ini baru 1 contoh saja, sebenernya masyarakat kita nggak dewasa dalam beragama (bener gak?).

    *mbah, katanya sampean mau ngajakin saya nengokin selingkuhan situ yang da Prancis?

  17. 2011 December 9
    WijayaNo Gravatar permalink

    *eh salah…, maksudnya mbak Rima :)

  18. 2011 December 12
    titi sandraNo Gravatar permalink

    Saya adalah warga Taman Yasmin dan sedikit taulah ceritanya bagaimana penipuan penggunaan tanda tangan yg dilakukan pihak gereja untuk pendirian gereja.lagian ngotot mendirikan gereja tapi jemaatnya ga tau darimana??? bukan warga sekitar ,ini bukan masalah kebebasan melakukan ibadah tetapi real pendirian bangunan

  19. 2011 December 13

    Jadi, GKI yasmin ituh diindikasikan membuat pola seperti “kakak-kakak” dikomplek perumahannya pak erte gitu ya?

    tp erte yang sono tidak se telaten Simbah Erte ini, jdnya kecolongan kopi ktp dan tandatangan.

    begitu bukan mbah? :mrgreen:

    maap lho mbah kalau salah kesimpulannya :D

    Intine sih… Asikkkk simbah wes sadar, blog e rak sido dadi Heritage Blog :D

  20. 2011 December 20

    enakan jualan yg beneran drpd jualan agama, tul ga mbel

  21. 2011 December 22

    gue kurang setuju sama walikota Bogor, nanggung kalao cuman nyegel doang

    Kalau bikin IMBnya pakai akal akalan tipu menipu harusnya dirobohin tuh bangunan

  22. 2011 December 22

    kalao bikin IMBnya pakai akal akalan tipu menipu bagusnya IMB dicabut plus dirobohin tuh bangunan

  23. 2011 December 22
    yunitaNo Gravatar permalink

    Bagus n menarik

  24. 2012 January 7

    sama dengan mas Si Air Minum… kirain mau urusan PILKADOT…:)

    biasanya–>Rumah ibadah dulu transpormasi jadi gereja
    biasanya–>Orang2 di sekitar gereja setuju dengan adanya gereja walaupun bukan kristen (biasane, dengan beberapa siaratt)

    saya sendiri kristen, orang batak, amangboru(paklek) saya muslim, sodara sepupu muslim, Abang ipar muslim, ahh… semuanya baik2 sajahhh.

    klu keoss krn urusan kepercayaan——-> habislah kitaaa
    ga asiklahhh pokoknya…………

    mari kita jadikan INDONESIA jadi RULE mOdEl keberagaman dan kerukunan kepercayaan…hahahah, sok mbgt dah sayahhh

  25. 2012 January 14

    Semoga saja ngototnya tokoh agama menolak pembangunan rumah ibadah agama lain bukan karena malasnya mereka membina iman para umatnya. Klau iman seseorang sudah kuat, Insya Allah nggak akan berpengaruh walaupun di daerahnya dibangun rumah ibadah agama lain. Supaya iman umatnya tidak goyah hanya karena pembagian sembako gratis, para tokoh agama juga harus berupaya menjadi solusi umat dalam hal ekonomi.

    Klo seandainya saya berada diposisi WalKot Bogor, lebih baik menjalankan putusan MA saja. Sebagai warga negara, kita harus menghormati putusan pengadilan walaupun putusan tsb tdk sesuai fakta hukum. Sebagai seorang muslim, dia bisa menggunakan kekuasaannya agar pembinaan untuk masyarakat muslim di sekitar gereja lebih ditingkatkan dibarengi dengan program penguatan ekonominya. Klo perlu keberadaan gereja tersebut dijadikan sumber penghasilan bagi warga sekitar. Jualan kepada orang berlainan agama itu kan nggak dilarang?

    Para tokoh agama masa kini, lebih banyak berperan sebagai PENGUMPUL UMAT dibanding PEMBINA UMAT. Menjadi PENGUMPUL UMAT agar merchandise dakwahnya laku, seperti buku, VCD, RBT, dll atau agar dia bisa meraih kekuasaan atau setidaknya menjadi bemper kekuasaan.

    Lho, kok saya malah ngelantur. Maaf ya mbah.

    Mbel:
    Hahahah…
    :lol:

  26. 2012 January 18
    oonNo Gravatar permalink

    kalau para jamaah (apapun itu) sekalian jalan dari arah pekanbaru ke duri-riau….nanti ada ketemu disuatu tempat yang hampir setiap pekarangan ada gereja….dan itu aman tentram karena (seperti manusia super tulis juga) jamaah gak impor…dan buat mbangun gak perlu menyalahgunakan salinan ktp orang…sebenernya (walaupun sudah pasti pada tahu) pembangunan rumah ibadah baru, kemungkinan besar akan bermasalah apabila dibangun ditengah atau sekitar pemukiman yang mayoritas berkeyakinan beda dengan rumah ibadah baru tsb. jadi mending gak usah maksa..karena apapun agamanya…pasti tuhannya penguasa alam semesta..jadi bisa beribadah dimana saja…yang penting aman bukan?…

  27. 2012 January 24
    Agustunus AdityaNo Gravatar permalink

    Walah, jarene tiap wong kristen adalah baitullah,
    Jadi ngga perlu gereja to..
    Lha kok sampai nipu-nipu ngono, piye to le..

  28. 2012 January 30
    basukiNo Gravatar permalink

    isi tulisan Mbah Mbel cenderung menggiring para pembaca ke satu kesimpulan dan ga bersifat netral.
    Masalahnya, kalau ngomongin masalah politik ekonomi si oke-oke aja karena setau saya belom ada mayoritas dan minoritas.
    Kalau ngomongin masalah agama sangat mengganggu karena masih banyak orang indonesia yang belum dewasa dalam berpikir.
    Belum dewasa dalam berpikir ujung-ujungnya dapat memicu perselisihan yang membahayakan.

  29. 2012 February 26
    kethekkopyokNo Gravatar permalink

    Klo Tuhan bs dijual mendingan jualan Tuhan aja Mbah, dari pada jualan Agama dibela-belain sampai ber-darah2 lagian yg diuntukan yg ‘diatas angin’ kok….

  30. 2012 May 28
    IndahNo Gravatar permalink

    tindakan preventif yang cerdas, dengan membuat surat pernyataan yang ditanda tangani oleh orang-orang yg meminta foto copy KTP. dengan begitu RT dan RW nya melindungi warga dari konflik yang mungkin bisa terjadi dengan pengumpulan fc KTP tersebut, karena terkadang aparat pemerintah hanya melihat secara administratif kelengkapan prosedur yang biasanya dibuktikan dengan fotocopy KTP tersebut. bisa untuk jadi masukan bagi RT dan RW yang lain

  31. 2012 October 17
    CintaNo Gravatar permalink

    Haduh mbah, numpang kasih pencerahan soal GKI Yasmin.
    Jadi, awalnya GKI Yasmin sudah mengajukan ijin pembangunan gereja dan semua syaratnya lengkap, asli, bkn palsu, dan itu terjadi pada tahun 2002. Kemudian pada tahun 2010, ketua RT dan Lurah setempat mengajukan kembali ijin pembangunan gereja secara ilegal, alias tanpa sepengetahuan pengurus GKI Yasmin. Dimana disitulah tanda tangan dan fotokopi KTP yang palsu dibuat oleh pihak RT dan Lurah. Di sini jelas ada agenda tertentu… padahal IMB sudah dikeluarkan, tp ketua RT dan Lurah membuat versi palsu dari pengajuan ijin mendirikan gereja.
    Dengan disebarkannya isu GKI Yasmin menggunakan tandatangan dan fotokopi KTP palsu, hal ini berhasil memprovokasi warga karena fitnahan tersebut. Mohon maaf, bisa dilihat di sini, anda juga terprovokasi dengan isu fitnah yang disebar oleh kaum rasis. Jadi bukannya mencari kebenaran, anda malah berperan dalam membentuk opini berdasarkan fitnah, yang mengarah pada mendukung fitnah tersebut.
    Di media, kronologis awal pembangunan GKI Yasmin tampak dengan sengaja ditutupi. Hampir tidak ditemui media yang menjelaskan asal muasal IMB GKI Yasmin DARI PALING AWAL MULA, semuanya hanya membahas mulai dari tahun 2008-2010.

    Sebagai tambahan, ketua RT dan Lurah yang dimaksud sudah dinyatakan bersalah di pengadilan. Mohon dicatat, tidak ada pengurus GKI yang turut disalahkan, karena pengajuan IMB dengan data palsu itu murni dilakukan tanpa sepengetahuan GKI Yasmin. Tapi adakah media mengangkat ini? Sayangnya tidak. Sempat naik di situs berita, namun kemudian hilang begitu saja.

    Sebagai bahan untuk dibaca, silakan buka link ini : http://www.pedomannews.com/nasional/berita-nasional/politik-a-hukum/8217-kronologi-pembatalan-pembangunan-gki-yasmin

    http://www.gki.or.id/betasgki/file_links/galeri_gkiyasmin.php?id=12&doctype=BlogBaposYasmin

    Tentu saja saya tidak bisa memaksa apakah Mbah ini mau lebih percaya fitnah atau kenyataan. Tapi sungguh bijak jika orang setua Mbah tidak memuat opini yang mengarahkan pembaca agar percaya pada kebohongan :) Walau sekali lagi ini blognya si Mbah, Mbah bebas menulis apa saja di sini. Tapi semoga Mbah ingat, ketika Mbah menulis hal-hal yang menyudutkan satu pihak, mungkin di tempat lain ada orang-orang yang tidak bisa beribadah karena apa yang dikatakan dan disebarkan oleh orang-orang yang membenci mereka.

    Persis seperti orang-orang yang tiba-tiba pro melarang GKI Yasmin membangun gereja karena termakan fitnah oknum-oknum rasis dan media-media yang senang mengumpan kita dengan sensasi.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Kontroversi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin | Gadeblazz

Komentar situh bergantung pada amal dan ibadah situh

Note: Situh bisa pake basic XHTML dalem komentar. Email situh Ndak Bakalan dipamerin ke orang-orang.

Komentar lewat RSS

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.